Senin, 8 Agustus 2022
26 C
Surabaya
More
    Jawa TimurKediriSopir Truk Ditangkap Bea Cukai Kediri, Kedapatan Angkut 1,9 Juta Batang Rokok...

    Sopir Truk Ditangkap Bea Cukai Kediri, Kedapatan Angkut 1,9 Juta Batang Rokok Ilegal

    KEDIRI (WartaTransparansi.com) – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Kediri, Jawa Timur, berhasil menggagalkan pengiriman rokok ilegal yang diangkut kendaraan truk dengan perkiraan barang senilai Rp 2,188 miliar.

    Kepala KPPBC Intermediate Cukai Kediri, Sunario, menjelaskan, upaya penggagalan itu dilakukan Tim Unit Intelejen dan Penindakan Bea Cukai Kediri di Exit Tol Mojokerto-Jombang KM 686, Kabupaten Jombang pada, Rabu (11/5/2022) malam, terhadap kendaraan truk bernopol AE 8596 XX, diduga telah memuat sebanyak 1,9 juta batang rokok tanpa dilekati pita cukai. Diperkirakan nilai barang hasil penindakan itu diperkirakan sekitar Rp Rp 2.188.800.000 miliar, dengan potensi kerugian negara kurang lebih Rp 1.483.891.200.

    Baca juga :  KAI Sebar 7.000 Tiket Kereta Promo Kemerdekaan, Termurah Rp 17 Ribu

    “Setelah truk melintas di area pengawasan KPPBC Tipe Madya Cukai Kediri, tim kami langsung melakukan pengejaran,” ujar Sunario, dalam press rilis, Kamis (19/5/2022).

    Menurut Sunaryo, rokok polos jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) bermerk SBR dan RQ Pro Rizquna sebanyak 120 karton, dari Jawa Timur itu hendak dikirim menuju Jawa Tengah, bila terlambat mengantisipasi negara berpotensi mengalami kerugian Rp1,4 miliar.

    “Kalau barang asalnya dari wilayah Jawa Timur, yang dituju adalah wilayah Jawa Tengah. Sedangkan tersangka satu orang, yakni sopir truk. Untuk nilai barang ini mencapai Rp2,1 miliar, jika ini lolos negara berpotensi mengalami kerugian Rp1,4 miliar,”paparnya.

    Dalam kasus ini, pihak Bea Cukai Kediri menetapkan pria berinisial AI sebagai tersangka. Diduga ia telah melanggar Undang-undang Nomor 11 tahun 1995 tentang Cukai sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 39 tahun 2007 Pasal 54 dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda 10 kali nilai cukai.

    Baca juga :  Bupati Kediri Berikan Pelatihan Penguatan SDM BUMDes

    “Sekarang kasus ini sudah masuk ke tahap penyidikan,” tegas Sunario.

    Terakhir, pihaknya juga berpesan kepada masyarakat untuk selalu waspada dan mengenali rokok-rokok ilegal ini, untuk menekan terjadinya kerugian negara.

    ” Kami sampaikan setiap kemasan ada jenisnya, ada jumlah batangnya, ada merknya, ada pabriknya, ada lokasinya. Lokasi harus kota, bukan hanya Indonesia,” pungkasnya. (Abi)

    Reporter : Moch Abi Madyan

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan