Sabtu, 13 Agustus 2022
24 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaGubernur Ajak Masyarakat Madura Tingkatkan Daya Saing

    Gubernur Ajak Masyarakat Madura Tingkatkan Daya Saing

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Masih dalam suasana bulan Syawal 1443 Hijriah, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar halalbihalal bersama komunitas masyarakat Madura di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada Minggu (15/5) malam. Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia Mahfud MD juga turut hadir sekaligus memberi taushiyah halal bi halal.

    Di tengah kehadiran berbagai elemen dari masyarakat Madura, baik yang hadir secara langsung maupun yang hadir secara virtual, Gubernur Khofifah tak ingin menyia-nyiakan momen halal bihalal tersebut dengan mengajak masyarakat Jawa Timur khususnya Madura untuk meningkatkan daya saing. Pulau Madura memiliki banyak kekuatan bagi investasi baik investor asing maupun lokal. Aspek wisata alam luar biasa. Selanjutnya Gubernur Khofifah mengusulkan agar Halal bi Halal tahun depan bisa diselenggarakan dalam format temu saudagar Madura. Mengingat warga Madura di perantauan banyak yang sukses di sektor usaha dan perdagangan.

    Baca juga :  Ribuan Anak Yatim Piatu dari 12 PA Doa dan Zikir Bersama Wali Kota Eri

    Seruannya itu bukan tanpa alasan. Gubernur Khofifah menuturkan bahwa data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan investasi triwulan 1 di Jawa Timur mencapai 39 persen, semen5ara nasional 28,5 persen. Artinya pertumbuhan investasi di Jatim pada Triwulan 1 berada pada 10,5% di atas rata-rata nasional.

    Pada saat yang sama pertumbuhan ekonomi YoY di kuartal 1 tahun 2022 tumbuh 5,20 persen sementara nasional tumbuh 5,01 persen.

    “Jika ada investasi masuk ke Madura, maka harus menjadi satu kesatuan maupun berseiring dengan kultur Madura yang penuh suasana spiritualitas,” lanjutnya.

    Kultur masyarakat Madura di empat Kabupaten yang terkenal akan kereligiusannya, tentu menjadi ciri khas sekaligus daya tarik berbasis kearifan lokal bagi para investor.

    Baca juga :  DPRD Sepakat Pembangunan Rumah Sakit di Surabaya Timur

    Namun dirinya juga berpesan, bahwa hadirnya investor tidak boleh bertentangan dengan kultur religi yang sudah melekat di Madura. Sehingga perlu ada pemetaan lebih detail terhadap titik-titik yang berpotensi bagi investor.

    “Ke depannya bisa dilakukan pemetaan bagaimana titik-titik tertentu yang tetap sesuai dengan _culture_ di wilayah Madura,” ujar Khofifah.

    Format-format semacam ini, diharapkan Gubernur Khofifah, bisa dijadikan komitmen bersama sebagai titik awal untuk melakukan pertemuan-pertemuan selanjutnya untuk rumusan yang mendetail.

    Pada momen yang sama, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia Mahfud MD mengajak segenap masyarakat Madura untuk tidak pernah melupakan sejarah.

    Ia mengatakan, kemajuan Jatim dan Indonesia bergantung pada generasi yang senantiasa mengingat perjuangan bangsanya.

    Baca juga :  Semarak Agustusan di THP Kenjeran Surabaya

    “Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah karena darinya kita bisa belajar kearifan. Dari masa lalu kita dapat maju ke depan,” ujarnya.

    Mahfud MD pun mengimbau agar masyarakat Madura turut menjaga persatuan bangsa dan negara Republik Indonesia. Sebab dengan mengingat sejarah, masyarakat dapat dijauhkan dari perpecahan seperti disorientasi paham. (ais)

    Reporter :

    Penulis :

    Editor:

    Redaktur :

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan