Senin, 23 Mei 2022
31 C
Surabaya
More
    LifeStylePertahankan asupan gizi seimbang setelah Lebaran

    Pertahankan asupan gizi seimbang setelah Lebaran

    Jakarta (WartaTransparansi.com) – Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia cabang DKI-Jakarta (PDGKI-Jaya) dr. Ida Gunawan, M.S, Sp.GK, M.Kes (K), FINEM menyarankan masyarakat untuk mempertahankan asupan gizi seimbang setelah lebaran.

    “supaya selalu sehat setelah lebaran atau hari selanjutnya, karena kita masih di masa pandemi, jangan lupa makan dengan gizi seimbang,” kata Ida kepada WartaTransparansi.com, Senin.

    Dokter Spesialis Gizi Klinik Konsultan Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi yang berpraktik di RS Pondok Indah – Puri Indah mengingatkan masyarakat untuk mengatur asupan makanan sesuai dengan kebutuhan dan memilih jenis makanan yang baik untuk tubuh. Sayur dan buah sebaiknya memenuhi setengah piring, seperempat bagian untuk protein dan sisanya karbohidrat kompleks.

    Baca juga :  Jadi Pusat Wisata Kota, Jalan Protokol di Vietnam Rela Ditutup

    “Jangan terlalu banyak makan manis dan tepung-tepung,” pesan dia.

    Dalam pemilihan makanan yang mengandung protein, disarankan protein yang tak mengandung banyak minyak, sebagai contoh ikan, ayam tanpa kulit atau telur. Daging merah diperbolehkan, tapi sebaiknya batasi konsumsi menjadi satu atau dua kali setiap pekan. Batasi juga makan gorengan yang mengandung banyak minyak.

    Meski sudah tidak berpuasa, jadwal makan yang rutin disarankan tetap diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam sehari, masyarakat dapat makan lima atau enam kali dengan komposisi tiga kali makan utama dan tiga kali camilan.

    Dia mencontohkan, makan pagi pukul 7 pagi, lanjut dengan camilan pukul 10 pagi, kemudian makan siang pukul 1 siang, camilan pukul 4 sore dan makan malam pukul 7 malam. Bila masih lapar, seseorang dapat menyantap camilan setelah makan malam.

    Baca juga :  Jadi Pusat Wisata Kota, Jalan Protokol di Vietnam Rela Ditutup

    Dia menambahkan, jangan lupa untuk kembali berolahraga dan aktif melakukan aktivitas sehari-hari.

    “Jangan ‘mager’ (malas gerak), aktivitas harus dilakukan,” ujar dia.

    Olahraga yang dimaksud bukanlah aktivitas yang terlalu berat. Seseorang dapat melakukan olahraga kardio selama 150-300 menit per minggu dengan frekuensi 3-5 kali setiap minggu.

    “Artinya kalau mau jalan kaki atau jogging lima kali seminggu, kira-kira butuh 30-60 menit saja per hari,” kata Ida.

    Selain olahraga kardio, latihan kekuatan seperti angkat beban yang ringan juga boleh dilakukan. Perempuan, misalnya, dapat berlatih dengan mengangkat beban seberat 1-2 kilogram.

    Di luar urusan asupan makanan bergizi dan olahraga, istirahat yang cukup tak kalah penting dalam jaga gaya hidup sehat. Bagi orang-orang yang masih bekerja dari rumah, disarankan untuk membatasi jam kerja supaya tidak tidur terlalu larut. Pastikan tidur selama 7-9 jam.

    Baca juga :  Jadi Pusat Wisata Kota, Jalan Protokol di Vietnam Rela Ditutup

    “Berpikir positif, hindari stres, jangan merokok dan minum alkohol serta lakukan semua aktivitas sosial yang bermanfaat untuk kesehatan mental,” tutup dia.

    Editor : Agustien W.

    Sumber : Antaranews.com

    Reporter :
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber :

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan