Minggu, 22 Mei 2022
30 C
Surabaya
More
    JakartaPakar ingatkan masyarakat supaya mewaspadai hepatitis berat

    Pakar ingatkan masyarakat supaya mewaspadai hepatitis berat

    JAKARTA  (WartaTransparansi.com) – Prof. Tjandra Yoga Aditama yang pernah menjabat sebagai Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara mengingatkan masyarakat terkait hepatitis berat yang dilaporkan sudah dialami sebagian orang di Singapura.

    “Jelas kewaspadaan memang diperlukan. untuk deteksi kalau ada kasus yang dicurigai, termasuk akses dan ketersediaan pemeriksaan adenovirus dan berbagai jenis virus lainnya,” kata dia melalui pesan elektroniknya, Minggu.

    Dia mengatakan, kasus hepatitis akut berat menjadi perhatian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) selama beberapa waktu terakhir. Pada pekan lalu, WHO melaporkan setidaknya 169 kasus dari 12 negara terkait hepatitis ini.

    Badan yang menangani penyakit menular di Eropa yakni European CDC (E-CDC) menyatakan, patogen yang paling banyak ditemukan pada Penderita hepatitis akut berat ini yakni adenovirus das SARS-CoV-2.

    Baca juga :  Ketua DPD RI Diminta Perhatikan Nasip Rakyat Kecil

    Di Inggris, sekitar 75,5 persen kasus positif terhadap adenovirus, dan pemeriksaan subtipe pada 11 kasus menunjukkan adenovirus tipe 41F, sama dengan yang dilaporkan di Amerika.

    Sementara itu Pusat Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) pernah melaporkan 9 kasus di Alabama dan semuanya positif adenovirus dengan dua Penderita harus menjalani transplantasi hati. Gejala yang dirasakan para Penderita ini antara lain muntah, diare dan infeksi saluran napas atas.

    Menurut Prof. Tjandra, data penelitian epidemiologi awal belum menunjukkan secara jelas adanya sumber penularan utama, apakah terkait makanan, obat atau bahkan toksin.

    “Kejadian penyakit ini jarang, tidak jelas ada tidaknya kemungkinan penularan antar manusia, kasusnya masih bersifat sporadik,” kata dia.

    Baca juga :  Ketua DPP KNPI Putri Khairunnisa: Komoditi Perkebunan Maluku Utara Harus Dikelola Secara Modern

    Saat ini, WHO menyatakan kasus hepatitis akut berat sudah sampai Singapura. Penderita diketahui berusia 10 bulan dan pernah mengalami COVID-19 pada Desember lalu. Belum ada bukti ilmiah yang jelas terkait hepatitis akut dengan infeksi virus corona.

    Sebagai langkah meningkatkan kewaspadaan penyakit ini, dia menilai penyedia layanan kesehatan di Indonesia perlu mulai siaga, setidaknya memberikan penjelasan pada tenaga kesehatan dan berbagai terapi dasar bila terjadi kasus. Selain itu, penyuluhan kesehatan pada masyarakat luas juga diperlukan. (*)

    Reporter :
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber :

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan