Sabtu, 13 Agustus 2022
28 C
Surabaya
More
    Politik PemerintahanTercatat Pengurus Demokrat Jatim, Bupati Lamongan Pilih Jadi Pembina Semua Partai

    Tercatat Pengurus Demokrat Jatim, Bupati Lamongan Pilih Jadi Pembina Semua Partai

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Dua Bupati di Jawa Timur yang namanya masuk daftar pengurus DPD Demokrat Jatim membantah jika namanya ada di susunan pengurus. Bahkan, keduanya yakni Bupati Lamongan Yuhronur Efendy dan Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono merasa dirinya tidak pernah dihubungi sehingga tidak tahu menahu soal pengurus Demokrat dengan Ketua Emil Elestianto Dardak.

    Dihubungi WartaTransparansi-KoranTransparansi , Bupati Lamongan Yurohnur Efendy mengaku memang hadir saat pelantikan pengurus yang diketuai oleh Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak. Namun, dia hadir sesuai dengan undangan yang diterima.

    “Saya kemarin memang hadir sesuai undangan sebagai Bupati Lamongan, jadi saya tidak termasuk yang dilantik. Tapi saya tetap mendukung Partai Demokrat sebagai partai yang memberangkatkan saya,” paparnya.

    Baca juga :  15 Anggota Eks JI Jatim Ikrar Setia NKRI dan Pancasila

    Namun begitu, ke depannya, dia juga tegaskan bahwa dirinya tetap ingin berkonsentrasi sebagai pembina semua partai politik yang ada di Lamongan secara keseluruhan.

    Sementara itu Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono mengatakan merasa kaget ketika menerima pesan dari rekan-rekannya. Nama Ony masuk dalam keterangan tertulis DPD Partai Demokrat Jatim pada pelantikan pengurus, Jumat (22/4/2022). ”Saya kaget. Di situ ada nama saya saat rekan-rekan saya membagikan tautan pada saya setelah safari Ramadan,” kata Ony, Sabtu (23/4/2022)

    Ony mengatakan langkah pertama menanggapi pencatutan tersebut dengan klarifikasi pada khalayak umum bahwa dirinya tidak pernah diajak komunikasi terkait kepengurusan DPD Partai Demokrat Jatim tersebut. Kedua, pihaknya akan berkoordinasi dengan pengurus DPD PDI Perjuangan Jatim. Menunggu arahan bagaimana langkah selanjutnya. “Namun yang jelas klarifikasi ini minimal bisa jadi dasar posisi saya saat ini masih anggota kader PDI Perjuangan,” terangnya.

    Baca juga :  Bunuh Diri Akibat Rentenir Masih Marak, LaNyalla: Salah Satu Dampak Kemiskinan Struktural

    Dia mengkonfirmasi kalau tak ada komunikasi sama sekali dengan DPD Partai Demokrat Jawa Timur. Apalagi terkait dengan pengurusan, dan tiba-tiba namanya dimasukkan dalam kepengurusan partai tersebut. Dirinya mengklarifikasi bahwa sampai saat ini masih jadi kader dan anggota PDI Perjuangan.

    Bahkan, Ony juga jadi Ketua Baitul Muslimin (Bamusi) PDI Perjuangan Ngawi berikut wakil ketua Bamusi PDI Perjuangan Jawa Timur. ”Saya meluruskan. Sampai saat ini saya masih jadi kader dan anggota aktif PDI Perjuangan,” tegasnya.

    Mengutip beritajatim.com, dia menilai bahwa perlu mengklarifikasi hal tersebut karena bisa merugikan banyak pihak. Secara prinsip,dirinya dan Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko maju dalam Pilkada 2020 diusung 10 partai termasuk partai berlogo mercy itu.

    Baca juga :  150 ASN Jatim Menerima Anugerah Satyalancana Karya Satya 2022

    Dirinya tetap berhubungan baik dengan individu pengusung berikut 10 partai tersebut berhubungan baik. “Tapi pencatutan ini perihal etika politik, karena tidak ada komunikasi apapun tiba-tiba masuk, ini bikin kaget saja,” katanya.

    Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi Dwi Rianto Jatmiko menyebut pencatutan Ony bikin gaduh di kalangan PDI Perjuangan. Antok, sapaan lekat Dwi Rianto Jatmiko menyayangkan pencatutan tersebut. Banyak kader dari berbagai daerah menanyakan kebenaran hal itu. “Kami selaku DPC PDI Perjuangan Ngawi menjamin sepenuhnya jika Bupati Ngawi adalah anggota PDI Perjuangan,” kata Antok, Sabtu (26/4/2022). (sr/min)

    Reporter :

    Penulis :

    Editor:

    Redaktur :

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan