Sabtu, 20 Agustus 2022
24 C
Surabaya
More
    Jawa TimurPasuruanSering Terima Order, Hamil Diluar Nikah Lalu Buang  Bayinya  Ke Sungai

    Sering Terima Order, Hamil Diluar Nikah Lalu Buang  Bayinya  Ke Sungai

    PASURUAN (WartaTransparansi.com) – Hanya untuk menutupi aib lantaran hamil diluar nikah, seorang janda dengan dua anak asal Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, tega membuang bayinya hingga tewas dan saat mendekam disel pengab Mapolres Pasuruan Kota guna mempertanggung jawabkan perbuatannya.

    “Pelaku ditangkap petugas setelah sebelumnya dilakukan penelusuran oleh tim buru sergap gabungan Polsek Grati dan Satreskrim,” tegas Kapolres Pasuruan Kota AKBP Raden Muhammad Jauhari, Jumat(22/4/22).

    Diterangkan, pelaku berinisial FKN(25) ini berprofesi sebagai PSK (Pekerja Seks Komersial). Ia sering menerima BO (istilah para pemakai jasanya) dari para pelangganya dan melayaninya di sejumlah villa di kawasan tretes-prigen. Lantaran sering menerima BO an atau berhubungan intim tersebut, yang bersangkutan hamil.

    Baca juga :  Bupati Irsyad Yusuf Irup Upacara HUT Kemerdekaan RI Ke 77

    Sering Terima Order, Hamil Diluar Nikah Lalu Buang  Bayinya  Ke Sungai
    Foto : Kapolres Pasuruan Kota menunjukkan barang bukti kejahatan pelaku

    Selama hamil, FKN berusaha menyembunyikan kandungannya agar tidak diketahui orang lain. Ia juga tidak pernah memeriksakan kandungannya ke dokter atau bidan.

    FKN melahirkan bayi laki-lakinya seorang diri di sebuah bangunan bank sampah di sekitar Kecamatan Grati pada Jumat (25/04/2022). Saat lahir, bayinya masih sempat bernapas, namun oleh FKN dibiarkan hingga meninggal.

    Setelah meninggal, FKN kemudian membungkus bayinya menggunakan spons lalu membawanya ke sungai yang tak jauh dari bank sampah. Sampai di sana, FKN melempar bayinya ke sungai lalu pulang ke rumahnya.

    Jasad bayi yang dibuang oleh pelaku ditemukan warga dalam kondisi tewas mengambang pada Minggu (27/03/2022) di sebuah aliran sungai di Desa Kedawung Wetan, Kecamatan Grati. Beberapa bagian tubuhnya sudah rusak, termasuk alat kelaminnya.

    Baca juga :  Bupati Irsyad Yusuf Irup Upacara HUT Kemerdekaan RI Ke 77

    Atas perbuatannya ini pelaku kami jerat pasal 80 ayat (3) dan ayat (4) juncto pasal 76C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak subsider pasal 342 KUHP subsider pasal 341 KUHP subsider pasal 181 KUHP, dengan ancaman pidana penjara paling lama 15tahun,”pungkas Kapolresta Pasuruan Kota.(hen)

    Reporter : Henry Sulfianto

    Penulis :

    Editor :

    Redaktur :

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan