Sabtu, 20 Agustus 2022
24 C
Surabaya
More
    Politik PemerintahanMundur dari Demokrat, Bayu Airlangga Pilih NasDem atau Golkar?

    Mundur dari Demokrat, Bayu Airlangga Pilih NasDem atau Golkar?

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Mantan Plt Sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim, Bayu Airlangga memilih mundur dari keanggotaan partai berlambang Bintang Mercy tersebut. Dia menyatakan keputusan  ini sebagai bentuk tanggung jawab terhadap 25 DPC yang mendukungnya saat Musyawarah Daerah. “Saya memutuskan mundur dari Partai Demokrat per Kamis, 21 April 2022,” kata Bayu.

    Ia mundur karena merasa dizalimi saat Musda Demokrat Jatim. “Bagi saya, ketika saya dan tentunya para DPC pendukung saya dizalimi terkait Musda, tidak ada pilihan lain selain mundur dari partai. Kami ingat saat pembukaan Musda, ketum AHY menjanjikan demokratis. Tapi bisa dinilai publik sendiri, bagaimana hasil Musda Demokrat Jatim,” terangnya.

    “Ada tanggung jawab moral dan etika kepatutan berpolitik. Batas kepatutan itu tidak boleh diterjang seenaknya saja. Sebagai seorang kader yang menjunjung asas demokrasi, ketika demokrasi itu sendiri tidak ada di partai, saya memutuskan mundur dari Demokrat,” tambahnya.

    Baca juga :  Surokim : Politik Gagasan Akan Lebih Laku Ketimbang Politik Identitas

    Menantu Mantan Gubernur Jatim Soekarwo (Pakde Karwo) ini menambahkan, keputusan mundur sebagai bentuk tanggung jawab kepada 25 DPC. Ia sekaligus menyampaikan terima kasih kepada seluruh 25 DPC yang berjuang mendukungnya saat Musda. Secara khusus, Bayu juga menyampaikan terima kasih kepada Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). “Saya beberapa kali setelah pengumuman Musda ditawari sejumlah jabatan pengurus di Demokrat Jatim. Tapi saya menolak itu, sebagai bentuk rasa prihatin saya atas matinya demokrasi di Demokrat dan tanggung jawab ke 25 DPC yang mendukung saya selama ini,” tegasnya.

    Diketahui sebelumnya, dalam Musda Demokrat Jatim yang digelar 20 Januari lalu, Bayu Airlangga mendapat dukungan 25 DPC. Sementara Emil Elestianto Dardak meraih 13 dukungan DPC. Namun, DPP justru memutuskan Emil Dardak sebagai Ketua Demokrat Jatim.

    Baca juga :  Khofifah Kukuhkan 76 Anggota Paskibraka Provinsi Jatim Tahun 2022

    Informasinya, ada dua partai besar yang menawarkan Bayu untuk bergabung. Partai itu adalah NasDem dan Golkar. “Insya Allah 99,99 persen Mas Bayu lebih memilih ke salah satu partai. Ini karena partai itu lebih dulu yang menawarkan,” ujar sumber itu yang mewanti-wanti namanya tidak disebutkan.

    Sehari kemudian, menjelang pelantikan Emil Elestianto Dardak menjadi Ketua Demokrat Jatim, pendukung Bayu Airlangga melakukan aksi demonstrasi di depan kantor DPD Partai Demokrat Jatim Jl Kertajaya Indah, Surabaya, Jumat (22/4/2022).

    Di lokasi, nampak puluhan masa membentangkan poster ditambah teatrikal tentang penolakan Emil sebagai Ketua Demokrat Jatim dan menilai DPP Demokrat tidak demokratis karena memilih Emil, padahal suara Bayu Airlangga lebih banyak. “Kami melihat di DPD jatim terjadi seperti itu tidak relevan menjadi contoh karena kita juga mendengar langsung transaksional pemanggilan mekanisme pemilihan itu tidak sesuai dengan praktik yang di dalam organisasi. Sudah saya ngikuti semua kawan-kawan tidak bodoh banget kok,” ucap koordinator aksi, Taufik Hidayat atau yang akrab disapa Taufik Monyong.

    Baca juga :  Mike Ethan Harap Indonesia Makin Kuat di Sektor Hukum dan Ekonomi

    Kekecewaan mereka terhadap DPP Demokrat juga dihambarkan dengan membuat sejumlah poster yang berisi tuntutannya. Mulai ‘Demokrat partai akrobat’, ‘Demokrasi sudah mati’, ‘Demokrat yang Tidak Demokratis’ hingga ‘Musda=Musyawarah Dagelan Wk Wk’. (sr/min)

     

    Reporter :

    Penulis :

    Editor :

    Redaktur :

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan