Opini  

Demonstrasi dalam Demokrasi Kontemporer

Demonstrasi dalam Demokrasi Kontemporer
Djoko Tetuko

Oleh : Djoko Tetuko

Demonstrasi mahasiswa menuntut berbagai ketimpangan demokrasi dan ketimpangan ekonomi, terus berbelok-belok seperti melewati sebuah sirkuit. Tidak berlebihan bahwa pelaksanaan demonstrasi pada alam demokrasi kekerabatan, maka para demonstran seperti drama kolosal sudah diskenario hanya sekedar akting di panggung dan layar besar. Walaupun sesunggunya hanya suara sumbang.

Bahkan demonstrasi dalam negara demokrasi kontemporer dengan kebijakan politik, begitu kental dengan “kekuasaan” partai politik dan hegemoni eksekutif menyatu dalam berbagai keputusan maupun peraturan perundang-undangan untuk menyuarakan suara partai, bukan membela kepentingan rakyat, maka demontrasi itu tidak ubahnya seperti pergelaran drama kontemporer.

Semakin kontemporer mengaduk-aduk isu dan isi tuntutan demonstrasi, maka semakin nyaman sebuah pergelaran panggung drama itu.

Bahkan 4 tuntutan demo 11 April 2022 tidak fokus dan tidak  meminta sebuah perubahan langsung untuk kepentingan rakyat. Padahal di depan mata minyak goreng langka dan mahal hingga rakyat antri, bahan bakar minyak (terutama solar) naik dan langka hingga merusak harga kebutuhan bahan pokok, menjadi ganti harga dan mencekik. Sementara petani dibiarkan dalam keadaan terombang-ambing dan terus menerus merugi

Empat Tuntutan

Kondisi riil di lapangan demo 11 April 2022, sudah bergeser dari rencana awal si depan Istana Kepresidenan, Jakarta, pindah ke depan Gedung DPR.

Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) sengaja mengubah titik demonstrasi menurut Koordinator Media BEM SI Luthfi Yufrizal, karena mahasiswa kini ingin menuntut anggota DPR untuk taat terhadap konstitusi.

Berikut Empat Tuntutan Mahasiswa

  1. Mendesak dan menuntut wakil rakyat agar mendengarkan dan menyampaikan aspirasi rakyat bukan aspirasi partai.
  2. Mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk menjemput aspirasi rakyat sebagaimana aksi massa yang telah dilakukan dari berbagai daerah dari tanggal 28 Maret 2022 sampai 11 April 2022.
  3. Mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk tidak mengkhianati konstitusi negara dengan melakukan amandemen, bersikap tegas menolak penundaan pemilu 2024 atau masa jabatan 3 periode.
  4. Mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk menyampaikan kajian disertai 18 tuntutan mahasiswa kepada presiden yang sampai saat ini belum terjawab.

Kontemporer

Kontemporer ialah sebuah panggung demokrasi dengan skenario sengaja mengaburkan fokus pembahasan, kemudian secara terselubung memperjuangkan isu massa menjadi masalah para penguasa, baik di partai politik maupun pada praktik pemerintahan.

Diketahui, dalampengertian yang paling mendasar, seni rupa kontemporer adalah karya seni yang berbentuk lukisan, patung, fotografi, instalasi, pertunjukan, dan video yang diproduksi pada masa sekarang.