Jumat, 1 Juli 2022
26 C
Surabaya
More
    OpiniDemonstrasi dalam Demokrasi Kontemporer

    Demonstrasi dalam Demokrasi Kontemporer

    Oleh : Djoko Tetuko

    Demonstrasi mahasiswa menuntut berbagai ketimpangan demokrasi dan ketimpangan ekonomi, terus berbelok-belok seperti melewati sebuah sirkuit. Tidak berlebihan bahwa pelaksanaan demonstrasi pada alam demokrasi kekerabatan, maka para demonstran seperti drama kolosal sudah diskenario hanya sekedar akting di panggung dan layar besar. Walaupun sesunggunya hanya suara sumbang.

    Bahkan demonstrasi dalam negara demokrasi kontemporer dengan kebijakan politik, begitu kental dengan “kekuasaan” partai politik dan hegemoni eksekutif menyatu dalam berbagai keputusan maupun peraturan perundang-undangan untuk menyuarakan suara partai, bukan membela kepentingan rakyat, maka demontrasi itu tidak ubahnya seperti pergelaran drama kontemporer.

    Semakin kontemporer mengaduk-aduk isu dan isi tuntutan demonstrasi, maka semakin nyaman sebuah pergelaran panggung drama itu.

    Bahkan 4 tuntutan demo 11 April 2022 tidak fokus dan tidak  meminta sebuah perubahan langsung untuk kepentingan rakyat. Padahal di depan mata minyak goreng langka dan mahal hingga rakyat antri, bahan bakar minyak (terutama solar) naik dan langka hingga merusak harga kebutuhan bahan pokok, menjadi ganti harga dan mencekik. Sementara petani dibiarkan dalam keadaan terombang-ambing dan terus menerus merugi

    Empat Tuntutan

    Kondisi riil di lapangan demo 11 April 2022, sudah bergeser dari rencana awal si depan Istana Kepresidenan, Jakarta, pindah ke depan Gedung DPR.

    Reporter :
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan