Senin, 8 Agustus 2022
31 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaDPRD Surabaya Soroti Sertifikat Laik Fungsi TP 5

    DPRD Surabaya Soroti Sertifikat Laik Fungsi TP 5

    SURABAYA (WartaTransparansi com) –  Kalangan dewan DPRD Surabaya menyoroti keberadaan Sertifikat Laik Fungsi (SFL) dari pemkot Surabaya, yang dimiliki pihak manajemen Tunjungan Plaza (TP) 5. Hal tersebut terkait adanya insiden kebakaran yang terjadi pada pusat perbelanjaan modern tersebut pada Rabu malam (13/04).

    Imam Syafii menyatakan adanya informasi Izin Layak Huni (ILH) TP 5 telah berakhir Januari 2021. Dan semenstinya, sebagai pengganti ILH yang sudah kadaluarsa berlakunya, TP 5 mengajukan SLF kembali ke Pemkot Surabaya.

    “Tapi kenyataannya sudah setahun lebih, TP 5 belum mengantongi SLF. Sedangkan TP 6 sudah memiliki SLF tertanggal 17 September 2020,” ungkapnya.

    Politisi Nasdem ini menambahkan jika informasi ini benar, pemilik dan pengelola TP 5 betul-betul abai terhadap aturan yang akhirnya berakibat terjadinya kebakaran.
    “Sangat mungkin kebakaran terjadi karena bangunan dan gedung TP 5 tidak pernah diuji dan lolos uji kelayakannya, tuturnya.

    Baca juga :  Balap Karung ODGJ Liponsos Meriahkan 77 Tahun Kemerdekaan RI

    Imam menegaskan, SLF Bangunan Gedung sudah diatur di Perwali No 14 Tahun 2018. Semua bangunan gedung di Surabaya wajib mengantongi SLF, termasuk bangunan strata title seperti Tunjungan Plaza.

    Sebuah bangun yang diberikan SLF harus dengan pemeriksan sangat ketat. Mulai dari aspek persyaratan keselamatan, persyaratan kesehatan, persyaratan kenyamanan dan persyaratan kemudahan.

    OPD yang menangani terbentuknya SLF dalam memberikan penilaian dan rekomendasi adalah Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemadam Kebakaran, dan Dinas PU Bina Marga.

    Jika diketahui TP 5 tidak punya SLF, operasional TP 5. Pemkot Surabaya seharusnya menghentikan opersionalnya.

    “Tolong dihentikan operasionalnya sampai mempunyai SLF. Ini demi kepentingan dan keselamatan publik. Baik pegawai, pemilik toko maupun pengunjung TP 5,” tegas Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya.

    Baca juga :  SWK Ketintang Dilaunching 17 Agustus

    Iamengaku curiga terhadap keberadaan SLF TP 5 tersebut. Ketika mendengar cerita beberapa saksi mata di lokasi kebakaran. Dengan memperhatikan adanya sprinkle yang tidak berfungsi sampai penanganan dari petugas sekuriti TP 5 yang terlihat gagap dan bingung saat kali pertama melihat kobaran api. (Dji)

    Reporter : Sumardji

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan