Senin, 8 Agustus 2022
26 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaKetua Golkar Jatim, Reog Ponorogo Harus Dirawat, Dijaga Sejarahnya dan Membuat Event 
    Agar tidak di klaim negara lain

    Ketua Golkar Jatim, Reog Ponorogo Harus Dirawat, Dijaga Sejarahnya dan Membuat Event 

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Ketua DPD Golkar Jawa Timur  M. Sarmuji mengatakan perlu ada strategi agar Reog Ponorogo tidak lagi di klaim sebagai milik negeri jiran Malaysia. Selain merawat wujud kebudayaannya, tidak kalah penting adalah menjaga sejarahnya plus membuat event sebagai daya tarik wisata.

    Pernyataan Cak Sar, panggilan akrap Sarmuji menanggapi ramainya pemberitaan di media massa belakangan menyusul klaim Malaysia bahwa Reog Ponorogo adalah miliknya dengan nama Barongan dan akan didaftarkan secara resmi ke UNESCO.

    “Kebudayaan adalah hal yang dinamis yang selalu berkembang dari waktu ke waktu sehingga diperlukan strategi kebudayaan yang komprehensif agar ke depan tidak ada kejadian serupa yang berulang,” kata Sarmuji kepada media ini di Surabaya, Kamis (14/4/2022).

    Baca juga :  Agustusan di UPTD Griya Wreda Bikin Bahagia Lansia

    Selama masyarakatnya terus menjaga dan melestarikannya, ditambah variasi-variasi turunannya sehingga menjadi rawan diklaim oleh komunitas masyarakat lain di luar produk budaya itu bermula.

    Semua kebudayaan yang kita miliki memiliki historisnya masing-masing. Dengan menjaga sejarahnya, produk budaya bisa dirunut dari mana ia berasal, bagaimana produk budaya tersebut terbentuk dan bagaimana wujud evolusinya.

    Wakil Ketua Komisi VI DPR RI itu menilai bahwa saat ini seluruh masyarakat dunia dihadapkan pada globalisasi yang memungkinkan masyarakat akan diberikan alternatif-alternatif kebiasan dan perilaku perilaku yang dianggap lebih praktis dan jika dibandingkan memakai tata cara lama yang dianggap berbelit dan cenderung ‘kuno’.

    “Kita sudah memasuki jaman global yang dihadapkan pada pilihan-pilihan praktis yang ada di genggaman berupa teknologi informasi yang sewaktu-waktu bisa kita akses dan aktualisasi dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh budaya barat yang ‘cenderung’ simpel dan praktis pastinya akan memiliki daya tawar yang kuat karena mengandung modernisasi jika dibandingkan kebiasaan yang dianggap lokal yang terstigmatisasi ‘kuno’,”  ujar Sarmuji.

    Baca juga :  Gubernur Lepas Kontingen Pramuka Jatim ke Jamnas XI Cibubur

    Pemerintah baik pusat maupun daerah memiliki pekerjaan yang berat untuk terus menjaga kebudayaan dan melestarikan produk budaya yang jumlahnya ribuan dan beraneka ragam ini.

    “Untuk saat ini usaha paling sederhana yang bisa dilakukan oleh pemerintah adalah bagaimana menggiatkan even-even budaya yang dikemas menarik sebagai daya tarik pariwisata di masing-masing daerah,” Ujar Sarmuji

    Anggota DPR RI dari Jawa Timur tersebut juga meminta kepada pemerintah agar menyusun strategi kebudayaan yang komprehensif. Akan diapakan dan diolah seperti apa produk budaya Indonesia yang jumlahnya ribuan dan memiliki kekhasan dibanding negara lain.

    Lebih lanjut Sarmuji berharap pemerintah Indonesia berkaca kepada strategi kebudayan negara Korea yang begitu ekspansif sehingga produk-produk budaya yang dimilikinya bisa menjadi konsumsi masyarakat dunia.

    Baca juga :  Pemkot Surabaya Bagikan Bendera Merah Putih secara Gratis

    “Kita harus belajar bagaimana Pemerintah Korea yang begitu konsen memoles produk budayanya sehingga bisa menjadi produk budaya global yang dikonsumsi oleh masyarakat dunia.

    Sebagai contoh saja dengan cukup menikmati drama Korea kita menjadi tahu kalau kuliner, fashion, dan kebiasaan di dalam film tersebut tersebut merupakan milik bangsa Korea.

    Dengan strategi kebudayaan yang komprehensif perlu harus adu dokumen adu klaim kekuatan di Unesco untuk hanya mendapatkan pengakuan bahwa produk budaya Reog Ponoogo tersebut adalah milik kita,” pungkas Sarmuji. (min)

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan