Sabtu, 28 Mei 2022
25 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaPasar Turi Dibuka 22 Maret, Eri: Ego Harus Dilepas

    Pasar Turi Dibuka 22 Maret, Eri: Ego Harus Dilepas

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Pasar Turi Baru akan dibuka dan dioperasionalkan pada 22 Maret 2022 nanti. Kalangan DPRD Kota Surabaya memberikan apresiasi menyusul intervensi Pemkot Surabaya dalam menyelesaikan persoalan pedagang dan investor.

    Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan, pemkot terus menyelesaikan berbagai persoalan yang menjadi keluhan para pedagang. Bahkan, beberapa persoalan itu sudah diselesaikan pada saat duduk bersama antara pedagang, investor atau pengelola Pasar Turi Baru, dan juga jajaran Pemkot Surabaya.

    “Pada saat duduk bersama itu, diawal-awal saya sampaikan bahwa egonya harus diletakkan dulu, dan kita harus meletakkan kepentingan pribadi di atas kepentingan umat. Buat saya, pemerintah hadir itu sebagai fasilitator dan harus bisa memberikan pengayoman, dan itu yang saya lakukan untuk menyelesaikan persoalan di Pasar Turi Baru ini,” katanya, Jumat (11/3/2022).

    Tanggapan positif pun datang dari kalangan DPRD Kota Surabaya. Mereka menilai bahwa langkah Wali Kota bersama jajaran Pemkot Surabaya sangat luar biasa, karena pasar tersebut sudah belasan tahun bermasalah.

    “Saya harus objektif ya, bahwa apa yang dilakukan oleh Pak Wali ini sangat fenomenal,” kata Sekretaris Komisi B DPRD Surabaya Mahfudz.

    Baca juga :  Partai Demokrat Pastikan Reog Milik Bangsa Indonesia

    Ia mengakui bahwa sudah beberapa kali ditemui dan menerima keluhan dari para pedagang, terutama yang menempati stand di Tempat Penampungan Sementara (TPS). “Sebelumnya, kami sudah berusaha mencarikan jalan keluar tetap saja buntu. Saya sampai sempat putus asa tidak menemukan jalan keluar. Nah, dengan adanya intervensi langsung pemkot, alhamdulillah sudah ada jalan. Ini pasti doa banyak orang dan dikabulkan oleh Allah melalui tangannya Pak Eri,” katanya.

    Untuk itu,  Mahfudz meminta kesempatan ini untuk tidak disia-siakan para pedagang. Sebab, selama ini dia melihat memang ada gap atau kesenjangan antara pihak pedagang dengan pengelola Pasar Turi Baru itu, sehingga sudah menjadi kewajiban pemerintah kota hadir untuk memberikan jalan tengah.

    “Pemerintahan Pak Eri ini sudah bisa menjadi penengah, tapi juga jangan sampai pasar turi ini seperti pasar-pasar lainnya yang cenderung mati suri. Makanya, pemerintah harus benar-benar hadir dalam mengawasi, sehingga benar-benar bisa mengembangkan dan menumbuhkan pasar tersebut. Jadi, saya berharap ini menjadi triger untuk terus mengembangkan pasar-pasar lainnya di Kota Surabaya,” ujarnya.

    Ia juga meminta pihak investor atau pengelola Pasar Turi Baru untuk profesional, jangan sampai ketika sudah berjalan atau beroperasi, beberapa fasilitas untuk pedagang dikurangi. Sebab, kejadian seperti ini sudah terjadi di beberapa pasar di Surabaya.

    Baca juga :  Wakil PKB Tak Respon, Reni dan Ayu Temui Masa Pendemo

    “Nah, di sinilah tugas pemerintah untuk hadir dalam mengatasi investor,” katanya.

    Sebelumnya, Selasa 8 Maret kemarin, Wali Kota mempertemukan tim dari PT Gala Bumi Perkasa (Manajemen Pasar Turi) dengan para pedagang Pasar Turi yang tergabung dalam Himpunan 7 Organisasi Pedagang Pasar Turi (HOPPT), dib alai mota.

    Saat itu, Eri langsung meminta list permasalahan dan keluhan para pedagang dan investor. Semua langsung langsung dibahas dan dicarikan solusi.

    ”Dalam pertemuan itu saya sampaikan, kalau mau ambil keputusan tidak bisa kuat-kuatan. Ayo ditaruh dulu ego masing-masing dan harga diri masing-masing, makanya ada yang naik dan ada yang turun,” katanya.

    Menurutnya, memang ada beberapa keluhan dan permintaan pedagang pasar turi kepada PT Gala Bumi Perkasa. Namun, semua permintaan mereka itu tidak mungkin bisa diakomodasi semua, sehingga ego pedagang harus diturunkan.

    Bahkan, ketika ada permasalahan soal air, gas dan listrik, Eri meminta bantuan tenaga ahli untuk menghitungnya. Hasilnya, nanti PT Gala Bumi Perkasa dengan para pedagang diminta untuk mengikutinya. “Jadi, ini waktunya pemkot intervensi. Kalau tidak, ya tidak akan pernah ketemu. Pemkot bergerak untuk membantu umat,” tegasnya.

    Baca juga :  Gubernur Khofifah Pastikan 15 Kab/Kota Jatim Zona Hijau PMK

    Eri member contoh ketika ada permasalahan tentang service charge. Para pedagang meminta Rp70 ribu, dan PT Gala Bumi, sementara ini menetapkan Rp90 ribu, sehingga harus diambil jalan tengahnya, yaitu Rp80 ribu.

    “Tapi masih kita hitung dan teman-teman sudah sepakat yang penting jangan demi kepentingan pribadi. Jadi, akan dibicarakan lebih lanjut dengan pihak pengelola,” katanya.

    Ia juga menegaskan bahwa semua pedagang yang ada di tempat penampungan sementara, dan sudah tercatat dalam nama-nama pedagang di Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag), akan diakomodasi untuk masuk semuanya ke dalam pasar turi.

    “Bahkan, kalau nanti sudah clear semuanya, nanti stand yang ada di tempat penampungan sementara itu akan dibongkar, dan semuanya masuk ke dalam Pasar Turi Baru,” tandasnya.

    Sesuai rencana, Pasar Turi Baru itu akan dibuka dan dioperasionalkan kembali pada 22 Maret 2022. Hal ini untuk mengejar pemenuhan kebutuhan menjelang bulan Ramadhan pada April nanti dan Hari Raya Idulfitri. “Semoga sesuai rencana,” harap Eri. **

    Reporter : Wetly
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan