Minggu, 25 September 2022
29 C
Surabaya
More
    LapsusPerbatasan Negara dan Representasi Wajah Bangsa Indonesia

    Perbatasan Negara dan Representasi Wajah Bangsa Indonesia

    Oleh Wetly

    Sore itu waktu sudah menunjukkan pukul 15.30 WIT. Rombongan kami bersiap melanjutkan perjalanan menuju gerbang perbatasan wilayah Indonesia-PNG, setelah sekitar 15 menit berhenti dan berfoto ria di kawasan tugu kembaran.

    Dari pertigaan Tugu Kembaran Sabang Merauke, lokasi gerbang perbatasan Indonesia-PNG terisisa sekitar 3 km saja. Jalannya mulus, dan tak berkelok-kelok

    Sebelum masuk ke area tugu titik Nol Km yang jaraknya tinggal sekitar 500 meter, rombongan diwajibkan melapor ke pos penjagaan yang dijaga oleh sejumlah personel TNI AD. Saya melihat hanya kepala rombongan yang turun dari mobil dan melapor. Selanjutnya, iring-iringan langsung menuju lokasi dan berhenti di area parkir yang sudah tersedia.

    Saat turun dari mobil, saya menghirup udara sejuk, jauh dari polusi. Mata juga dimanjakan dengan asrinya kawasan perbatasan itu dengan banyaknya pepohonan tertata rapi. Sekitar 50 meter dari area parkir, tampak jelas tugu titik Nol KM.

    Dan hanya berjarak 100 meter dari tugu titik Nol Km, tampak gapura berukuran besar berpagar besi. Lebarnya sekitar 12 meter dengan ketinggian lima meter. Di atas gapura tertulis PLBN (Pos Lintas Batas Negara) Sota.

    PLBN Sota berbatasan langsung dengan Negara PNG, adalah sebuah pos dan tempat pemeriksaan lalu lintas keluar masuk manusia dan barang antar negara. Sekaligus merupakan etalase kemajuan Indonesia di batas negara. PLBN Sota juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, khususnya lokal.

    Perbatasan Negara dan Representasi Wajah Bangsa Indonesia
    Tugu Nol KM Merauke-Sabang.

    Meski terhalang dengan pagar besi, saya sempat berbicara dengan Koordinator Security PLBN Sota, Roy Malioy. Menurutnya, selama menjaga perbatasan tidak ada kejadian-kejadian krusial yang dapat mengganggu keamanan Negara Republik Indonesia (NKRI). Bahkan dengan Masyarakat PNG bisa saling kenal, karena mereka sering bulak balik ke PLBN Sota.

    Sota, lanjutnya, menjadi daerah yang sering dikunjungi oleh warga PNG, khususnya warga Desa Wariaber. Ini karena mereka sering melakukan jual-beli. Bahkan, ada pula beberapa warga mereka yang bersekolah di distrik Sota.

    Sayangnya, keinginan saya untuk bisa masuk dan melihat patok perbatasan hasil survei Indonesia dan PNG Tahun 1983 yang menjadi batas dua Negara, tidak kesampaian. Padahal, jarak hanya tinggal puluhan meter saja dari gapura. “Maaf, saat ini untuk melihat patok perbatasan masih ditutup. Sebab, dalam waktu dekat PLBN Sota akan diresmikan Pak Presiden Jokowi,” ujar Roy.

    PLBN Sota sebagai tempat pemeriksaan sekaligus pelayanan masuk keluar orang dan barang menggunakan pas lintas batas. (Saat ini belum menggunakan paspor). Menjadi sistem utama dalam melayani masyarakat perbatasan, khususnya yang berhubungan dengan lintas batas. Di samping fungsi pertahanan dan keamanan, PLBN Sota juga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat perbatasan dengan menciptakan embrio pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dan kesenian.

    “Perekonomian kami sangat terbantu. Sebab, dengan adanya pembangunan PLBN Sota menarik wisatawan untuk datang berkunjung. Dulu sebelum Covid-19, setiap hari banyak wisatawan datang dan mampir berbelanja di kios-kios. Macam-macam, seperti souvenir Papua, minyak kayu putih, madu dan lainnya. Sekarang di tengah pandemi Covid-19, kunjungan wisatawan berkurang,” ujar mama Foni.

    PLBN Sota merupakan PLBN ke-8 yang dibangun pemerintah di perbatasan-perbatasanTanah Air. Di Papua, Sota merupakan PLBN kedua yang dibangun setelah PLBN Skouw.

    Pelaksanaan pembangunan PLBN Sota Merauke sudah dimulai sejak Maret 2019 dan menghabiskan anggaran Rp 114 miliar.

    Kawasan perbatasan Sota dibangun Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Papua Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR yang terbagi menjadi zona inti, sub inti, dan pendukung dengan luas 5,6 hektar.

    Pada zona inti telah diselesaikan bangunan utama PLBN seluas 1.000 meter persegi, Gerbang Tasbara, monumen atau Patung Garuda, pekerjaan interior, pagar keliling, CCTV, portal, tiang bendera dan signage, X Ray Scanner, dan walktrought metal detector.

    Sedangkan untuk zona sub inti dibangun rumah pegawai sebanyak 16 unit tipe 36, mushola, gereja, beserta interiornya. Kemudian juga diselesaikan bangunan zona pendukung berupa pasar perbatasan sebanyak 15 kios, Patung Soekarno, dan bangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah.

    Di kawasan sekitar perbatasan, Kementerian PUPR juga melengkapi bangunan utilitas, area parkir, lansekap, Mekanikal, Elektrikal dan Plumbing (MEP), sistem drainase dan sanitasi serta didukung akses jalan yang mulus.

    Pada Minggu 3 Oktober 2021, PLBN Sota akhirnya diresmikan Presiden Joko Widodo. Presiden menyebut, bahwa kawasan perbatasan harus terus dibangun karena merupakan representasi wajah bangsa Indonesia. (habis)

    Penulis : wetly

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan