Sabtu, 28 Mei 2022
25 C
Surabaya
More
    Jawa TimurKediriBupati Kediri Jamin Ketersediaan Pupuk Bagi Petani

    Bupati Kediri Jamin Ketersediaan Pupuk Bagi Petani

    KEDIRI (WartaTransparansi.com) – Meski program tani organik yang digagas mulai diminati masyarakat, Bupati Kedirii tetap menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani, Jumat (14/1/2022).

    Kabupaten Kediri termasuk kabupaten paling cepat kedua di Jawa Timur yang mengeluarkan regulasi alokasi pupuk bersubsidi.

    SK Bupati nomor 188.45/21/418.08/2022 tentang alokasi dan harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi sektor pertanian Kabupaten Kediri telah ditetapkan pada 10 Januari 2022.

    Dalam acara pertemuan dengan petani organik di Kecamatan Purwoasri pada Senin (11/1) pekan lalu. Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramono, mengakui begitu Surat Keputusan (SK) Gubernur turun, pihaknya segera mengeluarkan SK Bupati terkait alokasi pupuk bersubsidi itu.

    “Kabupaten kediri nomor dua di Jawa Timur yang mengeluarkan SK terkait pupuk,”ucapnya.

    Baca juga :  Tujuh Langkah Strategis Bupati Kediri Tangani Kasus PMK

    Pada tahun 2022, alokasi pupuk bersubsidi untuk jenis Urea sebanyak 38.659 ton, SP-36 sebanyak 1.260 ton, NPK 26.665 ton. Kemudian untuk Pupuk Organik Granul (POG) sebanyak 13.219 ton dan Pupuk Organik Cair (POC) sebanyak 2.844 ton.

    Adapun, harga ecer tertinggi (HET) pupuk bersubsidi untuk jenis Urea Rp 2.250 per kg, pupuk SP-36 Rp 2.400 per kg, pupuk ZA Rp1.700 per kg, pupuk NPK Rp 2.300 per kg. Kemudian, pupuk organik granul Rp 800 per kg, dan pupuk organik cair Rp 20.000 per liter. Ungkapnya.

    Bupati yang akrab disapa Mas Bup Dhito menambahkan, berkenaan pendistribusian pupuk bersubsidi yang dulunya berdasar SK Kepala Dinas Pertanian, saat ini harus ada SK Gubernur, kemudian Bupati.

    Baca juga :  Peringati Bulan Menggambar, Sejumlah Seniman Kediri Gelar Melukis Bersama

    Dengan diterbitkannya SK tersebut, petani yang membutuhkan pupuk bersubsidi bisa langsung mencari di kios tani.

    “Pupuk semua ada di kios. Tapi tidak bisa menjual kalau tidak ada SK Bupati, tapi SK tersebut sekarang sudah ada,”tegasnya.

    Disisi lain, Desa Inovasi Tani Organik (DITO) yang menjadi program prioritas sejak awal kepemimpinannya secara bertahap mulai diminati oleh para petani.

    Kebijakan tersebut, saat ini sudah mulai terlihat seperti di beberapa wilayah Kecamatan di Kabupaten Kediri

    ” Selain di Kecamatan Purwoasri, petani organik juga mulai berjalan di Kecamatan Kepung”urainya.

    Terpisah, salah satu warga Desa Besowo, Edi Purwanto menyampaikan, saat ini petani organik mulai banyak karena harga pupuk kimia diakui terus naik.

    Baca juga :  Selama 14 Hari, Pasar Hewan Muning Kota Kediri akan Ditutup

    Ia mengakui secara bertahap mulai melakukan pengurangan pupuk kimia dan lebih memperbanyak penggunaan pupuk organik.

    “Kami ingin setiap desa ada bantuan penghancur srintil yakni pupuk kandang karena yang kimia itu naik terus,”ujarnya.

    Menanggapi permintaan Edi Purwanto, Mas Dhito menyampaikan bahwa Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) tahun 2022 telah menyediakan bantuan peralatan penghancur pupuk.

    Dirinya juga memerintahkan supaya warga Besowo tersebut mendapatkan bantuan peralatan itu.

    Sementara itu, Plt Kepala Dispertabun Kabupaten Kediri Anang Widodo menerangkan, output program DITO, pertama menghasilkan produk yang murni organik yang bisa di manajemen dari hulu sampai hilir dan tersertifikasi.

    Kedua, bagaimana program DITO bisa mengurangi ketergantungan petani terhadap penggunaan pupuk kimia.

    ” Dalam hal ini, konsep yang telah kita jalankan yakni pengurangan pupuk kimia antara 30 sampai 50 persen,”Pungkasnya. (abi).

    Reporter : Moch Abi Madyan
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan