Minggu, 2 Oktober 2022
25 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaEri Ingatkan Jajarannya Jangan Pernah Merasa di Zona Nyaman

    Eri Ingatkan Jajarannya Jangan Pernah Merasa di Zona Nyaman

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Dalam Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru di tahun 2022, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan jajarannya agar jangan pernah merasa berada di zona nyaman.

    Pada kesempatan itu, Wali Kota Eri memberikan arahan penting yang harus dilakukan oleh staf pemkot dalam menjalankan amanahnya itu. Awalnya, ia meminta kepada seluruh jajaranya untuk meminta ridho dan doa restu dari orang tuanya masing-masing.

    “Di awal tahun 2022 ini, semua untuk terus bersemangat dan berempati melayani seluruh warga Kota Surabaya. Saya minta agar seluruh jajaran bisa langsung turun dan mendekatkan diri kepada masyarakat,” tegas Eri, Selasa (4/1/2022).

    Ia juga mengingatkan agar seluruh jajarannya bisa menghormati dan melanjutkan perjuangan-perjuangan para pemimpin Surabaya sebelumnya.

    “Waktunya kita melakukan perbaikan dan perjuangan untuk mengoptimalkan apa yang sudah beliau lakukan di Surabaya. Karena itu saya membutuhkan inovasi untuk warga Surabaya, maka jangan pernah dalam zona nyaman,” tegasnya.

    Baca juga :  Khofifah Kunjungi Pasar Soponyono Pastikan Harga Bahan Pokok Tetap Stabil

    Eri menegaskan bahwa tidak akan mencopot atau mengganti pejabat struktural di lingkungan Pemkot Surabaya. Namun, apabila melakukan rotasi, bagi dia merupakan hal biasa yang dilakukan setiap dua tahun sekali dan maksimal tiga tahun sekali.

    “Karena semua OPD punya output dan outcome berbeda-beda yang harus dipertanggung jawabkan,” ujarnya.

    Wali Kota juga meminta kepada seluruh Camat, Lurah, dan penanggung jawab OPD untuk bisa memberikan solusi dan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Apalagi, dia mengaku ingin tahu apakah Camat, Lurah, dan jajaran PD itu bisa memberikan solusi bagi warga yang kesusahan atau tidak.

    “Semuanya harus turun ke masyarakat, makanya ketika membuat anggaran harus mengetahui kondisi warganya. Ketika dinas meminta data stunting, data gizi buruk, data MBR, maka yang harus mengerti adalah kelurahannya,” tegasnya.

    Baca juga :  Akhir Tahun 2023, Semua Wilayah Surabaya Sudah Teraliri Air PDAM

    Ia juga menjelaskan bahwa semua kontrak kerja yang berhubungan dengan output dan outcome Kepala Dinas, Camat, dan Lurah, akan ditandatangani pada minggu keempat bulan Januari 2022.

    “Saya minta E-Project Planning-nya harus selesai di minggu kedua bulan Januari 2021 dan semua proyek, serta kegiatan yang fisik dan non fisik yang sifatnya tidak perbulan pertanggungjawabannya, itu harus 100 persen berhenti di bulan November. Kecuali untuk kegiatan PAK (Perubahan Anggaran Keuangan) dan kegiatan revisi,” imbuhnya.

    Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa para Staf Ahli Wali Kota yang akan menilai laporan output dan outcome dari seluruh staf itu. Apabila tidak berjalan, maka Wali Kota akan mencopot Kepala Dinas, Camat, Lurah dan lainnya. Sebab, kontrak kinerja tersebut dibuat dengan jelas, terukur, dan terbaca.

    Baca juga :  Gubernur Khofifah : Pancasila Sumber Kekuatan untuk Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat

    “Ketika saya mencopot njenengan (anda), itu berdasarkan tidak sesuainya output outcome-nya njenengan (anda) di kontrak kinerja. Ketika tidak sesuai, njenengan (anda) harus mundur, saya meminta tim anggaran membuat output outcome-nya sampai detail dan berbeda dari sebelumnya,” katanya.

    Di sisi lain, Eri juga meminta adanya regenerasi di lingkungan Pemkot Surabaya. Menurut dia, ketika ada pejabat yang hendak purna tugas (pensiun), maka harus melepas jabatannya dan memberikan kesempatan, serta dorongan kepada generasi muda. Selanjutnya, dia juga membuat tagline baru yang menjadi pedoman untuk melayani seluruh masyarakat di Kota Pahlawan.

    “Tagline kita adalah ‘Keluar Membawa Solusi’ dan setiap permasalahan yang masuk, maka keluar harus membawa solusi. Saya titip ini kepada njenengan (anda), karena itu akan menjadi catatan kinerja njenengan (anda),” ungkapnya. **

    Editor : Wetly

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan