Minggu, 2 Oktober 2022
25 C
Surabaya
More
    HukrimPolres Kediri Akan Periksa Penanggung Jawab Konser di Tengah Pandemi Covid-19

    Polres Kediri Akan Periksa Penanggung Jawab Konser di Tengah Pandemi Covid-19

    KEDIRI (WartaTransparansi.com) – Buntut dari beredarnya sebuah video detik-detik panggung hiburan musik roboh dan viral di media sosial (medsos) pada hari Minggu (2/1). Polres Kediri akan periksa penanggung jawab konser di tengah pandemi Covid-19.

    Kegiatan hiburan musik tersebut digelar di lokasi wisata Sumber Towo Desa Menang Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri.

    Dimana sebelumnya, panggung yang dipasang di atas kolam berupa papan kayu dengan penyangga rangka besi mengalami roboh, diduga akibat tidak mampu menahan beban puluhan orang yang berjoget, mengikuti alunan dentuman musik dari sound system.

    Panggung ambruk dan para penontonnya tercebur ke kolam berkedalaman sekitar 1 meter. Puluhan penonton yang panik langsung berusaha menyelamatkan diri.

    dalam video juga terlihat adanya sejumlah warga berdesak-desakan dan tidak memakai masker atau protokol kesehatan, meski saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19.

    Sementara itu, diduga pihak penyelenggara kegiatan juga belum mengantongi izin resmi baik dari kepolisian maupun gugus tugas Covid-19 Kabupaten Kediri.

    Polres Kediri Akan Periksa Penanggung Jawab Konser di Tengah Pandemi Covid-19
    Suasana pada saat kejadian robohnya panggung konser dangdut di Desa Menang Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri Jawa Timur Senin (3/1/2022)

    Berkenaan kejadian robohnya panggung konser musik tersebut, pihak Pemerintah Desa Menang dan kepolisian langsung turun ke lapangan.

    Kapolres Kediri AKBP Agung Setyo Nugroho menjelaskan, pihaknya sangat menyayangkan adanya kegiatan warga dengan jumlah massa yang banyak, bahkan tidak sesuai prosedur protokol kesehatan.

    Terlebih kegiatan tersebut, tidak memiliki izin atau laporan ke Sat Intel Polres Kediri, maka pihaknya akan melakukan pemeriksaan atas kegiatan ini dan memeriksa siapa yang bertanggung jawab.

    ” Kami akan melakukan pemeriksaan kepada siapa saja yang bertanggung jawab atas terselenggaranya kegiatan ini, karena kegiatan ini tidak ada izin atau pemberitahuan sebelumnya,”tuturnya.

    Dirinya juga akan memerintahkan jajaranya untuk menyelediki bilamana adanya keterlibatan internalnya. Ungkapnya, Senin,(3/1/2022).

    AKBP Agung menambahkan, ditengah situasi pendemi Covid-19 sebaiknya masyarakat harus bisa menahan diri untuk tidak melakukan kegiatan yang bisa mengundang kerumunan massa, yang dikhawatirkan jika terjadi klaster baru.

    Diharapkan atas peristiwa yang telah terjadi menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran bagi kita semua sebagai warga yang taat kepada aturan Pemerintah, serta semoga tidak terulang lagi kedepannya.

    Bilamana masyarakat ingin mengadakan kegiatan dalam bentuk apapun dengan mengundang keramaian atau kerumunan harus mendapatkan izin dari pihak kepolisian dan pemerintah Kabupaten Kediri.

    ” Ini sebagai pembelajaran bagi masyarakat yang lain, kalau ada kegiatan seperti ini tidak terjadi lagi,” tegasnya.

    Terpisah, Kepala Desa Menang Linda Endrawati mengatakan, pihaknya mengaku tidak pernah memberikan izin terkait kegiatan di Sumber Towo tersebut.

    Namun, sepengatahuan dirinya telah diberitahu oleh Ketua RT dan RW jika di wisata kolam Sumber Towo akan diadakan senam sebagai sarana memperkenalkan Sumber Towo sebagai tempat wisata alam dan air di Desa Menang.

    ” Kami tidak tahu jika ternyata laporan dari Ketua RT dan RW ada senam, ternyata konser sound system musik. Jadi acara konser sound system musik tersebut tidak ada izin,”pungkasnya.(abi)

    Reporter : Moch Abi Madyan

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan