Senin, 26 September 2022
25 C
Surabaya
More
    OlahragaKelelahan, Penyebab Timnas Indonesia Gagal Menang

    Kelelahan, Penyebab Timnas Indonesia Gagal Menang

    KALLANG (WartaTransparansi.com) – Timnas Indonesia gagal meraih kemenangan saat menghadapi Singapura pada leg pertama semifinal Piala AFF 2020 di National Stadium, Kallang, Singapura, Rabu (22/12/2021) malam WIB. Hasil imbang 1-1 ini membuat skuad Garuda Muda harus berhitung untuk bisa melaju ke final.

    Pada laga tersebut,tim asuhan Shin Tae-yong sebenarnya mampu unggul lebih dulu melalui aksi Witan Sulaeman pada menit ke-28. Namun, kemenangan yang hampir diraih sirna pada menit ke-70 setelah Ikhsan Fandi mencetak gol penyeimbang. Adapun Ikhsan Fandi yang merupakan anak mantan bintang Niac Mitra Fandi Ahmad, menjadi pencetak gol terbanyak untuk tim Singapura. Dia tercatat telah membukukan tiga gol selama pergelaran Piala AFF 2020.

    Setelah itu, skuad Merah Putih berusaha untuk mencari gol tambahan. Namun, hingga waktu normal berakhir tak ada gol yang mampu dicetak oleh Timnas Indonesia. Secara matematis, Timnas Indonesia dan Singapura masih sama-sama berpeluang melaju ke final Piala AFF 2020. Syarat yang harus ditempuh kedua tim sama, yakni harus meraih kemenangan.

    Baca juga :  Ketum PB WI Airlangga Hartarto: 70 Negara Bakal Ikuti Kejuaraan Dunia Wushu di Bumi Serpong

    Keduanya akan kembali berlaga di leg kedua semifinal Piala AFF 2020, Sabtu (25/12/2021). Pasukan Shin Tae-yong wajib meraih kemenangan untuk bisa melaju ke final. Bila meraih hasil imbang, maka kedua tim harus melanjutkan pertandingan ke babak perpanjangan waktu. Pertandingan kemudian akan berlanjut ke babak adu tendangan penalti bila dalam 2×15 menit perpanjangan waktu tak menemui pemenang.

    Situasi ini yang membuat Timnas Indonesia wajib bekerja keras. Karena Piala AFF 2020 tak menggunakan aturan gol tandang. Penyebabnya adalah turnamen ini digelar terpusat di Singapura alias tanpa sistem kandang dan tandang. Artinya, hasil yang diraih pada leg pertama akan ditambah dengan skor pada leg kedua. Dengan demikian, menang atau kalah dengan skor berapapun tak akan ada artinya.

    Baca juga :  FIFA Minta Rumput Gelora Bung Tomo Standar Sepakbola

    Dengan demikian, Timnas Indonesia wajib mengerahkan segala kekuatan untuk bisa meraih kemenangan. Namun, Singapura juga diprediksi bakal bermain agresif untuk meraih kemenangan.

    Jalannya permainan di leg pertama, Indonesia memiliki penguasaan bola yang sama kuat dengan Singapura. Kedua tim sama-sama memiliki 50 persen penguasaan bola sepanjang pertandingan. Namun, skuad Garuda kalah efektifitas dari Singapura. Pasukan Shin Tae-yong memiliki enam tembakan yang dua di antaranya tepat sasaran.

    Adapun Singapura berhasil melepaskan delapan tembakan. Pasukan The Lions tercatat melepaskan tiga tembakan yang akurat ke gawang Timnas Indonesia kawalan Nadeo Argawinata.

    Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong mengungkap bahwa faktor kelelahan menjadi penyebab kegagalan timnya meraih hasil maksimal.Bagaimana tidak, Skuad Garuda harus bermain lima kali dalam 13 hari. Artinya, Ricky Kambuaya dkk. bertanding sekitar dua setengah hari sekali. “Saya tidak puas dengan hasil malam ini. Saya sudah menduga bahwa para pemain akan kelelahan dan ini saatnya,” kata Shin Tae-yong dalam konferensi pers pasca-laga.

    Baca juga :  Tim Biliar Porwarnas Jatim Asah Kemampuan

    “Memang lebih baik kelelahan itu datangnya sekarang. Jadi, kami bisa melakukan persiapan untuk leg kedua melawan Singapura,” jelas arsitek asal Korea Selatan itu. Karena mereka akan kembali menghadapi Singapura dalam pertemuan kedua semifinal Piala AFF. Pertandingan hidup mati buat kedua negara itu akan dimainkan pada 25 Desember 2021 di Natonal Stadium, Singapura. (sr)

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan