Senin, 24 Januari 2022
31 C
Surabaya
More
    OpiniTajukPenguatan Peremajaan PMI Jatim

    Penguatan Peremajaan PMI Jatim

    Oleh Djoko Tetuko – Pemimpin Redaksi WartaTransparansi

    Penganugerahan piagam penghargaan dan Satya Lancana Donor Darah sukarela PMI Jatim, di Gedung Negara Grahadi, sesunggunya sebuah panggilan bahwa kehebatan penerima anugerah ada kewajiban bersama melakukan penguatan peremajaan Palang Merah Indonesia (PMI) Jatim.

    Terutama dalam hal kegiatan kemanusian, dengan tujuan utama meringankan penderitaan sesama manusia yang dengan tidak membedakan agama atau kepercayaan, suku, jenis kelamin, kedudukan sosial, atau kriteria lain yang serupa.

    Apalagi pertimbangan Undang Undang Kepalangmerahan mengamanatkan;
    Pertama, kegiatan kemanusiaan berupaya untuk mendukung tujuan ncgara dalam melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia untuk menciptakan ketertiban dunia dan berkeadilan sosial;

    Kedua, untuk melaksanakan kegiatan kemanusiaan negara membentuk perhimpunan nasional yang menggunakan Lambang Kepalangmerahan sebagai tanda pelindung dan tanda pengenal;

    Ketiga, dengan telah diratifikasinya Konvensi Jenewa Tahun 1949 dengan Undang-Undang Nomor 59 Tahun 1950 tentang Ikut-Serta Negara Republik Indonesia dalam Seluruh Konpensi Jenewa tanggal 12 Agustus 1949, mewajibkan negara untuk menerapkannya dalam sistem hukum nasional.

    Sedangkan Penyelenggaraan Kepalangmerahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 UU Kepalangmerahan dilaksanakan berdasarkan prinsip; (1) kemanusiaan; (2)
    kesamaan; (3) kenetralan; (4) kemandirian; (5) kesukarelaan; (6) kesatuan; dan (7) kesemestaan.

    Dalam melaksanakan tugas PMI;
    1. Memberikan bantuan
    Bersenjata, kerusuhan,
    kepada korban Konflik dan gangguan keamanan
    lainnya;

    2. Memberikan pelayanan darah sesuai dengan
    ketentuan peraturan perundang-undangan;

    3. Melakukan pembinaan relawan;

    4. melaksanakan pendidikan dan pelatihan yang
    berkaitan dengan Kepalangmerahan;

    5. menyebarluaskan informasi yang berkaitan dengan
    kegiatan Kepalangmerahan;

    6. membantu dalam penanganan musibah dan/atau
    bencana di dalam dan di luar negeri;

    7. Membantu pemberian pelayanan kesehatan dan
    sosial; dan

    8. Melaksanakan tugas kemanusiaan lainnya yang
    diberikan oleh pemerintah.

    Senin (13/12/2021), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi atas kepemimpinan Ketua PMI Jatim H. Imam Utomo S hingga menjadi Jatim mendonor darah tertinggi secara nasional. Tetapi revitalisasi Palang Merah Remaja (PMR) perlu diperkuat sebagai tindak lanjut.

    Diketahui, ke depan hingga generasi alfa yang terlahir pada tahun 2010, PMI Jatim membutuhkan kebersamaan dalam gotong royong untuk
    penguatan peremajaan PMI Jatim dengan melakukan berbagai giat untuk mendidik, membekali pemahaman kegiatan kemanusian kepada remaja termasuk generasi alfa.

    Pemberian penghargaan dan Satya lencana donor darah sukarela 75 kali kepada 552 orang dari 34 Unit Donor Darah (UDD) Kabupaten/Kota oleh Gubernur Khofifah didampingi Imam Utomo dan Sekretaris Dewan Kehormatan PMI Jatim secara simbolis kepada 10 pendonor.

    Selain itu, juga ada penghargaan untuk donor darah sukarela 50 kali sebanyak 946 tersebar di 38 Kabupaten/Kota akan diserahkan Bupati atau Wali Kota.

    Penghargaan untuk pendonor darah 100 kali, 75 kali, 50 kali atau yang baru memulai merupakan simbol bahwa kegiatan kemanusia selama langit dan bumi berputar menjadi payung kehidupan seluruh anak manusia, maka kepalangmerahan tetap ada dan terjaga.

    Oleh karena itu, program penguatan peremajaan PMI Jatim sebagai dukungan untuk kepalangmerahan nasional, menjadi kewajiban bersama untuk melaksanakan dengan penuh kesungguhan. InsyaAllah menjadi catatan amal ibadah. (*)

    Reporter :
    Penulis : Djoko Tetuko
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan

    Mimpi “5 Besar” Olimpiade Menpora

    Budaya Korupsi Tradisi Jaga Kursi

    Renungan Hari Pahlawan