Jumat, 21 Januari 2022
26 C
Surabaya
More
    HeadlineTuduh Berita Hoaks dan Halangi Kerja Pers, Jurnalis di Sidoarjo Geruduk Kantor...

    Tuduh Berita Hoaks dan Halangi Kerja Pers, Jurnalis di Sidoarjo Geruduk Kantor Polisi

    SIDOARJO (WartaTransparansi.com) – Puluhan wartawan dari media televisi, cetak dan online yang tergabung dalan Front Jurnalis Sidoarjo (FJS) mendatangi dan menggelar unjuk rasa di depan Mapolresta Sidoarjo, Jumat (10/12/2021).

    Dalam aksinya, FJS juga membentangkan spanduk dan berorasi di depan Mapolresta Sidoarjo untuk menyuarakan tuntutannya.

    Aksi ini buntut dari pernyataan Kasatreskrim Polresta Sidoarjo AKP Oscar Stefanus Setjo menuduh berita yang ditulis oleh para jurnalis soal 3 tahanan kabur Minggu (28/1/2021) dini hari, merupakan, berita hoak.

    “Kami melakukan aksi solidaritas terkait akan mengkonfirmasi tiga tahanan yang kabur di Polsek Balongbendo tetapi kenyataannya mereka menghalangi. Kedua tuduhan berita hoaks kaburnya tiga tahanan yang ditulis teman-teman,” kata Korlap aksi, Imam Hambali saat menyuarakan aspirasi di depan Mapolresta Sidoarjo.

    Baca juga :  Dinkes & Dispendik Kab. Mojokerto Berkolaborasi Dengan BIN Jatim Kebut Vaksinasi C-19 Bagi Anak Usia 6–11 Tahun

    Ia menambahkan, mereka menuntut agar oknum polisi yang menuduh berita yang disajikan oleh wartawan ke masyarakay itu hoaks dan menghalangi kerja jurnalis, meminta maaf secara terbuka.

    Tuduh Berita Hoaks dan Halangi Kerja Pers, Jurnalis di Sidoarjo Geruduk Kantor Polisi“Pertama, kami menuntut PJU itu meminta maaf atas tuduhan berita hoaks serta membeberkan fakta terkait dugaan kaburnya tahanan di Mapolsek Balongbendo. Serta apa maksud dari tangan Kasatreskrim AKP Oscar Stefanus yang menurunkan tangan serta kamera teman televisi saat wawancara ke Kapolresta Sidoarjo soal tahanan kabur tersebut,” tegasnya meminta.

    Masih menurut Imam, aksi solidaritas yang dilakukan itu tidak ada hasil karena Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro dan Kasatreskrim AKP Oscar Stefanus Setjo, tidak bersedia menemui para demontran.

    Baca juga :  Dinkes & Dispendik Kab. Mojokerto Berkolaborasi Dengan BIN Jatim Kebut Vaksinasi C-19 Bagi Anak Usia 6–11 Tahun

    “Kami tidak ditemui oleh PJU Polresta Sidoarjo dan kami berencana akan melakukan aksi damai atau solidaritas kembali jika PJU tersebut belum mengklarifikasi pernyataan dan meminta maaf secara terbuka,” tandasnya.

    Imam juga merasa heran dengan sikap AKP Oscar Stefanus Setjo yang menyatakan berita tahanan kabur di Mapolsek Balongbendo itu tidak melakukan hak jawab atau melaporkan ke Dewan Pers.

    “Yang hoak itu teman-teman media apa Kasatreskrim AKP Oscar Stefanus yang menutupi kasus tersebut. Tegakkan dong Presisi program Kapolri, yang mana di dalamnya ada transparansi,” pungkasnya menutup.

    Diberitakan sebelumnya, tiga tahanan yang sempat kabur itu, satu tersangka kasus narkoba dan tersangka pencurian kawat. Keduanya sudah P21 kasusnya, dan sehari jelang penyerahan tahap dua ke Kejari Sidoarjo untuk lanjutan proses sidang, kurang sehari, diduga kabur.

    Baca juga :  Dinkes & Dispendik Kab. Mojokerto Berkolaborasi Dengan BIN Jatim Kebut Vaksinasi C-19 Bagi Anak Usia 6–11 Tahun

    Satu lagi tersangka yang ikut melarikan diri adalah tersangka pengeroyokan dan kasusnya masih dalam penyidikan. Tak berselang lama, setelah kabur dirini hari, beberapa jam kemudian, ketiga berhasil diringkus kembali di kawasan Banyuwangi. (Jon/mat)

    Reporter : Soejono Muhammad
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan