Selasa, 30 November 2021
25 C
Surabaya
More
    Jawa TimurPasuruanTersumbat Batang Bambu Dan Sampah, Dusun Pasinan Terendam Air Setinggi 50cm

    Tersumbat Batang Bambu Dan Sampah, Dusun Pasinan Terendam Air Setinggi 50cm

    PASURUAN (WartaTransparansi.com) – Hujan deras yang mengguyur beberapa wilayah di Kab.Pasuruan pada Selasa siang (23/11/2021) selama lebih dari 1jam. Setidaknya membuat beberapa anak sungai wrati yang berada di sekitaran Kecamatan Beji meluber.

    Seperti yang terpantau di Dusun Pasinan, Desa/Kec.Beji pada Selasa sore(23/11/2021) sekitar pukul 17:00 Wib. Air luapan sungai kedungpengaron yang berada disisi timur dusun setempat meluber ke pemukiman penduduk. Ketinggian air rata-rata sepinggang orang desa menggenangi jalan utama dusun Pasinan.

    Air yang meluber dari sungai kedungpengaron tersebut, lantaran adanya sampah dan batang bambu yang menyumbat di jembatan rel kereta api serta jembatan jalan raya Surabaya-Banyuwangi.

    Tersumbat Batang Bambu Dan Sampah, Dusun Pasinan Terendam Air Setinggi 50cm
    Debit air sungai kedungpengaron yang berada di wilayah Desa Pagak mulai naik mendekati bibir tanggul

    Baca juga :  Tersebar Dokumen Dugaan Gratifikasi Pokir DPRD Kab.Pasuruan

    Luapan sungai kedungpengaron tak hanya menggenangi Dusun Pasinan semata. Tampak debit air sungai kedungpengaron yang melintasi Dusun Ketiron dan Desa Pagak mulai menggenangi jalan desa dan memasuki pemukiman penduduk.

    Menurut Abdullah (45) warga Dusun Pasinan,Desa/Kecamatan Beji,” sungai kedungpengaron tahun ini baru saja dinormalisasi. Namun demikian lantaran adanya sampah dan batang bambu yang menyumbat aliran air yang berada di bawah jembatan rel kereta api dan jembatan jalan raya Pagak,”ujarnya.

    “Mengetahui adanya hal tersebut, beberapa warga di pimpin oleh Iptu Sumbut dari Polsek Beji berusaha menarik batang bambu dan sampah yang menyumbat aliran air. Alhamdulillah, sumbatan bisa kami tarik dan angkat. Sehingga air lancar melewati jembatan. Harapan kami warga, agar pihak pemerintah segera menaikan jembatan yang dimaksud. Ini lantaran jembatan sudah terlalu pendek dan rentan tersumbat sampah, jika tidak segera dinaikan otomatis dusun kami selalu terendam air jika hujan deras,”pungkasnya.

    Baca juga :  Tersebar Dokumen Dugaan Gratifikasi Pokir DPRD Kab.Pasuruan

    Lain halnya komentar yang dilontarkan Bu Paini (58) warga Desa Pagak. “Semoga hujan tidak lagi turun. Jika hujan kembali turun, maka dapat dipastikan warga akan kebanjiran dari luapan sungai kedungpengaron yang saat ini hampir melampaui tinggi tanggul. (hen)

    Reporter : Henry Sulfianto
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan