Kamis, 2 Desember 2021
25 C
Surabaya
More
    EkbisBekerja Diluar Tugas Utama, Anggota Komisi Xl DPR M. Sarmuji Apresiasi BI
    Gelar pelatihan produktivitas Kopi

    Bekerja Diluar Tugas Utama, Anggota Komisi Xl DPR M. Sarmuji Apresiasi BI

    TULUNGAGUNG (WartaTransparansi.com) Ketua DPD Golkar Jawa Timur M Sarmuji yang juga anggota Komisi XI DPR RI memberikan apresiasi kepada Bank Indonesia (BI) yang menggelar kegiatan pelatihan untuk meningkatkan produktivitas kopi yang berkualitas.

    Kegiatan berlangsung di Bumi Perkemahan Jurang Senggani, Desa Nglurup, Kecamatan Sedang, Kabupaten Tulungagung, Senin (8/11/2021).

    “Saya senang sekali setiap acara Bank Indonesia selalu menyuguhkan sesuatu yang lain. Meskipun hal ini bukan bukan tugas pokok Bank Indonesia. Kegiatan ini hanya karena Bank Indonesia baik saja,” kata Sarmuji.

    “Seperti saat ini, Bank Indonesia melakukan kegiatan banyak sekali yang bersentuhan dengan usaha kecil dan menengah. Seperti pelatih optimalisasi kopi dari sebelum panen hingga sesudah panen,” tambahnya.

    Sarmuji juga memberikan aprestasi kepada BI Kediri yang melakukan berbagai inovasi di bidang UMKM. Seperti Rumah Kurasi dan wisata digital. “Inovasi rumah digital yakni kita bisa merasakan tempatnya tanpa harus hadir di lokasi. Ini imajinasi yang luar biasa yang diinisiasi oleh BI Kediri,” ungkapnya.

    Baca juga :  Ketua Komisi Xl DPR Setujuhi RATBI Sebesar Rp28,417 triliun.

    Menurutnya, kopi di negara-negara maju budaya minum kopi sudah menjadi gaya hidup. Dan, saat ini di juga sudah terjadi di tanah air dimana banyak muncul warung-warung kopi. “Di komunitas tertentu di negara terkenal, cerita tentang kopi sangat terkenal. Di sana cerita kopi lebih menarik dibanding rasa kopi itu sendiri. Karena itu, seperti kopi Tulungagung kita harapkan nanti punya juga cerita indah. Apabila disuguhkan, akan dikenang sepanjang masa,” ungkapnya.

    Jika Kopi Tulungagung bisa mendunia, dampaknya rasa-rasanya juga berdampak di sektor lainnya. Seperti Kopi Sedang Tulungagung jika sudah mendunia akan membuat orang datang tertarik datang ke Tulungagung akan melihat potensi dan berinvestasi di sektor lainnya yang bisa dikembangkan.
    Apalagi sudah diketahui, Kopi Sedang Tulungagung merupakan salah satu dari 11 daerah penghasil kopi terbaik di Indonesia. “Karena itulah, kita tidak bisa meremehkan tentang kopi. Karena selalu punya cerita,” tambah Sarmuji.

    Baca juga :  Gubernur Ajak Belanda Kerjasama Sistem Pengelolaan Air

    Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Jawa Timur Budi Hanoto menjelaskan tujuan digelarnya pelatihan optimalisasi biji kopi sebelum dan sesudah panen di Omah Kopi Mandiri Pokdarwis Jurang Senggani kali ini untuk meningkat produksi kopi yang saat ini sudah sangat digemari. Tentunya pelatihan dilakukan mulai dari hulu hingga hilir.

    “Artinya pelatihan ini merupakan trobosan baru untuk mendukung potensi-potensi ekonomi di mana daerah dimana BI berada. Seperti pelatihan pengembangan biji kopi ini yakni selalu end to end.

    Artinya pelatihan sebelum dan sesudah panen kopi ini dimana pelatihan mengajarkan tentang kegiatan sebelum panen hingga kemudian apa yang harus dilakukan pada pasca-panen. Dengan tujuan untuk peningkatan produktivitas sekaligus untuk memenuhi kebutuhan ekspor kopi yang mendunia. Karena memang ekspor kopi dari Indonesia pada 2020 senilai 881 juta dolar AS. Iu berarti mencapai 2,6 persen kebutuhkan kopi dunia,” tambah mantan kepala pengembangan UMKM di BI Pusat ini.

    Baca juga :  Gubernur Ungkap Neraca Perdagangan Tunisia di Jatim Turun

    Diakuinya, untuk kopi saat ini memang lagi trend. Di negara-negara Eropa pecinta kopi minatnya luar biasa. Sehingga produksi lokal seperti kopi ini memang harus lebih ditingkatkan produksinya untuk memenuhi kebutuhan tersebut “Untuk itu, kami berterima kasih kepada Kantor Perwakilan BI Kediri, Pokdarwis, Omah Kopi Mandiri untuk mengembangkan produktivitas kopi,” paparnya.

    Tentu juga menurut Budi, pihaknya berterima kasih kepada Sarmuji dari Komisi XI DPR RI sebagai mitra, karena memberikan pemikiran, trobosan dan motivasi. Sehingga muncul trobosan baru dalam pengembangan kopi di daerah seperti yang dilakukan saat ini. (sr/min)

    Reporter :
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber :

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan