Semarak Hari Santri DPW Nasdem Jatim

Semarak Hari Santri DPW Nasdem Jatim
SEMARAK HSN Nasdem Jatim 2021. Ketua Satgas HSN Nasdem Jatim Ipong Muchlissoni saat memberikan keterangan kepada puluhan Wartawan di Kantor DPW Nadem Jatim, Rabu (6/10/2021)

“Hari Santri Nasional tidak hanya merujuk pada kalangan  tertentu saja akan tetapi merujuk pada kita semua yang dalam tubuhnya mengalir darah merah putih dan bernapaskan  ideologi Pancasila sebagaimana resolusi jihad yang dilakukan oleh santri dan ulama bersatu serta berkorban untuk mempertahankan Indonesia dari jajahan,” ungkap mantan anggota DPRD Kota Surabaya kepada puluhan Wartawan di Kantor DPW Nasdem Jatim, Rabu (6/10/2021).

Sementara itu Ketua Satgas HSN (Hari Santri Nasional) Ipong Muchlissoni menyatakan, DPW Nasdem telah menyiapkan serangkaian lomba yang bersifat terbuka dan beragam sehingga masyarakat bisa memilih mana yang disukai.

Sejumlah agenda Nasdem dalam Semarak HSN 2021 diantaranya:

  1. Lomba Cover Sholawat (tanggal 6 s/d 16 Okt)
  2. Lomba Design Busana Muslimah (tanggal 6s/d 16 Okt)
  3. Lomba Santri Menulis (tanggal 6 s/d 16 Okt)
  4. Lomba Khitobah (Tanggal 6 s/d 16 Okt)
  5. Lomba Quote Hari Santri (tanggal 6 s/d 10 Okt)
  6. Lomba Tik Tok Santri

Lalu ada juga

  1. Sentra vaksinasi Nasdem peduli di puluhan ponpes yang ada di 12 kabupaten / kotamadya Jawa Timur & telah layani 90.000 dosis vaksin bagi santri dan masyarakat
  2. Seminar Nasional “Gelar Pahlawan Nasional bagi KH Syaikhona Kholil, Guru para pahlawan (tgl 14 Okt 2021)
  3. Seminar Santri Preunership (tgl 19 Okt 2021)
  4. Sholawat Nariyah bagi seluruh DPD Kabupaten & kotamadya Nasdem se Jawa Timur (tgl 22 Okt 2021)
  5. Happening Art Santri Merah Putih seluruh DPD Nasdem Kabupaten & Kotamadya se Jawa Timur (tgl 22 okt 2021)
  6. Ngaji Kebangsaan bersama Gus Muwafiq (sbg puncak acara tgl 22 Okt bertepatan dengan HSN live TV 9)

Mengomentari soal lomba Tik Tok Santri , Ipong yang mantan Bupati Ponorogo menjelaskan, ini sebuah hiburan. Dikalangan Santri Tik Tok juga cukup populer. Jadi jangan dikira santri tidak bisa bermain tiktokan, ujarnya. (min)