Minggu, 17 Oktober 2021
26 C
Surabaya
More
    OpiniTajukSoekano, Megawati, Puan dalam Keajaiban dan Kalkulasi Politik
    Oleh : Djoko Tetuko, Pemimpin Redaksi Wartatransparansi

    Soekano, Megawati, Puan dalam Keajaiban dan Kalkulasi Politik

     

    Presiden RI ke-1 Ir. Soekarno sudah meletakkan dasar kebangsaan dengan begitu piawai, dalam memberikan pengaruh sangat positif pada perpolitik dalam negeri maupun gaya berpolitik di luar negeri.

    Seekarno hingga kini masih lekat dengan kepiawaian menjaga martabat dan kehormatan bangsa dan negara di atas segala-galanya. Begitu kuat ingin mengantarkan bangsa dan negara Indonesia di atas bangsa-bangsa lain. Menggelar Konferensi Asia-Afrika 1955, menggelar Asian Games 1962. Membangun gedung bersejarah dan meninggalkan berbagai pondasi kekuatan bagi anak bangsa.

    Sejarah telah mencatat bahwa pembelajaran berbangsa dan bernegara selama 20 tahun Era Orde Lama, belum mampu mengantar ke harapan dan impian para pendiri negeri ini untuk mengenyam kesejahteraan dan kemakmuran anak bangsa, lebih mapan dalam khazanah hidup aman dan nyaman.

    Soeharto sebagai Presiden RI ke-2 selama 32 tahun berhasil membawa kekuatan besar bernama Era Orde Baru, tetapi tumbang dan berakhir dengan tragis. Bahkan sudah berlalu 23 tahun sialan, tetapi masih serasa pergolakan itu masih baru saja terjadi.

    Presiden BJ Habibie melanjutkan kepemimpinan dengan melakukan perubahan besar meletakkan dasar reformasi. Seakan-akan reformasi dan demokrasi menyatu mewarnai dalam setiap detak jantung kehidupan anak bangsa.

    Sayang, Habibie sebagai Presiden RI ke-3 tidak mendapatkan mandat lanjutan karena Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dan Majeleis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), menghendaki perubahan.

    Pilihan terbaik di antara yang terbaik, maka jatuh pada Presiden RI ke-4 KH Abdurrhaman Wahid (Gus Dur), berbagai perubahan sekaligus melanjutkan dengan cita rasa demokrasi di masa Habibie. Dan demokrasi kebebasan gaya Gus Dur.

    Sayang, selera politik antara Presiden dan DPR serta MPR tidak satu haluan, maka terjadilah upaya penurunan Gus Dur dengan menghembuskan sentimen korupsi atau penggunaan wewenang untuk memperkaya diri sendiri, walaupun hingga saat ini belum terbukti.

    Megawati Soekarnoputri melanjutkan kepemimpinan sekaligus dinobatkan sebagai Presiden RI ke-5. Tetapi pada pemilihan Presiden dan Wakil Presiden dipilih secara langsung tidak mendapat dukungan hingga mencukupi menjadi Presiden.

    Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Presiden RI ke-6 dan berlanjut hingga dua periode. Kemudian Joko Widodo (Jokowi) mengubah peta politik dengan sukses berjenjang dari Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta, hingga Presiden RI ke-7.

    Kini, menjelang pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, calon Presiden RI ke-8 yang masih ditimang-timang zaman. Apakah perempuan pertama sebagai Ketua DPR RI, Puan Maharani, cucu Soekarno melanjutkan tren politik positif hingga ke jenjang kepala negara atau ada calon pemimpin lain.

    Soekarno, Megawati, dan Puan Maharani, seperti air terjun terus memberikan siraman dengan begitu indah dan mengantarkan kekuatan beaar. Bahkan tidak berlebihan seperti sudah digariskan dari Soekarno hingga anak (Megawati) dan cucunya (Puan) diterima bumi pertiwi sebagai pemimpin.

    Minggu (19/9/2021)
    , keterangan. Koordinator Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI), Gandi Parapat, sebagaimana dilansir rri.co.id menyatakan bahwa Megawati harus bersiap-siap diri dicalonkan menjadi Presiden RI ke-8.

    Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri punya peluang besar menjadi calon presiden pada Pemilu 2024. Megawati dinilai memiliki tingkat keterpilihan lebih tinggi dibanding, Puan Maharani, dan Ganjar Pranowo di kubu internal.

    Catatan tentang kepemimpinan adalah mutlak menjadi rahasia Allah SWT, semua bisa jadi terjadi tanpa diduga atau seakan akan tanpa direncanakan. Hasil
    Monitoring politik bahwa Megawati Presiden RI ke-5 itu kembali dicalonkan Presiden RI ke-8. “Tidak ada keajaiban kecuali dari Allah”. Dan keajaiban di dunia politik sudah sering terjadi dalam berbagai pergolakan maupun perubahan, sekaligus mengubah kebijakan berbangsa dan bernegara.

    Megawati menjadi Presiden RI setelah 34 tahun Soekarno lengser, kini setelah Megawati sudah lengser sejak 2004 masih kembali dicalonkan atau tetap dengan keyakinan tinggi akan mengusung Puan Maharani. Tentu saja kalkulasi politik dan keajaiban akan menjawab semua teka-teki itu.

    Reporter :
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber :

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan