Rabu, 20 Oktober 2021
27 C
Surabaya
More
    OpiniTajukBerharap Pejabat Eselon II Jatim Membangun “Collective Intelligence”
    Oleh : Djoko Tetuko, Pemimpin Redaksi Wartatransparansi

    Berharap Pejabat Eselon II Jatim Membangun “Collective Intelligence”

     

    Pelantikan 17 pejabat eselon II/Kepala Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (15/9/2021) membawa harapan baru percepatan pembangunan semua sektor di Jatim.

    Mengapa? Selain menjawab kekosongan 16 pejabat yang selama ini diisi Plt (pelaksana tugas), juga diharapkan dapat melaksnakan tugas dan mandat sebaik-baiknya.

    Diantara berbagai strategi kinerja eselon II, ialah kemampuan membangun
    collective intelligence (kecerdasan kolektif) guna merumuskan solusi cerdas terhadap permasalahan pada tugas, kewenangan, dan tanggung jawab dalam memaksimal seluruh program untuk mendukung kepemimpinan Gubernur Khofifah mewujudkan “Jatim Bangkit”.

    Membangun kecerdasan kolektif sebagai pemilihan OPD, merupakan kunci melakukan koordinasi sekaligus kemampuan memotret sumber daya manusia (SDM) secara detak sesuai kompetensinya. Sehingga modal itu sebagai kekayaan untuk membangun kemajuan OPD yang dipimpin dengan memanfaatkan kecerdasan masing-masing SDM.

    Baca juga :  Peringatan Kelahiran Nabi Muhammad, Peringatan Anti-Korupsi

    Tidak kalah penting sebagaimana harapan politikus Golkar Freddy Poernomo bahwa pejabat eselon II yang baru saja dilantik menunjukkan kinerja yang baik, juga cepat melakukan adaptasi. Maka berpikir “out of the box” (berpikir tidak seperti biasa atau normal. Tetapi tanpa keluar dari pakem membangun kreatifitas dan inovasi dalam berbagai program menuju pelayanan prima serta kinerja terjaga.

    Mencari perubahan fundamental yang memiliki dampak jauh lebih kuat untuk mencapai kinerja terbaik, maka berpikir out of the box, sangat diperlukan. Tetapi bukan berarti mencari sesuatu yang sama sekali baru diluar sistem (box), namun juga bisa melihat sisi-sisi baik didalam box.

    Olah karena itu, jika 17 pejabat baru eselon II Pemerintah Provinsi Jawa Timur meningkatkan kinerja sebagai pemilikan dengan penguatan kecerdasan kolektif dan tidal berpikir biasa atau normal-normal saja, maka harapan mempercepat pembangunan di Jatim, mendukung program Jatim Bangkit dan CETTAR, tidak melakukan koordinasi dan melangkah pasti mencapai prestasi sejati. InsyaAllah.

    Baca juga :  Peringatan Kelahiran Nabi Muhammad, Peringatan Anti-Korupsi

    1. Budi Santoso — sebagai Kepala BPBD Jatim.

    2. Dr Erwin Astha Triyono – Kepala Dinas Kesehatan

    3. Ir Indyah Aryani – Kepala Dinas Peternakan

    4. Dr Muhammad Isa Anshori – Kepala Dinas PU Sumber Daya Air

    5. Eddy Tambeng Widjaja – Kepala PU Bina Marga

    6. Heru Wahono Santoso – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.

    7. Imam Hidayat – Kepala Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Pemerintahan dan Pembangunan Provinsi Jatim di Jember

    8. Eddy Supriyanto – Kepala Bakorwil Madiun

    9. Ir Budi Sarwoto – Kepala Bakorwil Malang

    10. Ir Sigit Panoentoen – Kepala Biro Administrasi Pembangunan Sekdaprov Jatim

    11. Moh Ali Kuncoro – Kepala Biro Administrasi Pimpinan Sekdaprov Jatim

    Baca juga :  Peringatan Kelahiran Nabi Muhammad, Peringatan Anti-Korupsi

    12. Dr Ramliyanto – Kepala Biro Organisasi Sekdaprov Jatim

    13. Endy Alim Abdi Nusa – Kepala Biro Pengadaan/Jasa Sekdaprov Jatim

    14. Iwan – sebagai Kepala Biro Perekonomian Sekdaprov Jatim

    15. dr Widodo Budi Prasetyo – Wakil Direktur Pelayanan Penunjang RSUD Dr Saiful Anwar

    16. dr Abdul Rohim – Wakil Direktur Penunjang Pendidikan dan Penelitian RSUD Dr Soedono Madiun.

    17. dr Muhammad Rizal – Direktur RSUD Karsa Husada Batu.

    Reporter :
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber :

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan