Jumat, 21 Juni 2024
24 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaMayoritas Kelurahan di Surabaya Status Level 1

    Mayoritas Kelurahan di Surabaya Status Level 1

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Kasus aktif Covid-19 di Kota Surabaya terus melandai. Ini dibuktikan dengan tidak adanya Level 4 di 154 kelurahan Surabaya. Bahkan, mayoritas atau 89 kelurahan di Surabaya telah berstatus level 1. Sisanya, 49 kelurahan level 2 dan 16 kelurahan berada di level 3.

    Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengaku bersyukur lantaran 154 wilayah kelurahan di Kota Surabaya telah keluar dari Level 4. Ini berdasarkan perhitungan indikator PPKM Darurat berbasis wilayah per tanggal 29 Agustus 2021.

    “Alhamdulillah hari ini Surabaya dari seluruh kelurahan yang ada, Insya Allah tidak ada lagi Level 4. Level 3 hanya beberapa, yang lainnya sudah Level 2 dan Level 1,” kata Eri di Balai Kota Surabaya, Selasa (31/8/2021).

    Hasil analisa data indikator per tanggal 29 Agustus 2021, wilayah yang sudah mengalami penurunan level di Surabaya terdiri dari 29 kecamatan dan 124 kelurahan. Rinciannya, Level 1 terdiri dari 89 kelurahan, Level 2 ada 49 kelurahan, dan Level 3 terdapat 16 kelurahan.

    Baca juga :  Jumlah Hewan Kurban Capai 434.843 Ekor, Indikasi Ekonomi Masyarakat Jatim Meningkat

    Meski seluruh wilayah kelurahan di Surabaya telah keluar dari Level 4, Wali Kota Eri menyatakan bakal terus berjuang habis-habisan menekan angka penyebaran. Bahkan dalam seminggu ini, pihaknya menargetkan, status level di seluruh kelurahan Surabaya dapat turun menjadi Level 2 atau bahkan Level 1.

    “Jadi Insya Allah, kami akan berjuang habis-habisan dalam minggu ini untuk menjadi Level 2. Karena apa? pemkot sangat malu kalau tidak bisa bergerak menuju Level 2 dan Level 1,” jelasnya.

    Untuk itu, Eri kembali mendorong warga maupun stakeholder yang ada di Surabaya untuk terus bergotong-royong menekan penyebaran Covid-19. Baginya, gotong-royong dan rasa empati adalah modal utama dalam memutus mata rantai Covid-19.

    Baca juga :  Pemkot Surabaya Ganti Kendaraan Kepala OPD dengan Tenaga Listrik Sistem Sewa

    “Sehingga apa? kita harus berjibaku dan bahu membahu dimana masyarakat dan Pemkot Surabaya menurunkan level dari Level 3 ke Level 2 dan dari Level 2 ke Level 1,” tegasnya.

    Menurutnya, percepatan penurunan kasus di Surabaya dapat dilakukan dengan memasifkan beberapa langkah. Mulai dari disiplin menjaga protokol kesehatan serta mengubah gaya hidup dengan membiasakan yang tidak biasa.

    “Memang tidak terbiasa pakai masker, tapi itu cara satu-satunya menurunkan penularan Covid-19 secara maksimal,” ujarnya.

    Di sisi lain, mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini menyebutkan, bahwa percepatan vaksinasi juga menjadi langkah preventif dalam mencegah penularan.

    Sementara itu, jika ada warga yang sakit, maka segera mungkin dipindahkan untuk mencegah penularan di lingkungan keluarga.

    Baca juga :  Pemprov Jatim Komitmen Tingkatkan Layanan RS Korpri Pura Raharja

    “Siapa yang bisa melakukan ini? Ya warganya sendiri. Jadi bukan pemerintah, kita hanya menjalankan amanah masyarakat, kita hanya pelayan,” pesannya.

    Sebagai diketahui, indikator perhitungan Level yang dilakukan ini, berdasarkan jumlah kasus kumulatif aktif/jumlah penduduk X 100.000. Untuk Level 1, artinya dalam satu wilayah itu ada kurang dari 20 kasus aktif. Sedangkan Level 2, dalam satu wilayah itu terdapat sekitar 20-50 kasus aktif. Kemudian untuk Level 3, ada 50-150 kasus aktif dalam satu wilayah. Sementara untuk Level 4, kasus aktif dalam satu wilayah itu di atas 150. **

    Editor : Wetly

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2021 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan