Kamis, 2 Desember 2021
25 C
Surabaya
More
    OpiniTajukHerd Immunity dan Jaga Prokes, PT Sampoerna Teladan bagi Dunia Industri 
    Oleh : Djoko Tetuko, Pemimpin Redaksi Wartatransparansi

    Herd Immunity dan Jaga Prokes, PT Sampoerna Teladan bagi Dunia Industri 

     

    Dengan membentuk herd Immunity (kekebalan kelompok) di lingkungan pabrik dan menjaga protokol kesehatan (Prokes), PT Sampoerna 100 % pekerjakan karyawan.

    Sejauh ini di PT. Sampoerna, karyawan boleh masuk selama aplikasi PeduliLindungi di ponsel masing-masing menunjukkan kode hijau. Selain itu, mereka yang memiliki penyakit bawaan, ibu hamil, serta karyawan di atas usia 50 tahun masih dirumahkan untuk menghindari resiko penyebaran virus.

    Meskipun karyawan tertentu dengan memberlakukan kehati-hatian menjaga prokes, mereka akan tetap digaji secara penuh sebagai bentuk tanggung jawab pihak pabrik.

    Selain itu,
    tingkat vaksinasi untuk tahap pertama dan kedua juga sudah mencapai angka 98%. (terbentuk herd Immunity). Sedangkan sisa 2% yang belum vaksin merupakan orang-orang yang masih belum boleh divaksin, yakni mereka yang baru sembuh dari Covid-19.

    Sebagai informasi, PT. Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk merupakan salah satu perusahaan industri yang boleh beroperasi secara penuh di Jawa Timur. Perusahaan industri ini dapat beroperasi penuh dengan tenaga kerja hingga 100% yang dibagi minimal dalam dua shift, menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai screening dan menerapkan serta melaporkan protokol kesehatan secara berkala

    Rabu (25/8/2021) Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meninjau langsung uji coba pengoperasian penuh PT. Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk dengan menggunakan aplikasi digital PeduliLindungi di Jalan Rungkut Industri Raya, Surabaya.

    Wagub Emil disambut oleh Plan Manager, Head Of National Security, serta Manager Industrial Relations PT. Sampoerna. Kemudian, ia langsung mencoba sendiri protokol presensi menggunakan PeduliLindungi yang berbasis QR code setelah sebelumnya memasuki bilik antiseptik.

    Tak lama, Wagub Emil menyapa para karyawan yang dipisah dengan kompartemen-kompartemen. Ada 8 kelompok yang mengisi 5 unit di mana setiap unit berisi 38-39 orang. Berdasarkan informasi yang ada, kelompok-kelompok ini nanti akan bergantian untuk beristirahat dan memanfaatkan waktunya di kantin maupun di musholla.

    Setelah melihat antisipasi berlapis yang diambil oleh pihak pabrik, Wagub Emil mengatakan puas dengan protokol kesehatan yang ada. Ia berharap, hal tersebut dapat dijadikan contoh oleh industri pabrik lain yang berada di Jawa Timur.

    Sebagai pilot
    project PT Sampoerna merupakan tindak lanjut dari putusan Menteri Dalam Negeri Nomor 34 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3, dan Level 2 Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di wilayah Jawa dan Bali, terhitung mulai tanggal 17 Agustus 2021 sampai dengan tanggal 23 Agustus 2021.

    Di Jawa Timur sendiri terdapat 44 perusahaan industri yang diamanati uji coba ini. Di mana, 5 perusahaan berada di Kab. Gresik, 4 berada di Kab. Malang, 3 berada di Kab. Mojokerto, 10 berada di Kab. Pasuruan, 9 berada di Kab. Sidoarjo, 6 berada di Kota Surabaya, sedangkan sisanya masing-masing tersebar di Kota Malang, Kota Kediri, Kab. Madiun, Kab. Kediri, Kab. Probolinggo, Kab. Bangkalan dan Kab. Bojonegoro.

    PT Sampoerna dengan Prokes ketat dan profesional dalam menjaga kehati-hatian kesehatan serta keselamatan seluruh karyawan, maka patut menjadi teladan bagi dunia industri dalam kehidupan normal baru pada komunitas-komunitas produktif, sebagai upaya kebangkitan seluruh aspek kehidupan yang terpuruk akibat terpapar.

    Tidak kalah penting, juga mendorong perusahaan industri lain membentuk herd immunity dan Prokes ketat secara profesional dengan menggunakan aplikasi canggih. Sekaligus contoh dan teladan bagi perusahaan lain di Jatim dan nasional. Semoga terobosan pada masa pandemi Covid-19 ini menjadi awal kebangkitan menuju pemulihan ekonomi nasional. Dari Surabaya untuk Indonesia, dari PT Sampoerna untuk seluruh bangsa dan negara.

    Reporter :
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber :

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan