Selasa, 26 Oktober 2021
29 C
Surabaya
More
    OpiniTajukMengubah Kawasan Wisata Religi Ampel Hidup 24 Jam Plus
    Oleh : Djoko Tetuko, Pemimpin Redaksi Wartatransparansi

    Mengubah Kawasan Wisata Religi Ampel Hidup 24 Jam Plus

     

    Potret hiruk pikuk kehidupan di kawasan wisata religi Ampel, tidak banyak berbeda dengan situasi dan kondisi Makkah dan Madinah. Denyut nadi hilir mudik (lalu lalang) dan dzikir mudik (mengingat Allah SWT ke atas langit) berlangsung selama 24 jam.

    Bahkan, kawasan wisata religi Ampel lebih kompleks karena bukan kota Haramaian (dua kota Makkah dan Madinah) yang terjaga dari kesibukan berbau haram.

    Sudut-sudut keramaian dan kesunyian di kawasan Ampel, masih banyak menemukan potret yang berbeda dengan Makkah dan Madinah. Inilah sebuah kekayaan sekaligus tantangan bagaimana mengubah kawasan wisata religi Ampel menjadi menjadi kekuatan wisata Kota Surabaya. Menjadi “Hidup 24 Jam Plus”.

    Apalagi, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) berbaur dengan pelaku usaha level internasional, dalam berbagai lintas pelaku usaha dan beraneka ragam model perdagangan.

    Kekayaan budaya, keunikan kampung Ampel, kekhasan Makam Sunan Ampel, kekhususan para peziarah, kehebatan para pedagang kelas teri sampai kelas bergengsi , adalah tantangan untuk membangun sebuah kawasan dengan perubahan menjanjikan.

    Selasa (24/8/2021), Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sowan ke Markas Koarmada II, Salah satu misinya, ingin berkolaborasi mengembangkan kawasan wisata religi Ampel.

    Turut mendampingi Wakil Wali Kota Surabaya Armuji serta Sekretaris Daerah Kota Surabaya dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ikhsan.

    Rombongan disambut Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) II Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto, S.H., M.A.P., M.Tr.(Han) beserta jajarannya.

    Pada kesempatan itu, Wali Kota Eri mengatakan dalam membangun Kota Surabaya, pasti ada yang memandegani (memimpin), sehingga nanti ke depannya akan berkolaborasi dengan Koarmada II untuk membangun Surabaya, terutama dalam pengembangan kawasan wisata religi Ampel dan seluruh area di sekitar Koarmada II.

    Mendukung rencana pengembangan Ampel, Panglima sudah memerintahkan jajaran di bawahnya untuk menindaklajuti ini. Apalagi konsep pengembangan
    kawasan wisata religi Ampel ditata menyatu dengan tempat Pangkoarmada II sampai dengan pintu masuk.

    Kerja sama Pangkoarmada II bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, merupakan kolaborasi membangun kawasan wisata religi Ampel, yang sangat hebat dan bermartabat. Sebab memadukan pemikiran eksekutif dan pertahanan keamanan nasional wilayah kelautan, menjadi magnit
    mengundang masyarakat dari seluruh pelosok penjuru menjadi “Raja” di tanah Ampel.

    Bahkan, jika sukses mengembangkan, membangun, dan memgubah maka tidak tertutup kemungkinan denyut kehidupan di kawasan wisata religi Ampel plus, “akan hidup berputar 24 jam plus”.

    Reporter :
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber :

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan