Selasa, 26 Oktober 2021
29 C
Surabaya
More
    OpiniTajukVaksin Merah Putih ...oh... Vaksin Merah Putih
    Oleh : Djoko Tetuko, Pemimpin Redaksi Wartatransparansi

    Vaksin Merah Putih …oh… Vaksin Merah Putih

     

    Sayang seribu sayang, ada kabar gembira tentang Vaksin Merah Putih, tetapi belum pantas untuk dimeriahkan walaupun masih berkaitan dengan HUT RI ke-76.

    Mengapa? Ketika bangsa dan negara, berburu gerakan massal vaskisnasi guna mencapai herd immunity (kekebalan kelompok), Vaksin Merah Putih karya besar anak bangsa belum diberikan kesempatan ikut memberikan kontribusi.

    Vaksin Merah Putih … oh Vaksin Merah Putih? Sebagai karya besar anak bangsa sendiri belum mendapat kesempatan memberikan kontribusi ikut membentengi seluruh warga negara dalam berbagai program vaksinasi yang digencarkan seluruh elemen Pemerintah dan pihak swasta.

    Diketahui, Presiden Joko Widodo mengharapkan bahwa vaksinasi secara nasional dapat dilaksanakan setiap hari 1,6 juta. Perhitungan itu jika 1 bulan mencapai 48 juta, maka dengan target vaksinasi 200 juta atau tepatnya 208.265.720 penduduk (jika tidak ada perubahan), dan sekarang rata-rata sudah tercapai 25 persen untuk dosis kedua, sehingga tidak tertutup kemungkinan Desember 2021, seluruh target vaksinasi sudah terpenuhi dengan menggunakan vaksin impor yang tentu saja dengan harga sangat sangat mahal. Walaupun menggunakan uang negara yang notabene uang rakyat juga.

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, pada Senin (2 Agustus 2021) menyatakan bahwa
    Presiden Joko Widodo mentargetkan vaksinasi 2 juta dosis per hari pada bulan ini. Jika menggunakan perhitungan target itu maka setiap bulan akan tervaksin 60 juta penduduk target vaksin.

    Jika ketersediaan vaksin terpenuhi, maka hampir dapat dipastikan awal Desember 2021, seluruh penduduk target vaksinasi sudah mendapat jatah. Inilah kerugian besar bahwa karya besar anak bangsa Vaksin Merah Putih tidak ikut dalam program vaksinasi nasional.

    Tentu saja semua tetap wajib bersyukur dan berharap bahwa Vaksin Merah Putih dan obat khusus Covid-19 produk dalam negeri sekaligus penemuan anak negeri segera diizinkan untuk dikonsumsi setelah melalui proses dengan baik.

    Minimal ketika vaksin Covid-19 masih menjadi bagian kehidupan normal baru ke depan atau vaksin menjadi bagian rutinitas dalam jangka tertentu (berlaku 1 tahun), maka Vaksin Merah Putih yang murah dan terjangkau dapat memenuhi kebutuhan rakyat Indonesia. Juga membantu negara untuk pemberian vaksin kepada rakyat kurang mampu.

    Sebagaimana diketahui Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito, pada konferensi pers seperti ditayangkan YouTube BPOM RI, Rabu (18/8/2021), bahwa menyerahkan sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) untuk Vaksin Merah Putih kepada PT Biotis Pharmaceutical Indonesia, Rabu (18/8/2021).

    Dijelaskan, PT Biotis bekerja sama dengan Universitas Airlangga (Unair) dalam mengembangkan vaksin dengan platform inactivated virus tersebut.

    Status Cara Produksi Obat yang Baik (CPOB) good manufacturing practice dari PT Biotis. Dimana dari 6 kandidat Vaksin Merah Putih, vaksin Covid-19 yang dikembangkan Unair menjadi vaksin yang terdepan dalam proses pengembangannya.
    Adapun vaksin Merah Putih yang merupakan karya peneliti Indonesia ini dikembangkan mulai dari pengembangan bibit vaksin, proses formulasi, produksi dan pengisiannya dilakukan di Indonesia.

    Bahkan, sudah melalui beberapa tahapan, yaitu tahap pertama pada hewan uji transgenik sudah diselesaikan, dan saat ini berlangsung pada hewan uji makaka, akan dijelaskan lebih detail lagi progresnya oleh peneliti Unair, dan menjadi harapan dan antisipasi.

    Tahapan berikutnya, setelah uji klinik pada hewan diselesaikan, maka uji klinik akan dilakukan kepada manusia dalam waktu dekat. Oleh karenanya, BPOM akan membantu pengembangan Vaksin Merah Putih dan melakukan pengawalan terhadap regulasi agar sesuai standar internasional dikaitkan dengan aspek keamanan, mutu dan khasiat.Tentu saja sesuai persyaratan dan persiapan pada saat pra klinik maupun uji klinik.

    Jika uji klinik Vaksin Merah Putih berjalan baik dan sesuai standar internasional, maka izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) akan dapat diberikan pada 2022. untuk Vaksin Merah Putih produksi Unair dan PT Biotis, sekitar semester 1 tahun 2022.

    Kabar gembira tetapi sayang seribu sayang tidak masuk dalam program nasional vaksisnasi guna membentuk herd immunity. Semoga Allah SWT memberikan rahmat, taufik dan hidayahnya kepada bangsa dan negara Indonesia, walaupun Vaksin Merah Putih jika lancar baru sapat dinikmati semester 1 tahun 2022.

    Vaksin Merah Putih …oh …Vaksin Merah Putih, semoga menjadi teman kebangkitan dan pemulihan ekonomi nasional dari daerah-daerah
    pelosok negeri bumi pertiwi untuk Indonesia Raya.

    Reporter :
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber :

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan