Rabu, 27 Oktober 2021
31 C
Surabaya
More
    OpiniTajukMenunggu Pidato Kenegaraan Presiden Joko Widodo
    Oleh : Djoko Tetuko, Pemimpin Redaksi Wartatransparansi

    Menunggu Pidato Kenegaraan Presiden Joko Widodo

     

    Menentukan Arah Kebijakan Dalam Hal Keuangan dan Kinerja Pemerintah

    Senin besok, 16 Agustus 2021, detik-detik menjelang HUT ke-76 kemerdekaan Negera Kesatuan Republik Indonesia, ada tradisi bernegara dan berbangsa sangat demokratis dan sesuai dengan falsafah Pancasila.

    Mengapa? Pidato itu menjadi tradisi satu hari menjelang kemerdekaan RI, akan mengantarkan kembali peristiwa bersejarah tentang kemerdekaan, tentang pencapaian kinerja pemerintah selama 1 tahun, dan RAPBN 2022, yang tentu saja akan menjadi arah kinerja Pemerintahan ke depan beserta prioritas kebijakan dalam membangun bangsa dan negara.

    Tentu saja pidato kenegaraan Presiden RI Joko Widodo didahului sebagai pengantar pidato Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dan Ketua DPD RI La Nyalla Mahmud Mattaliti, sebagai perwakilan tertinggi masyarakat dalam berbangsa dan bernegara sebagai amanat sila keempat Pancasila, “Kerakyatan yang dipimpin oleh kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan”.

    Sidang Tahunan MPR RI pada masa pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19),
    Ketua MPR RI Bambang Soesatyo memastikan persiapan pelaksanaan sidang sudah selesai dan siap digelar, Senin (16/8/2021) secara sederhana dengan protokol kesehatan yang ketat.

    Pelaksanaan Sidang Tahunan MPR RI akan kembali digelar secara luring (luar jaringan atau tatap muka) dan daring (dalam jaringan),
    “Presiden dan Wakil Presiden akan hadir secara fisik di Gedung Parlemen,” kata Bamsoet —panggilan Bambang Soesatyo— usai gladi bersih Sidang Tahunan MPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Minggu (15/8/21).

    Turut hadir antara lain Ketua DPD RI La Nyalla Mahmud Mattalitti, Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhammad dan Arsul Sani, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco, Rahmat Gobel dan Azis Syamsuddin, serta Wakil Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin.

    Secara teknis, menurut Mantan Ketua Komisi III DPR RI dan Ketua DPR RI ke-20, pelaksanaan Sidang Tahunan MPR RI diselenggarakan di Gedung Nusantara Komplek Majelis pukul 08.30 WIB.
    Selain itu, jumlah undangan mencapai 1.125 undangan. Terdiri dari 60 undangan yang hadir secara fisik, 975 undangan yang hadir secara virtual, dan 90 undangan streaming.

    “Undangan yang hadir fisik antara lain untuk Presiden, Wakil Presiden, para Menteri Koordinator, Menteri Sekretaris Negara, Menteri Sekretaris Kabinet, Menteri Keuangan, Menteri Perencanaan Pembangunan/Kepala Bappenas, Panglima TNI, dan Kapolri. Serta Ketua BPK, Ketua MA, Ketua MK, dan Ketua KY,” tutur Bamsoet.

    Presiden RI Joko Widodo akan menyampaikan pidato laporan kinerja lembaga-lembaga negara dalam menjalankan tugas dan kewenangannya selama setahun terakhir. Sehingga rakyat bisa mengetahui sejauhmana kinerja lembaga pemerintahan atau lembaga negara.

    “Sidang Tahunan MPR RI juga akan disiarkan secara langsung melalui saluran TV nasional serta live streaming dari berbagai media sosial MPR RI. Sehingga masyarakat dari manapun bisa mengikuti jalannya Sidang Tahunan MPR RI,” tandas Bamsoet.

    Tradisi pidato kenegaraan pada Sidang MPR RI begitu demokratis dan sangat Pancasilais, sayang belum dipadukan dengan keterbukaan informasi publik bahwa setelah rakyat mengetahui dan memahami arah dan kebijakan pemerintah dalam kinerja tahunan, pada saat tahun berjalan dan rencana tahun depan, sesuai Undang Undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik, ruang partisipasi aktif masyarakat dalam menyampaikan aspirasi belum terakomodasi.

    Inilah sekedar sebuah catatan kecil bahwa Sidang Tahunan MPR RI jauh lebih hebat dan bermatabat, jika memberikan ruang kepada publik untuk menyampaikan aspirasi dan mengumumkan kepada publik kembali yang dipelukan. Apalagi berkaitan dengan kebijakan terkait khalayak ramai.

    Tidak mudah memang, tetapi membangun demokrasi kesetaraan sebagaimana amanat Pancasila sebagaimana warisan para pendiri bangsa wajib diwujudkan dalam tatanan berbangsa dan bernegara yang bersahaja serta berakhlaqul karimah.

    Reporter :
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber :

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan