Minggu, 19 September 2021
25 C
Surabaya
More
    Jawa TimurPasuruanPerketat Prokes Agar PPKM Berakhir

    Perketat Prokes Agar PPKM Berakhir

    PASURUAN (Warta Transparansi.com) –  Penerapan PPKM hingga ketiga kalinya, setidaknya membuat sendi perekonomian masyarakat ikut terkendala. Bahkan tak sedikit dari pemilik usaha warkop, cafe, dan rumah makan menutup usahanya sejak pemberlakuan PPKM.

    Mendapati hal tersebut, salah satu pengusaha caffe yang berlokasi di Gempol ( D’djaja Caffe & Kolam Pancing) yakni Henry Ki Demang menggelar aksi tunggal pada Rabu siang (28/7/2021).

    Pada aksi tersebut, Henry Ki Demang yang mengenakan celana pendek compang-camping, berjas, berdasi serta membawa alat semprot berjalan dari arah bundaran Nusa Dua Gempol menuju caffe miliknya. Diperjalanan sembari menyemprotkan probiotik, Henry Ki Demang juga mengingatkan pada pedagang kaki lima yang ada untuk menggunakan masker.

    Baca juga :  Kejari Kab.Pasuruan, Tak Ambil Pusing Warna Partainya

    Sesampai di depan caffe miliknya, ia telah dihadang oleh petugas penagih hutang dari Bank,Leasing, Pajak, dan PLN. Sesaat kemudian terjadi aksi saling dorong, beruntung petugas dari Polsek Gempol dan Intel Kodim melerai ketegangan tersebut.



    Menurut Henry Ki Demang saat dikonfirmasi sejumlah awak media mengatakan,” ini teatrikal untuk membuka kesadaran masyarakat agar mengikuti anjuran pemerintah untuk melaksanakan prokes yang ditetapkan,”tegasnya.

    Masih menurut pria berkepala plontos, PPKM yang berkepanjangan ini akibat dari masyarakat yang abai dengan prokes yang dianjurkan pemerintah. Padahal akibat abainya pada prokes, berimplikasi pada penerapan PPKM berkepanjangan dan berjilid-jilid. Sehingga berimbas pada pelaku usaha UMKM dan sendi perekonomian lainnya.

    Baca juga :  Kejari Kab.Pasuruan, Tak Ambil Pusing Warna Partainya

    Seperti yang saya alami saat ini, 32 pekerja di D’djaja Caffe & Kolam Pancing terpaksa rumahkan hingga batas waktu yang tidak bisa ditentukan. Sementara itu tanggungan bank,leasing,pajak dan PLN tidak dapat ditunda alias wajib dibayarkan. Namun saat ini kami tidak mendapatkan pemasukan dari usaha caffe ini. Teatrikal yang kami lakukan ini merupakan jeritan dari para pelaku usaha UMKM yang terdampak PPKM,”bebernya.

    Lebih lanjut, kami berharap agar masyarakat melaksanakan prokes secara ketat agar PPKM dan utamanya covid-19 segera sirna dari bumi pertiwi. Sehingga aktivitas masyarakat kembali normal seperti sedia kala. Memang pandemi covid-19 ini sangat komplek sekali permasalahannya, tapi jika seluruh masyarakat memiliki kesadaran melaksanakan prokes secara ketat, Insyaallah covid-19 akan segera berakhir,”pungkas Ki Demang.(hen)

    Reporter :
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber :

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan