Selasa, 3 Agustus 2021
29 C
Surabaya
More
    NasionalPemerintah Tambah RS Darurat C19 di 7 Kota, Termasuk Surabaya

    Pemerintah Tambah RS Darurat C19 di 7 Kota, Termasuk Surabaya

    JAKARTA (WartaTransparansi.com) – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyiapkan tambahan sekurangnya 16 bangunan yang akan dikonversi menjadi fasilitas Rumah Sakit (RS) Darurat Civid-19 (C19) di tujuh kawasan perkotaan untuk mengantisipasi kebutuhan akibat lonjakan kasus.

    Ketujuh kawasan tersebut adalah Jakarta, Bandung, Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta, Semarang, Solo Raya, Surabaya, dan Bali.

    Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, sesuai dengan tugas yang diberikan oleh Pemerintah, Kementerian PUPR menyiapkan tidak hanya ruang isolasi, tetapi juga rumah sakit.

    “Contohnya Asrama Haji di Pondok Gede yang terdiri dari lima gedung yang telah diubah menjadi RS Darurat untuk penanganan C19 dengan total hampir 900 tempat tidur, termasuk untuk menampung tenaga kesehatan,” ujar Basuki Hadimuljono, Rabu (21/7/2021).

    Baca juga :  Ketua DPD LaNyalla: Jatim Butuh 4,2 Juta Dosis untuk Vaksin Kedua

    Gedung Asrama Haji Pondok Gede yang dimanfaatkan sebagai RS Darurat C19 adalah Gedung A, Gedung B, Gedung C, Gedung H, dan Gedung D5 yang sudah beroperasi secara bertahap sejak Jumat (16/7/2021) lalu. Terdapat juga Gedung D3 dan D4 yang akan dimanfaatkan untuk para tenaga kesehatan.

    Selain Asrama Haji Pondok Gede, di Jakarta juga disiapkan Rumah Susun (Rusun) Pasar Rumput dan Gedung Pusat Kesehatan Ibu Anak (PKIA) Kiara di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM).

    Rusun Pasar Rumput memanfaatkan tiga tower yang ada dengan total 5.952 tempat tidur. Untuk Tower 1 akan memanfaatkan 689 unit dengan total 2.067 tempat tidur, Tower 2 sebanyak 606 unit total 1.818 tempat tidur, dan Tower 3 sebanyak 689 unit total 2.067 tempat tidur.

    Baca juga :  Kondisi Sangat Sulit, Jokowi: Pengusaha Harus Tahan Banting

    Sedangkan di Gedung PKIA Kiara di RSCM akan memanfaatkan bangunan di lantai 3, 4, 5, 8, 9, dan 10 dengan total 394 tempat tidur.

    Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan sekaligus Juru Bicara (Jubir) Kementerian PUPR, Endra S. Atmawidjaja menyampaikan, pengerjaan di RSCM ini ditargetkan selesai dalam tiga minggu ke depan.

    “Penyelesaian renovasi Gedung PKIA Kiara RSCM paling lambat selesai pada tiga pekan ke depan,” kata Endra.

    Selain itu, terdapat juga dua fasilitas di Bali dan empat fasilitas di DI Yogyakarta. “Terdapat setidaknya tiga fasilitas RS Darurat C19 di Bandung yang disiapkan dan diperkirakan mulai beroperasi Rabu (21/7/2021),” imbuh Endra.

    Sementara di Surabaya, Endra menyatakan, saat ini tengah disiapkan RS Indrapura Surabaya untuk menjadi layanan pasien C19 yang diperkirakan penyelesaian renovasinya rampung awal Agustus 2021.

    Baca juga :  Indonesia Harus Ciptakan Ketangguhan Hadapi Bencana, BMKG Jangan Hanya Menyampaikan Informasi

    “Kementerian PUPR juga tengah menyiapkan fasilitas isolasi dan perawatan Covid-19 di Semarang dan Solo Raya yang diperkirakan dapat beroperasi mulai Kamis, 22 Juli 2021 yang akan datang,” ujarnya.

    Sebagai langkah antisipasi, Kementerian PUPR siap untuk terus mengkonversi bangunan lain di luar Pulau Jawa-Bali menjadi RS Darurat C19.

    Sejak awal pandemi terdapat beberapa RS Darurat yang telah disiapkan, antara lain RS Pulau Galang di Kepulauan Riau, Wisma Atlet Kemayoran dan Rusun Pasar Rumput di DKI Jakarta, RSUD Lamongan, Jawa Timur dan RS Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur, dan RS Akademik UGM di Yogyakarta. ***

    Reporter :
    Penulis :
    Editor : Wetly
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Editor's Choice

    Jangan Lewatkan