Selasa, 3 Agustus 2021
30 C
Surabaya
More
    NasionalPemerintah Perpanjang PPKM Darurat hingga 25 Juli

    Pemerintah Perpanjang PPKM Darurat hingga 25 Juli

    JAKARTA (WartaTransparansi.com) – Presisen Joko Widodo resmi perpanjang kebijakan PPKM Darurat Jawa-Bali hingga 25 Juli. Jika kasus Covid-19 turun, maka pada 26 Juli akan dilonggarkan.

    “Setelah dilaksanakan PPKM Darurat dilihat data penambahan kasus dan bed rumah sakit mengalami penurunan. Kita selalu memantau dan memahami dinamika di lapangan dan juga mendengar suara masyarakat yang terdampak PPKM. Karena itu kalau tren kasus terus mengalami penurunan, pada 26 Juli 2021, pemerintah akan melakukan pembukaan,” kata Jokowi dalam jumpa pers virtual, Selasa (20/7/2021).

    Menurutnya, nantinya jika kasus turun, pasar tradisional yang menjual kebutuhan sehari-hari diizinkan dibuka sampai pukul 20.00 dengan kapasitas pengunjung 50 persen. Pasar tradisional selain yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari diizinkan dibuka sampai dengan pukul 15.00, kapasitas maksimal 50 persen.

    Baca juga :  PPKM Dilanjut Hingga 9 Agustus, Jokowi Jamin Percepatan Penyaluran Bansos

    “Tentu saja dengan prokes yang ketat, yang pengaturannya akan ditetapkan oleh pemda,” ujarnya.

    Sementara itu, PKL, toko kelontong, agen outlet, pangkas rambut, loundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan dan usaha kecil lainnya yang sejenis juga bakal diizinkan buka. Tentu dengan prokes ketat sampai dengan pukul 21.00 yang pengaturannya teknisnya akan diatur pemerintah daerah.

    “Warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan yang sejenisnya yang punya tempat usaha di ruang terbuka diizinkan buka dengan prokes ketat sampai pukul 21.00 dan maksimum waktu makan setiap pengunjung 30 menit,” jelasnya.

    “Sedangkan kegiatan lain pada sektor esensial dan kritikal baik di pemerintah maupun swasta serta terkait dengan protokol perjalanan akan dijelaskan secara terpisah,” imbuhnya.

    Baca juga :  Indonesia Harus Ciptakan Ketangguhan Hadapi Bencana, BMKG Jangan Hanya Menyampaikan Informasi

    Jokowi meminta semua pihak bisa bekerja sama bahu-membahu untuk melaksanakan PPKM ini. Dengan harapan kasus akan segera turun dan tekanan ke RS juga turun.

    “Untuk itu kita semua harus meningkatkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan. Melakukan isolasi terhadap yang bergejala serta memberikan pengobatan sedini mungkin kepada yang terpapar,” katanya.

    Disebutkan juga, Pemerintah akan terus membagikan paket obat gratis untuk OTG dan yang bergejala ringan yang direncanakan sejumlah 2 juta paket obat.

    Lalu bagaimana dengan bantuan masyarakat terdampak?

    Pemerintah, kata Jokowi, juga akan meringankan beban masyarakat yang terdampak. Mengalokasikan tambahan anggaran perlindungan sosial Rp 55,21 triliun berupa bantuan tunai yaitu BST, BLT desa, kemudian PKH.

    Baca juga :  Ketua DPD LaNyalla: Jatim Butuh 4,2 Juta Dosis untuk Vaksin Kedua

    “Juga bantuan sembako, bantuan kuota internet dan subsidi listrik diteruskan,” sambungnya.

    Pemerintah juga akan berikan insentif usaha mikro, informal sebesar Rp 1,2 juta untuk sekitar 1 juta usaha mikro.

    “Dan saya sudah perintahkan para menteri terkait untuk segera salurkan bansos tersebut kepada warga masyarakat yang berhak,” katanya.

    Jokowi mengajak seluruh lapisan masyarakat, komponen bangsa untuk bersatu melawan Covid-19 ini.

    “Memang ini situasi yang sangat berat tapi denga usaha keras kita bersama in sya Allah kita bisa terbebas dari Covid-19. Dan kegiatan sosial, kegiatan ekonomi masyarakat bisa kembali normal,” harapnya. ***

    Reporter :
    Penulis :
    Editor : Wetly
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Editor's Choice

    Jangan Lewatkan