Sabtu, 31 Juli 2021
34 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaKisah Petugas Pemakaman Jenazah C19 di Surabaya, Bekerja Tanpa Batas Waktu

    Kisah Petugas Pemakaman Jenazah C19 di Surabaya, Bekerja Tanpa Batas Waktu

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – “Sebentar ya Pak, ini ada telepon dari rumah sakit, biasanya mau ada jenazah untuk dimakamkan,” suara itu terdengar dari ujung telepon. Seketika dia pun langsung menutup teleponnya.

    Padahal, waktu sudah menunjukkan pukul 18.00 WIB. Namun, suara Ari Triastutik masih terdengar begitu semangat diujung telepon.

    Dia adalah salah satu petugas pemakaman jenazah Covid-19 di TPU Keputih Surabaya. Di tempat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyemayamkan jenazah pasien Covid-19 (C19).

    Beberapa jam kemudian, ia telepon balik dan menjelaskan bahwa ada jenazah yang baru selesai dimakamkan.

    Ia bersama timnya setiap hari biasa memakamkan puluhan jenazah di TPU Keputih. Bahkan, ia mengaku bekerja di pemakaman itu seakan tanpa mengenal batas waktu.

    “Normalnya saya bekerja 12 jam. Tapi meskipun malam sudah pulang ke rumah, pihak rumah sakit dan teman-teman biasanya menghubungi saya, jadinya ya lebih dari 24 jam, sudah tidak mengenal waktu kalau seperti ini,” kata Ari.

    Baca juga :  Surabaya Kota Layak Anak 2021, Penghargaan Keempat Kategori Utama

    Sebagai seorang istri di rumahnya, ia juga tak melupakan tanggung jawabnya memasak untuk anak dan suaminya. Meskipun sedang memasak, handphonenya selalu dibawa, karena sewaktu-waktu ada telepon dari pihak rumah sakit dan teman-temannya bisa langsung diangkat.

    “Bahkan, pernah waktu saya mandi ada telepon, ya mau bagaimana lagi, itu tugas saya,” ujarnya.

    Menurutnya, saat awal-awal bertugas di pemakaman, dia merasakan takut karena C19 ini gampang menularnya. Bahkan, setiap kali mau berangkat kerja, ia mengaku masih ada kekhawatiran untuk memakamkan jenazah pasien C19 ini.

    “Kalau gak berangkat, ya gimana ini tugas saya. Tapi mungkin itu manusiawi ada rasa takutnya, ada rasa khawatir tertular dan sebagainya, tapi akhirnya ya tetap berangkat dan terus bertugas hingga saat ini,” imbuhnya.

    Baca juga :  Sukses Gelar Vaksinasi Massal, Pangkoarmada II Puji Wali Kota Surabaya

    Oleh karena itu, ia hanya bisa memohon kepada Gusti Allah SWT semoga selalu diberikan kesehatan, sembari terus menjalankan protokol kesehatan yang ketat dan mengkonsumsi vitamin.

    “Kalau malam-malam ada yang telepon, saya usahakan selalu salat malam dan memohon kesehatan kepada Gusti Allah, itu saja yang terus saya lakukan,” kata dia.

    Sementara itu, hal yang sama juga dirasakan oleh petugas pemakaman dari Relawan Surabaya Memanggil bernama Gedion Kristian Prasetya.

    Ia menceritakan pengalamannya saat kali pertama menjadi relawan pemakaman. Pada saat hari pertamanya bertugas, Gedion kaget karena dia langsung menangani banyak jenazah yang meninggal akibat C19. Mulai dari memindahkan, memandikan hingga mengkafani jenazah.

    “Saya gabung karena ingin benar-benar membantu. Kalau bukan kita siapa lagi, apalagi kalau lihat berita dan faktanya memang banyak tenaga medis yang bertumbangan,” kata Gedion.

    Baca juga :  Jatim Tambah 6.422 Kasus Positif Corona, 34 Kab/Kota Zona Merah

    Awalnya, Gedion mengaku sempat tidak percaya dengan kondisi pandemi C19. Namun ketika dirinya melihat sendiri kondisi banyaknya nakes yang terpapar dan meninggal, lingkungan sekitarnya banyak yang sakit, dan menyaksikan sendiri banyak jenazah yang dimakamkan, akhirnya dia semakin yakin bahwa kondisi saat ini sedang butuh pertolongan dari berbagai kalangan. Di situ lah lahir inisiatifnya untuk menjadi relawan.

    “Kita happy aja, karena kita benar-benar ikhlas tulus membantu apalagi menjadi relawan. untuk jumlahnya itu per hari ada tiga sift, satu siftnya 8 jam,” ungkap dia.

    Bahkan, di momen itu Gedion sudah membulatkan tekad untuk bekerja sosial membantu Pemkot Surabaya dalam menangani pandemi C19.

    Apalagi saat bertugas, dia telah mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap agar tidak tertular.

    “Selain APD kita juga menjaga imunitas tubuh dan jangan kebanyakan mikir, supaya tidak tertular,” akunya. ***

    Reporter :
    Penulis :
    Editor : Wetly
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Editor's Choice

    Jangan Lewatkan