Selasa, 3 Agustus 2021
30 C
Surabaya
More
    OpiniTajukVaksin Moderna, Perkuat Gerakan Percepatan Vaksinasi

    Vaksin Moderna, Perkuat Gerakan Percepatan Vaksinasi

    Oleh : Djoko Tetuko, Pemimpin Redaksi Wartatransparansi

     

    Vaksin Covid-19 Moderna sedang menyiapkan vaksinasi untuk bayi usia 6 bulan dan anak usia 11 tahun

    Percepatan vaksinasi warga negara dengan perkembangan diharapkan dalam 1 hari dapat melakukan vaksin/suntik 3 juta. Dan Provinsi Jawa Timur mendapat target 300 ribu per hari. Pemerintah segera mendatangkan vaksin Covid-19 Moderna sebagai vaksin ketiga setelah vaksin Senovac dan vaksin Astrazeneca.

    Sabtu (10/7/2021) Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mendukung upaya pemerintah itu, tetapi menanyakan kepastian efeksivitas vaksin Moderna.

    Walaupun dalam beberapa artikel termasuk dilansir Wikipedia sudah banyak penjelasan soal vaksin Moderna. Tetapi secara resmi sesuai prosedur, sebaiknya pemerintah mengumumkan dan memastikan efektivitas dan keamanan dalam hal kesehatan.

    Diketahui, sebagaimana dilansir wikipedia vaksin Covid-19 Moderna atau mRNA-1273 adalah sebuah vaksin yang dikembangkan oleh National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID), Biomedical Advanced Research and Development Authority (BARDA) dan Moderna.

    Vaksin tersebut dipakaikan melalui suntikan intraotot. Pada 18 Desember 2020, mRNA-1273 dikeluarkan melalui perintah pemakaian darurat oleh Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat.

    Dalam pemberian vaksin Covid-19, petugas kesehatan dan lansia diprioritaskan untuk vaksin. Semakin banyak vaksin yang dibuat maka kelompok prioritas tambahan juga harus divaksinasi. Vaksin Moderna cukup aman dan efektif pada orang yang kondisi medisnya terkait dengan peningkatan risiko penyakit parah seperti darah tinggi, diabetes, asma, paru-paru, penyakit ginjal, dan infeksi kronis.

    Baca juga :  Merah Putih Berkibar, Indonesia Raya Bergetar, di Olimpiade Tokyo

    Terkait varian baru ahar mampu menghindari kekebalan dari vaksin yang sebelumnya ditargetkan pada jenis virus SARS-CoV-2.
    Vaksin Moderna dan Pfizer masuk kedalam kandidat vaksin yang akan digunakan.

    Jenis vaksin Moderna dibuat menggunakan messenger RNA atau mRNA, sebuah teknologi yang mengirimkan sedikit kode genetik ke sel-sel dasarnya, protein yang dibuat dengan instruksi mRNA akan mengaktifkan sistem kekebalan, membuatnya dapat mendeteksi protein lonjakan sebagai benda asing dan mengembangkan antibodi dan senjata kekebalan lain yang dapat digunakan untuk melawannya.

    Penelitian mengenai vaksin ini telah dilakukan pada sekitar 30.000 peserta, vaksin Moderna Covid-19 memberikan efektivitas sebesar 94.1% dalam pencegahan Covid-19 pada 2 minggu setelah pemberian dosis kedua.

    Sebagai upaya mengatasi keadaan darurat Covid-19, EMA merekomendasikan Moderna dalam pencegahan virus Corona untuk orang berusia 18 tahun. Vaksin ini merupakan vaksin kedua yang direkomendasikan EMA. Komite obat-obatan manusia (CHMP), EMA telah melakukan penilaian menyeluruh mengenai kualitas, keamanan dan kemanjuran.

    Otoritas telah diberikan untuk pemasaran bersyarat formal yang diberikan oleh Komisi Eropa sehingga akan meyakinkan warga bahwa vaksin telah memenuhi standar keamanan.

    Baca juga :  Ketua Golkar Jatim “Menggugat”

    Moderna Inc. menyatakan bahwa vaksin Covid-19 yang dimodifikasi yang dirancang untuk lebih menargetkan varian virus corona yang lebih menular.

    Perusahaan Cambridge, Mass juga memiliki salah satu dari vaksin Covid-19 yang banyak digunakan, berencana untuk mendaftarkan 60 orang untuk menguji suntikan baru.

    Pada pertengahan 2020, relawan dewasa menerima suntukan vaksin Moderna dengan nama kode mRNA-1273.351. Pada masa pandemi ini sangat banyak vaksin yang telah diizinkan untuk digunakan dalam keadaan darurat, setiap vaksin memiliki efektivitas tinggi terhadap kematian dan penyakin parah untuk virus Corona.

    Per Maret 2021, Moderna Inc. mulai mempelajari vaksin Covid-19 pada anak-anak usia 6 bulan sampai 11 tahun di Amerika Serikat dan Kanada, upaya ini dilakukan sebagai perluasan kampanye vaksinasi massal diluar orang dewasa.

    Moderna bekerja sama dengan National Institute of Allergy dan Infectious Diseases dan divis dari Depatermen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan. Moderna juga telah melakukan suntikan dosis pertama pada anak-anak, studi pediatrik akan membantu dalam menilai potensi keamanan dan imunogenisitas

    Dalam studi terpisah, Moderna melakukan uji coba vaksin pada 3.000 anak dengan rentan usia 12 – 17 tahun dan hasil akan diberikan pada musim panas.

    Baca juga :  Semangat Kibarkan Merah Putih, Semangat Kalahkan Covid-19

    Moderna merupakan produsen vaksin di AS yang pertama melakukan uji coba vaksin pada bayi dan berencana untuk mendaftarkan sekitar 6.750 anak di AS dan Kanada untuk di uji coba. Hal ini dianggap penting untuk melihat tingkat kekebalan pada anak-anak dan remaja sebagai upaya menghentikan pandemi.

    Dalam pemantauan efek vaksin pada anak-anak, dokter melakukan pemeriksaan keluarga melalui kunjungan telemedicine setelah setiap suntikan diikuti dengan chek-in bulanan. Orang tua dimunta untuk membuat entri buku harian melalui ponsel mereka.

    Kedatangan vaksin Covid-19 Moderna dengan proses sekarang uji untuk bayi usia 6 bulan hingga anak usia 11 tahun, dan sudah memberlakukan vaksinasi untuk usia 12-17 tahun, maka guna percepatan gerakan vaksinasi nasional.

    Apalagi vaksin Covid-19 Moderna sedang menyiapkan vaksinasi untuk bayi usia 6 bulan dan anak usia 11 tahun, maka untuk keadaan darurat dapat menjadi sebuah penguatan.

    Semoga dalam keadaan darurat di mana-mana? Vaksin Covid-19 Moderna atau nanti merah putih dan lainnya, guna menjaga kesehatan dan keselamatan warga negara, butuh kepastian sesuai prosedur vaksin.

    Setelah itu mari bersama-sama mendukung dengan penuh keyakinan untuk membebaskan ancaman Covid-19 dan varian baru yang menyertai. Sekaligus membangkitkan semangat seluruh warga dan memulihkan pergulatan ekonomi di mana saja.

    Reporter :
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber :

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Editor's Choice

    Jangan Lewatkan