Minggu, 1 Agustus 2021
31 C
Surabaya
More
    OpiniTajuk"Satu Data” Kebutuhan Kendalikan Covid-19

    “Satu Data” Kebutuhan Kendalikan Covid-19

    Oleh : Djoko Tetuko, Pemimpin Redaksi Wartatransparansi

     

    Keputusan pemerintah mengambil kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, 3-20 Juli di Jawa dan Bali, para petinggi Republik ini memberikan perhatian khusus kepada Jawa Timur dan Surabaya Raya.

    Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama jajaran Forkopimda sudah melakukan safari dalam mendukung PPKM Darurat, dengan konsentrasi vaksinasi, ketersediaan BOR di rumah sakit, gerakan 5M terutama memakai masker serta mencegah kerumunan.

    Diketahui, penanganan dan pengendalian Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) dan varian lain di Surabaya Raya dilakukan dengan berbagai penyekatan dan Pemberlakukan jam malam.

    Di Sidoarjo dan Gresik, juga memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat dengan melakukan penyekatan. Juga memberlakukan jam maupun ketentuan seusai PPKM Darurat.

    Di Surabaya, Wali Kota Eri Cahyadi bersama Wakil Wali Kota Armuji, terus menerus melakukan berbagai upaya maksimal guna mensukseskan PPKM Darurat.

    Baca juga :  Ketua Golkar Jatim “Menggugat”

    Di antara berbagai upaya di Jawa Timur dan Surabaya Raya, Jumat (9/7/2021)
    Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, melakukan kunjungan di Jawa Timur.

    Dalam kunjungan
    meninjau posko PPKM di Desa Sawotratap, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo,
    Panglima mengaku, dari data yang ada hanya DKI Jakarta memperlihatkan adanya peningkatan tracing dibandingkan daerah lain di Indonesia.

    Ditegaskan bahwa tracing yang jelek ini karena Satgas PPKM Mikro yang ada di tiap desa maupun kampung tangguh tidak mendapat data hasil testing dari Dinas Kesehatan.

    Kedua, ada juga masyarakat melaksanakan PCR di labolatorium memang sudah dilaporkan secara aplikasi ke Dinkes, namun tidak melaporkan ke posko PPKM.

    Baca juga :  Awas! Sertifikat Vaksin Palsu

    Ketiga, ada warga merasa sakit berdiam diri untuk isolasi mandiri. Akhirnya yang terjadi kasus positif di Indonesia terus naik.

    Secara garis besar Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyebut bahwa penanganan virus corona atau Covid-19 di Indonesia masih lemah. Terutama dalam hal tracing terhadap kontak erat dari warga yang terpapar Covid-19.

    Kamis (8/7/2021), Ketua DPR RI Dr (HC) Puan Maharani meninjau Rumah Sakit Darurat Lapangan Tembak Kedung Cowek, Surabaya.

    Mendampingi kunjungan pemantauan pemantapan PPKM Darurat di Surabaya, Ketua Badan Anggaran DPR RI MH Said Abdullah, Wakil Ketua Komisi IX Charles Honoris, Wakil Ketua Komisi VIII Diah Pitaloka dan Wakil Ketua Komisi XI Dolfie O.F.P.

    Puas mengapresiasi terobosan dan langkah cepat dari Wali Kota dalam menyiapkan RS Lapangan Tembak. Terutama kalau BOR sudah diatas 80 persen.

    Baca juga :  Pandemi Covid-19 Marah dan Parah, Umat Bacakan Doa Shalawat Burdah

    Kunjungan para pejabat ke Jawa Timur tentu saja, dengan harapan pelaksanaan PPKM Darurat atau PPKM Mikro Ketat, dapat berjalan dengan maksimal.

    Tetapi kelemahan pendataan 3T (tracing, testing, treatment), 5M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, mencegah kerumunan, serta membatasi Kegitaan masyarakat), membutuhkan kebersamaan dalam “Satu Data” Covid-19.

    “Satu Data” Covid-19 selain memperkuat program 3T dan 5M, juga harus mensukseskan gerakan massal vaksinasi. Juga 3P (penguatan pelaku usaha termasuk UMKM, pemberian semangat semua warga, dan pemulihan ekonomi dengan terus menjaga semangat dan membangkitkan).

    Kebersamaan dalam pendataan “Satu Data” hasil 3T, 5M, dan 3P, insyaAllah akan mengendalikan Covid-19 atau varian lain dengan baik dan sukses.

    Reporter :
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber :

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Editor's Choice

    Jangan Lewatkan