Gresik  

Belajar Tradisi Sejak Dini: Khofifah Kenalkan Pasar Bandeng Gresik kepada Cucu Aila

Belajar Tradisi Sejak Dini: Khofifah Kenalkan Pasar Bandeng Gresik kepada Cucu Aila
Didapingi Bupati Gresik Ahmad Yani,  Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengenalkan Bandeng kepada cucunya Aisyah Nabila (Aila) pada acara lelang Bandeng di Gresik, Rabu (18/3/2026)

DI tengah suasana Ramadan yang hangat menjelang Idul Fitri, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, tampak menghabiskan waktu istimewa bersama cucu pertamanya, Aisyah Nabila (Aila). Rabu (18/3)

Ia mengajak Aila mengunjungi Pasar Bandeng di Gresik—sebuah tradisi yang sudah hidup sejak masa Sunan Giri.

Bagi Khofifah, kunjungan ini bukan sekadar jalan-jalan. Ia ingin menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah sejak dini kepada sang cucu.

Di pasar tersebut, Aila diajak melihat langsung ikan bandeng berukuran besar—yang dikenal sebagai bandeng kawak—hasil budidaya para petambak dari wilayah Mengare.

“Saya hampir setiap tahun ke sini. Dan kali ini saya ajak Aila, supaya dia bisa melihat langsung tradisi ini,” ujar Khofifah dengan penuh kehangatan.

Di matanya, mengenalkan tradisi lokal sejak kecil adalah langkah penting. Dengan hadir langsung di tengah aktivitas pasar, anak-anak bisa merasakan kehidupan sosial, memahami proses ekonomi, sekaligus menyerap nilai-nilai budaya yang tumbuh di masyarakat.

Lebih dari sekadar tempat jual beli, Pasar Bandeng Gresik menyimpan cerita panjang tentang kebersamaan, kerja keras, dan kearifan lokal. Tradisi ini telah diwariskan dari generasi ke generasi, menjadi bagian dari identitas masyarakat yang tak ternilai.

Khofifah pun menegaskan, menjaga tradisi seperti ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga generasi muda. “Ini adalah warisan budaya yang harus terus dijaga,” tuturnya.

Selain sarat nilai budaya, Pasar Bandeng juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Ikan bandeng yang dijual di sini bukan ikan biasa—ukurannya bisa mencapai 4–5 kilogram, dan membutuhkan waktu hingga empat tahun untuk dibesarkan di tambak.

“Itu artinya, ada proses panjang dan kerja keras di balik setiap ikan yang kita lihat. Kita harus menghargainya,” tambahnya.

Dalam kunjungan tersebut, Khofifah juga membeli cukup banyak ikan bandeng.

Nantinya, ikan-ikan itu akan digunakan dalam lomba memasak yang melibatkan Perangkat Daerah dan BUMD di lingkungan Pemprov Jawa Timur.

Acara tahunan yang kini memasuki tahun ke-6 itu akan digelar di Gedung Negara Grahadi. Rangkaian kegiatan dimulai dengan qiyamul lail pada pukul 01.00 WIB, dilanjutkan lomba memasak pukul 02.00 WIB, dan ditutup dengan sahur bersama dari hasil masakan peserta.

“Memang belanjanya agak banyak, karena untuk lomba masak di Grahadi. Ini sudah yang keenam kalinya kita selenggarakan,” pungkas Khofifah. (*)

Penulis: Amin Istighfarin