Selasa, 3 Agustus 2021
30 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaPelanggar PPKM Darurat Digaruk, Mengaku Kapok Usai Dihukum Rawat ODGJ

    Pelanggar PPKM Darurat Digaruk, Mengaku Kapok Usai Dihukum Rawat ODGJ

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Ratusan warga yang tak patuh dengan PPKM darurat, melanggar protokol kesehatan, berhasil digaruk. Mereka disanksi Tour of Duty dan diinapkan semalam di Liponsos untuk merawat ODGJ.

    Dalam operasi PPKM darurat gabungan Pemkot Surabaya bersama tim TNI-Polri, banyak ditemukan warung makan, warung kopi, dan toko yang masih beroperasi melebihi pukul 20.00 WIB.

    “Ditemukan beberapa warung yang masih buka, langsung diminta tutup, dan para pengunjungnya yang melanggar protokol kesehatan dan melanggar aturan jam malam saat PPKM Darurat langsung dimintai KTP untuk didata dan langsung dibawa menggunakan bus untuk di kumpulkan di Liponsos Keputih.,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Surabaya, Eddy Christijanto, Selasa (6/7/2021).

    Ia mengatakan, bahwa pada operasi tersebut tim patroli gabungan mendapati 145 pelanggar protokol kesehatan. Mereka yang melanggar langsung djsanksi berupa “Tour of Duty” menyaksikan pemakaman jenazah yang meninggal karena Covid-19 pada pukul 24.00 WIB, kemudian para pelanggar itu juga memberikan pelayanan sosial bagi Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Liponsos keesokan harinya.

    Baca juga :  Rumah Sehat Surabaya Sudah Ditempati OTG

    “Kita tempatkan di Liponsos selama satu malam, sekitar pukul 24.00 kita ajak ke tempat pemulasaran jenazah dan setelah itu kita arahkan untuk melihat proses pemakaman dan makam warga Surabaya yang meninggal karena Covid-19,” kata Eddy.

    Tepat pukul 24.00 WIB, bus yang membawa pelanggar protokol kesehatan pada saat PPKM Darurat tiba di makam Keputih. Di sana mereka ditunjukkan tempat pemulasaran jenazah dan menyaksikan langsung pemakaman jenazah yang meninggal karena Covid-19.

    Tidak hanya itu, mereka pun melihat secara langsung perjuangan petugas dan tenaga kesehatan yang masih memakamkan jenazah yang meninggal karena Covid-19 hingga 24 jam.

    Eddy menjelaskan, hal ini dilakukan untuk memberikan pelajaran agar warga percaya bahwa Covid-19 itu ada dan sedang melanda Kota Surabaya maupun dunia. Sanksi diberikan agar menimbulkan empati dan sense of crisis, sehingga mereka dan warga Surabaya sadar bahwa menerapkan protokol kesehatan, menggunakan masker, tidak berkerumun, dan tidak melanggar aturan jam malam selama PPKM Darurat merupakan salah satu upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

    Baca juga :  Pangkoarmada II dan Forkopimda Jatim Tinjau Vaksinasi Massal di Gelora Pancasila

    “Kita berharap dengan ini mereka dan warga Surabaya lainnya sadar bahwa sangat penting untung menerapkan protokol kesehatan dan tidak melanggar aturan jam malam selama PPKM Darurat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” jelasnya.

    Ia menambahkan bahwa setelah dari makam Keputih, para pelanggar protokol kesehatan ini akan menginap di Liponsos Keputih untuk kemudian di pagi hari memberikan pelayanan sosial bagi ODGJ. Pukul 08.00 WIB mereka akan di swab, mereka yang hasilnya positif akan diisolasi dan yang hasilnya negatif dipulangkan ke keluarga masing-masing. Ia pun menegaskan bahwa bagi para pelanggar yang sudah menandatangani surat pernyataan, jika mereka kembali melakukan pelanggaran kedepannya akan mendapatkan sanksi yang lebih berat.

    Baca juga :  Wali Kota Peduli Difabel, Wawali Beri Semangat Penderita Stroke

    “Sanksi berikutnya adalah kerja sosial di Liponsos selama lima hari dan membantu pembuatan peti jenazah, jadi mereka tahu bahwa Pemkot bekerja secara maksimal untuk menangani korban Covid-19,” tegasnya.

    Salah satu pelanggar yang mengikuti Tour of Duty menceritakan bahwa setelah ia mengunjungi makam dan menyaksikan langsung proses pemakaman jenazah yang meninggal karena Covid-19, kini ia semakin menyadari bahwa Covid-19 itu ada dan akan berhati-hati ke depannya terutama untuk keluar rumah melebihi aturan jam malam yang diberlakukan selama PPKM Darurat.

    “Sekarang jadi lebih sadar sama Covid-19 dan lebih berhati-hati untuk keluar rumah di masa PPKM seperti ini, karena ketat sekali penjagaannya. Kapok wes,” ujarnya.

    Ia pun mengimbau kepada warga Surabaya untuk selalu menerapkan protokol kesehatan, menggunakan masker dobel, dan mematuhi aturan jam malam yang berlaku selama PPKM Darurat. ***

    Reporter :
    Penulis :
    Editor : Wetly
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Editor's Choice

    Jangan Lewatkan