Minggu, 1 Agustus 2021
31 C
Surabaya
More
    OpiniTajukCovid-19 Serang Anak-anak, Semua Wajib Waspada

    Covid-19 Serang Anak-anak, Semua Wajib Waspada

    Oleh : Djoko Tetuko, Pemimpin Redaksi Wartatransparansi

     

    12,5 Persen dari Total Kasus, 3-5 Persen Meninggal Dunia

    Sebagai referensi bahwa padapertimbangan UU 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak adalah:

    Pertama, bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia menjamin kesejahteraan tiap warga negaranya, termasuk perlindungan terhadap hak anak yang merupakan hak asasi manusia;

    Kedua, setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

    Ketiga, anak sebagai tunas, potensi, dan generasi muda penerus cita-cita perjuangan bangsa memiliki peran strategis, ciri, dan sifat khusus sehingga wajib dilindungi dari segala bentuk perlakuan tidak manusiawi yang mengakibatkan terjadinya pelanggaran hak asasi manusia;
    bahwa dalam rangka meningkatkan perlindungan terhadap anak perlu dilakukan penyesuaian terhadap beberapa ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

    Baca juga :  Pandemi Covid-19 Marah dan Parah, Umat Bacakan Doa Shalawat Burdah

    Berkaitan dengan penyebaran Covid-19 sudah menyerang anak-anak dengan prosentase 12,5 persen atau jika ada 8 kasus terkonfirmasi terinfeksi positif virus Corona, 1 diantaranya adalah anak-anak.

    Penegasan itu disampaikan Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof DR Dr Aman Bhakti Pulungan SpA(K) FAAP, dan Prof Dr dr Rismala Dewi SpA(K), selaku Dokter Spesialis Patologi Forensik KSM Kesehatan Anak RS Cipto Mangunkusumo.

    Bahkan, Prof Rismala menambahkan, kondisi penularan atau transmisi Covid-19 saat ini lebih parah dibandingkan dengan awal pandemi.

    Dimana kekhawatiran dan penularan yang tinggi ini juga sangat dipengaruhi oleh adanya mutasi dan varian-varian baru, salah satunya varian Delta.

    Diketahui, infeksi Covid-19 varian Delta ini bisa menyebabkan gejala yang sangat bervariasi pada anak, bisa bermacam-macam
    tapi banyak yang berhubungan dengan gangguan saluran cerna atau pernapasan.

    Kasus infeksi Covid-19 pada anak-anak di Indonesia menjadi yang tertinggi di dunia, dan dianggap sangat mengkhawatirkan. Terutama di tengah merebaknya varian Delta, orangtua diimbau waspada terhadap gejala-gejala Covid-19 jika anak terinfeksi varian ini.

    Baca juga :  Ketua Golkar Jatim “Menggugat”

    Sementara, data tingkat kematian atau case fatality rate pada usia itu juga meningkat mencapai 3-5 persen. Terutama usia 0-8 tahun. Sebagaimana diungkapkan Prof Aman dalam Konferensi Pers bertajuk 5 Organisasi Profesi tentang Situasi Terkini Pandemi Covid-19 di Indonesia, Jumat (18/6/2021).

    Sehingga, jika bisa dibayangkan, 1 dari 8 kasus konfirmasi positif Covid-19 adalah anak-anak yang terinfeksi, dan yang meninggal di antaranya mencapai 3-5 persen.

    Terkait kondisi ini, orangtua diminta untuk terus memberikan perlindungan luar dan dalam pada anak, sembari terus memberikan edukasi tentang protokol kesehatan.

    Senin (28/6/2021),
    Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meminta para orangtua waspada terhadap penularan Covid-19 terhadap anak-anak.
    agar tidak membawa anak keluar rumah, kecuali urusan sangat penting seperti kepentingan layanan kesehatan.

    Baca juga :  Awas! Sertifikat Vaksin Palsu

    Gubernur Khofifah meminta para orang tua, tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (Prokes). Bagi orang tua yang memiliki gejala Coronavirus Disease 2019 harus segera melakukan isolasi dan menjaga jarak dengan anak untuk sementara waktu.

    Mengingat vaksinasi Covid-19 saat ini hanya mengurangi dampak keterpaparan. Kemungkinan tertular kembali dan menularkan virus Covid-

     

    19 masih sangat besar jika longgar terhadap protokol kesehatan atau jika ekosistemnya kurang mendukung.

    Oleh karena itu, lingkungan keluarga, rukun tetangga (RT), rukun warga (RW), dan desa/kelurahan wajib ditingkatkan kewaspadaannya, dengan pendataan serta 3T (tracing, testing, dan treatment) lebih fokus, terutama menjaga kesehatan dan keselamatan anak.

    Selain itu, disiplin menjalankan 5M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, mengurangi kerumunan, dan membatasi kegiatan masyarakat) menjadi obat mujarab sekaligus memutus mata rantai Covid-19.

    Reporter :
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber :

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Editor's Choice

    Jangan Lewatkan