Minggu, 1 Agustus 2021
31 C
Surabaya
More
    Jawa TimurPasuruanAwas ICU RSUD Bangil Full Pasien Positif Corona

    Awas ICU RSUD Bangil Full Pasien Positif Corona

    PASURUAN (Warta Transparansi.com)  – Pasca libur panjang beberapa waktu lalu, Kabupaten Pasuruan mulai menunjukan peningkatan jumlah pasien penderita Covid-19. Hal ini membuat ketersediaan kamar ICU/HCU di RSUD Bangil terisi penuh.

    Direktur RSUD Bangil, dr Arma Roosalina mengatakan 12 bed untuk pasien Covid-19 yang berstatus kritis atau berat sudah terisi penuh sejak Rabu (16/06/2021) kemarin.

    Lalu bagaimana dengan pasien dengan kondisi yang sama, Arma menegaskan bahwa RSUD Bangil masih memiliki 12 ruangan IGD (Instalasi Gawat Darurat) isolasi bertekanan negative. Ruangan ini bisa digunakan untuk para pasien Covid-19 kritis maupun berat yang memerlukan penanganan dokter.

    Sampai hari ini, dari 12 ruangan di IGD, sebanyak 4 pasien sudah ditangani dengan dokter dan perawat yang sudah berpengalaman dalam menangani pasien Covid-19.

    “Ruangan HCU/ICU memang sudah full sejak kemarin. Tapi kita sudah siapkan 12 ruangan IGD khusus pasien Covid-19 yang dalam keadaan kritis atau berat. Sekarang terisi 4 dan masih ada 12 bed,” kata Arma di sela-sela kesibukannya, Kamis (17/06/2021).

    Baca juga :  Gedung Sekolah Dijadikan Isoter, Dewan Panggil Pihak Terkait



    Dengan penuhnya ruangan HCU/ICU, RSUD Bangil tengah mempersiapkan tambahan ruangan di lantai II khusus pasien Covid-19. Kata Arma, ruangan ini bukan baru, melainkan memodifikasi 8 ruangan pasien isolasi Covid-19 dengan gejala ringan sampai sedang.

    Ditargetkan, modifikasi ruangan ini akan selesai dalam minggu depan, sehingga bisa langsung digunakan sebagai ruangan HCU/ICU Pasien Covid-19 dengan status berat atau kritis.

    “Sekarang masih proses modifikasi. Kita tidak membangun gedung baru, tapi lebih memodifikasi delapan ruangan isolasi pasien Covid-19 ringan dan sedang yang berada di Lantai II khusus pasien Covid-19,” jelasnya.

    Sementara itu, meski ruangan HCU/ICU sudah penuh sesak oleh pasien kritis Covid-19. Tapi untuk ruangan pasien dengan gejala ringan sampai sedang masih mencukupi. Dijelaskan Arma, dari 82 bed yang tersedia, saat ini jumlah pasien Covid-19 yang dirawat sebanyak 47 orang . Itu artinya masih ada 35 bed yang bisa menampung para pasien Covid-19 yang sewaktu-waktu butuh dilarikan ke RS.

    Baca juga :  Perketat Prokes Agar PPKM Berakhir

    “Jadi, kalau ada pasien Covid-19, kami masih bisa menampung dan merawatnya,” singkatnya.

    Di sisi lain, Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan, Anang Saiful Wijaya menegaskan bahwa dengan penuhnya ruangan HCU/ICU RSUD Bangil berbanding lurus dengan semakin bertambahnya warga Kabupaten Pasuruan yang terpapar Covid-19 dalam beberapa hari terakhir.

    Seperti hari ini misalnya. Anang menguraikan setidaknya ada 14 orang yang dinyatakan Positif Covid-19. Mereka terdiri dari 3 warga Kecamatan Bangil, 2 warga Gempol, 3 warga Gondangwetan, 2 warga Grati, 1 warga Kraton, 1 warga Lumbang, 1 warga Pohjentrek, dan 1 warga Sukorejo.

    Kebanyakan, dari 14 orang terpapar dari para ibu rumah tangga alias keluarga. Jumlahnya mencapai 6 orang. Sedangkan sisanya ada yang wiraswasta, pengangguran atau tidak bekerja, pelajar/santri dan pensiunan PNS.

    Mereka semua terpapar dengan gejala sehingga perlu penanganan medis. Total 5 orang dilarikan ke RSUD Bangil, 5 orang dirawat di RSUD Grati, 1 orang dirawat di RS Purut Kota Pasuruan dan 1 orang di RS dr Sutomo Surabaya.

    Baca juga :  Warga Dan Wali Murid Tolak SMPN 2 Bangil Jadi Isoter Pasien Covid-19

    “Hari ini ada dua warga yang meninggal dunia karena Covid-19. Dan yang lain masih dalam penanganan medis. Kita doakan untuk yang meninggal dunia semoga Husnul Khotimah dan yang tengah berjuang, semoga lekas sembuh,” harapnya.

    Ditambahkan Anang, jumlah orang yang terpapar Covid-19 hari ini adalah yang terbanyak dalam beberapa hari belakangan. Oleh karenanya, ia meminta seluruh masyarakat agar tak mengabaikan protokol kesehatan.

    Terlebih, masih banyak warga yang tak patuh seperti tidak memakai masker, tidak menjaga jarak dan sering berkerumun. Inilah yang membuat penyebaran Covid-19 terus meluas apabila tidak diperangi dengan cara pengetatan 5M.

    “Banyak yang abai. Sudah jenuh pakai masker, akhirnya buka semua. Hajatan juga begitu, banyak yang tak pakai masker. Maka dari itu, satgas desa sampai RW kami tekankan untuk lebih memperketat pengawasannnya demi kebaikan bersama,” tutupnya. (mil/hen)

    Reporter : Henry Sulfianto
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Editor's Choice

    Jangan Lewatkan