Rabu, 20 Oktober 2021
27 C
Surabaya
More
    Jawa TimurPasuruanAtasi Banjir Di Pasinan, PU SDA Segera Normalisasi Sungai Kedungpangaron

    Atasi Banjir Di Pasinan, PU SDA Segera Normalisasi Sungai Kedungpangaron

    PASURUAN (Warta Transparansi.com) – Keberadaan sungai Kedungpengaron yang membelah Dusun Pasinan, Desa/Kecamatan Beji beberapa pekan terakhir banyak dikeluhkan oleh warga sekitar, ini lantaran keadaan badan sungai tersebut sudah cukup dangkal sehingga tidak dapat lagi menampung debit air, apalagi pada musim penghujan.

    Dari data yang berhasil dikumpulkan Warta Transparansi.com, kala musim penghujan beberapa bulan lalu warga dusun setempat menjadi langganan banjir dan puluhan rumah warga terendam banjir rata-rata setinggi 30 hingga 60cm akibat luapan sungai setempat. Atas hal tersebut sejumlah warga meminta agar sungai kedungpengaron segera dilakukan normalisasi.

    “Sungai itu dari data yang ada, sudah tak tersentuh normalisasi kira-kira 5 hingga 8tahun belakang. Tentunya pendangkalan atau sedimentasi pada badan sungai. Usulan komisi III untuk dilakukan normalisasi pada instansi terkait telah kami layangkan dan semoga segera terealisasikan,”ujar Arifin anggota Komisi III dari PDIP asal Kecamatan Beji.

    Saat hal ini coba dikonfirmasikan pada Kepala Dinas PU SDA Kab.Pasuruan Misbah Zunip melalui Imam Nurwahyudi Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Dinas Sumber Daya Air dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan,”rencana normalisasi Sungai Kedungaron segera dilaksanakan falam waktu dekat ini, normalisasi itu akan dijalankan,”tegasnya  dari seberang telepon selularnya, Jumat (21/5/2021)

    Ditambahkan olehnya, untuk persiapan normalisasi sungai kedungpengaron. Kami ( PU SDA Kab.Pasuruan) telah menurunkan alat berat ke lokasi. Normalisasi itu sendiri, sejatinya terjadwal pada awal tahun 2021.

    Namun dikarenakan kondisi cuaca saat itu masih puncak musim penghujan, kami undur sampai saat ini (musim kemarau). Normalisasi jika dipaksakan pada musim penghujan, hasilnya tidak akan maksimal dan dapat membahayakan para pekerja,”imbuh Imam sapaan akrabnya. (*)

    Reporter : Henry Sulfianto
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan