Kamis, 23 September 2021
32 C
Surabaya
More
    OpiniLa Nyalla dari Daerah untuk Indonesia

    La Nyalla dari Daerah untuk Indonesia

    Oleh Ferry Is Mirza

    Akhir-akhir ini sangat masiv dan gencar viral di media sosial adanya kehendak kalangan milineal agar La Nyalla Mahmud Mattalitti maju dan diajukan sebagai calon presiden di Pemilu tahun 2024 mendatang.

    Dengan cepat pula mereka, yang bukan anggota suatu partai politik –melainkan kebanyakan berasal dari ormas Pemuda Pancasila–, organisasi yang telah membesarkan nama La Nyalla, memasang status khusus LNM for President.
    Sebelum rame-rame namanya dikehendaki untuk maju dan diajukan sebagai calon presiden, penulis yang menulis biografi La Nyala bertanya, apakah tidak punya rencana untuk maju sebagai RI-1, kan sekarang sudah menjabat ketua DPD ? La Nyalla menjawab, “Beri kesempatan pada saya untuk menyiapkan diri dalam waktu satu-dua tahunlah”.

    Belum setahun, tiba-tiba booming kehendak dari kalangan milenial. Tentu ini bukan secara kebetulan dan unplaned. Tetapi, penulis tak ingin menyoal hal itu. Penulis lebih tertarik untuk mempertanyakan di balik kehendak kaum muda tersebut.
    Mungkinkah mereka sudah yakin betul bahwa hanya La Nyalla yang sanggup melanjutkan estafet kepemimpinan nasional dibandingkan nama-nama yang digadang-gadang oleh oligarki partai politik dan kalangan oposisi ?

    Sekadar meminjam istilah yang dikemukakan oleh filosof Engels, tesis-antitesis-sintesis, maka agaknya La Nyalla adalah calon sintesis dari calon-calon oligarki parpol dan golongan oposisi sebagai tesis dan antitesis. La Nyalla punya kemampuan manajerial yang lateral namun beliau tak pernah menjadi pengritik pemerintah.

    Bertahun-tahun memimpin Pemuda Pancasila di Jawa Timur, tak pernah sekali pun konflik dengan pemerintah daerah ataupun mengerahkan massanya untuk mendukung gerakan oposisi. Itulah yang menjadikan dirinya sebagai sintesis.

    Para milineal sudah jenuh dengan gaya dan retorika tokoh-tokoh yang ada. Kalau tidak membela ya menghujat habis-habisan.

    La Nyalla adalah tokoh yang selalu memberikan solusi pada permasalahan yang ada, terutama yang menyangkut kepentingan daerah.

    Oleh karena itu slogan pencalonannya adalah “Dari daerah untuk Indonesia” dan “Nyalakan Indonesia”. Slogan yang tepat.

    Penulis teringat Koentjaraningrat yang mengatakan kebudayaan nasional Indonesia adalah kebudayaan -kebudayaan daerah yang ada di Indonesia.

    La Nyalla berdarah Bugis Makassar namun lahir di Jakarta dan besar di Surabaya. Ayahnya almarhum H Mahmud Mattalitti seorang dosen di Fak Hukum Unair. Kakeknya almarhum H Mattalitti seorang saudagar muslim yang taat di Surabaya. La Nyalla lulusan Fak Teknik Univ Brawijaya.

    Dalam jiwa La Nyala bersemi nilai-nilai wirausaha, intelegensia, dan moral yang tinggi. Tegas dan punya rasa percaya diri yang kuat, namun sangat menghormati para kiai, intelektual, dan pejuang moralitas.

    Barangkali dan bisa jadi La Nyalla diusung oleh partai-partai politik. Insyaa Allah. Serta, tidak ada yang tak mungkin, bila diniati dan dengan ikhtiar serta atas ridhaNYA. (Oleh Prof Sam Abede Pareno disadur oleh Ferry Is Mirza)

    Reporter :
    Penulis : Ferry Ismirza
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan