Kamis, 23 September 2021
32 C
Surabaya
More
    OpiniTajukGempa Nias, Gempa Mudik, Gempa Arus Balik
    Oleh : Djoko Tetuko, Pemimpin Redaksi Wartatransparansi

    Gempa Nias, Gempa Mudik, Gempa Arus Balik

     

    Kemajemukan Indonesia memang sudah teruji dapat dilalui dengan mengedepankan kebangsaan sangat tinggi. Berbagai ujian maupun perbedaan dapat terselesaikan dengan berkeadilan.

    Nilai Dasar Wawasan Kebangsaan ialah penghargaan terhadap harkat dan martabat manusia sebagai mahluk ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa. Juga tekad bersama untuk berkehidupan kebangsaan yang bebas, merdeka dan bersatu cinta akan tanah air, berdemokrasi, berkedaulatan. Memegang teguh
    kesetiakawanan sosial, dengan masyarakat adil juga makmur.

    Ketika umat Islam merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1442 H, bersamaan dengan itu pula umat Kristiani merayakan kenaikan Isa Al- Masih, 13 Mei 2021. Nilai-nilai kebangsaan di atas kepentingan pribadi, golongan dan agama menjadikan suasana benar-benar sebuah perwujudan Negara berdasarkan Pancasila.

    Di tengah-tengah kekhidmatan merayakan dua hari besar keagamaan, sebagai negara Bertuhanan Yang Maha Esa menerima kabar duka dengan gempa di hamparan Kepulauan Sumatera.

    Baca juga :  BTPKLW Kecerdasan Pemerintah Memotivasi Kebangkitan Ekonomi

    Gempa berkekuatan 7.2 magnitudo mengguncang Kepulauan Nias, Jumat (14/5/2021) tepat sekitar pukul 13:33 WIB, getaran gempa terasa hingga Aceh.

    Guncangan gempa tersebut seperti pernah terjadi di Aceh tahun 2004 silam. Dan akibat gempa Nias masih menunggu perkembangan.

    Gempa Nias ialah ciptakan Allah SWT karena gerakan kekuatan alam, sebagai bangsa dengan mengedepankan kemajemenukan dan percaya semua terjadi karena kekuatan dari Tuhan Yang Esa. Oleh karena itu, seyogianya senantiasa memanjatkan doa supaya dijauhkan dari kemungkinan bahaya lebih besar.

    Gempa Mudik ialah bagian dari takdir karena rekayasa manusia. Sebab tercatat 2 juta orang meninggalkan Jabodetabek menuju kampung halaman masing-masing dengan berbagai cara.

    Mengapa ini juga gempa? Sekedar mengingatkan tentang bahaya akan terjadi ledakan kasus terinfeksi positif Covid-19 jika tidak menjaga protokol kesehatan.

    Baca juga :  Waspadalah! Kekuatan Kontingen PON Buram dan Performance Atlet Turun

    Bahaya sangat mengancam, jika tidak Prokes sama saja dengan mengundang gempa. Terbukti manusia masih merekayasa. Dan perpaduan antara rekayasa manusia dengan ketetapan dari Allah SWT akan menimbulkan masalah, dan itulah bahaya gempa mudik.

    Dan sebagai umat beragama, Berketuhanan Yang Maha Esa. Mari senantiasa berdoa supaya bahaya gempa mudik dapat terkendali.

    Gempa Arus Balik ialah peristiwa kemungkinan terjadi ledakan kasus terinfeksi Covid-19 karena setelah mudik dengan berbagai rekayasa, kembali (arus balik) ke Jabodetabek dengan berbagai kemungkinan tidak terkontrol dan terkendali.

    Gempa Arus Balik dan Gempa Mudik merupakan bagian rekayasa manusia, melakukan pergerakan dengan melanggar larangan. Semoga tidak terjadi ledakan kasus terinfeksi positif Covid-19, karena jika terjadi maka kedahsyatannya hampir sama dengan gempa.

    Baca juga :  Soekano, Megawati, Puan dalam Keajaiban dan Kalkulasi Politik

    Oleh karena itu, jika mudik dan arus balik dapat menjaga protokol kesehatan (Prokes), maka insyaAllah dapat mencegah gempa rekayasa manusia. Walaupun semua perjalanan hamba-Nya, perjalanan manusia mudik dan arus balik, karena kekuatan Tuhan Yang Maha Esa.

    Hari ini gempa Nias dengan berbagai kemungkinan karena takdir dari Yang Maha Kuasa. Ke depan gempa mudik dan gempa arus balik dengan berbagai kemungkinan akibat rekayasa manusia, sekaligus menunggu ketetapan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa.

    Semoga Indonesia dengan salah satu kekayaan termasuk negeri rawan gempa akibat rekayasa manusia, dan gampa alami karena gugusan pegunungan, lautan dan bumi berpotensi gempa. Semua dapat dikendalikan dengan ikhtiar dan kepasrahan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

    Tetapi ingat! Bahwa lebih berhati-hati menjauhkan dari berbagai ancaman gempa karena alam dan gempa karena rekayasa manusia, akan menyelamatkan bangsa dan negara dari bencana dan musibah.

    Reporter :
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber :

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan