Senin, 21 Juni 2021
24 C
Surabaya
More
    Jawa TimurPasuruanKejari Kabupaten Pasuruan Tepis Info Hoax

    Kejari Kabupaten Pasuruan Tepis Info Hoax

    PASURUAN (Warta Transparansi.com) – Integritas atau kewibawaan Kejaksaan Negeri Kab.Pasuruan dalam kasus dugaan korupsi Rp.25 milyar di tubuh PKIS (Pusat Koperasi Industri Susu) Sekar Tanjung, yang berkedudukan di Kecamatan Purwosari dipertaruhkan.

    Ini lantaran telah tersebarnya informasi yang menyatakan penyidikan atas kasus tersebut telah rampung dan belum menetapkan tersangka.

    Mengetahui adanya informasi yang berkembang di masyarakat tersebut pihak Kejaksaan Negeri Kab.Pasuruan menyatakan bahwa informasi tersebut “hoax”.

    Seperti yang disampaikan secara langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan Ramdhanu Dwiyantoro melalui Kasi Intel Jemmy Sandra,” informasi dari salah satu media online yang tayang pada Minggu (18/4/2021) tersebut tidak benar (hoax) dan ngawur,”tegasnya.

    Baca juga :  Polres Pasuruan Berganti Komando, AKBP Rofiq Kepada AKBP Erick

    Ditambahkan oleh Kasi Pidsus Deny Saputra, perlu diketahui bahwa saat ini prosesnya masih pada tataran PENYELIDIKAN (Lid). Kami tim penyidik masih mengumpulkan alat bukti dan bahan keterangan dari sejumlah orang, instansi terkait juga para ahli.Agar nantinya saat proses penyidikan,penetapan tersangka dan proses peradilan kami tidak dapat terpatahkan oleh pihak-pihak yang “terduga”. Artinya jangan sampai setelah pada proses persidangan nantinya para pihak “terduga” memiliki alibi hukum yang kuat sehingga bebas demi hukum, lantaran kita (JPU) lemah dalam penyertaan alat bukti,”ungkap jaksa asli Pasuruan ini.

    Masih menurut Deny Saputra, penanganan kasus dugaan korupsi tidak bisa serampangan dan harus sesuai dengan UURI No.8 tahun 1981 tentang KUHAP, khususnya pada pasal 1 ayat 1 dan 4.

    Baca juga :  PPN Sembako, Wacana Keblinger Kemenkeu Tak Pro Rakyat

    Jemmy Sandra,SH.MH Kasi Intel Kejari Kab.Pasuruan

    Ambil contoh kasus korupsi pemanfaatan Tanah Kas Desa (TKD) Bulusari-Gempol Rp.2,9milyar. Proses penyelidikan memakan waktu lebih dari 2 tahun, dikarenakan kami tim penyidik harus pulbaket(pengumpulan alat bukti dan bahan keterangan) dari sejumlah orang,instansi dan ahli.Berbalik dengan dugaan korupsi PKIS, dimana dari penelusuran tim. Setidak ada lebih banyak orang,instansi dan ahli yang kami panggil untuk diminta keterangannya dari pada kasus korupsi TKD Bulusari,”bebernya.

    ” kami minta tolong pada rekan jurnalis, sebelum menyiarkan informasi ke publik dilakukan konfirmasi secara detail dari pihak yang berkompeten. Artinya jangan hanya pada satu sisi saja atau pembicaraan biasa dijadikan konsumsi publik,sehingga tercipta opini negatif dari masyarakat dan hal ini sangat merugikan kami (Kejari Kab.Pasuruan). Dimana kami bekerja sekuat tenaga juga pikiran menjaga integritas dan marwah Adhyaksa,”pungkas Deny Saputra.

    Baca juga :  Awas ICU RSUD Bangil Full Pasien Positif Corona

    Seperti diketahui sebelumnya, pada pertengahan tahun 2020 lalu,mencuat dugaan korupsi pada Pusat Koperasi Industri Susu(PKIS) Sekar Tanjung senilai Rp.25milyar dari dana yang bersumber dari APBN. (hen)

    Reporter : Henry Sulfianto
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Menarik Lainya

    Terkini

    Jangan Lewatkan