Minggu, 19 September 2021
25 C
Surabaya
More
    Jawa TimurMojokertoDPRD & Walikota Tinjau Pembelajaran Tatap Muka

    DPRD & Walikota Tinjau Pembelajaran Tatap Muka

    MOJOKERTO (WartaTransparansi.com) – Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari bersama Ketua DPRD Kota Mojokerto Sunarto dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Amin Wachid, meninjau Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sejumlah SD dan SMP (Negeri/swasta) di wilayah Kota Mojokerto. Upaya ini guna memastikan kegiatan belajar mengajar telah berjalan sesuai protokol kesehatan atau sebaliknya, Senin, (01/03/2021).

    Pantauan di lokasi, kunjungan pertama rombongan Walikota dan DPRD Kota Mojokerto, meninjau pelaksanaan proses belajar mengajar di SDN Gedongan 1 dan 3. Kemudian, dilanjutkan ke SDK Wijana Sejati dan berikutnya berkunjung ke SMPN 2 Kota Mojokerto.
    “Saat ini di Kota Mojokerto ada 52 sekolah SDN dan 11 SD swasta, serta 9 SMP Negeri dan 10 SMP swasta yang serentak mengadakan pembelajaran tatap muka. Makanya kami ingin tahu langsung proses belajar mengajar tatap muka, di hari pertama diberlakukan di Kota MOjokerto,” jelas Ning Ita, Walikota Mojokerto.

    Baca juga :  Ning Ita Dorong Status GTT & PTT Jadi P3K Dengan Gaji Minimal 2,3 Juta

    Menurut Ning Ita sesuai Perwali 55 Tahun 2020 bahwa setiap pembelajaran tatap muka ruang kelas hanya boleh diisi maksimal 50% saja. Sehingga, otomatis sisa 50% harus dilakukan pembelajaran pada versi yang berbeda. Sehingga ada ada sesi 1 dan sesi 2. Dimana, antara sesi 1 dan sesi 2 ini, mereka tidak dipertemukan. Sehingga tidak terjadi kerumunan,” jelasnya.

    Masih kata Ning Ita, PTM perlu segera dilakukan mengingat saat ini sudah menjelang akhir tahun pembelajaran. Sedangkan sebelum ujian akhir akan ada cuti yang agak panjang yaitu Ramadhan hingga Idul Fitri. “Ini kesempatannya sangat terbatas. Hanya kurang lebih 6 minggu anak-anak bisa mengikuti pembelajaran. Karena itu agar waktu singkat tersebut bisa dimanfaatkan seefektif sebelum ujian akhir atau ujian kenaikan kelas,” harap Ning Ita.

    Baca juga :  Percepat Vaksin Covid Ibu Hamil Dinkes Kab. Mojokerto Kerahkan 18 Puskesmas

    Terkait adanya beberapa orang tua yang tidak mengizinkan anaknya untuk mengikuti PTM, Ning Ita menyampaikan bahwa hal itu tidak menjadi masalah. Menurutnya, ini memang bagian dari SOP dan orang tualah yang paham kondisi anaknya. “Ini kan orang tua yang bisa mempertimbangkan karena ada penyakit bawaan dan seterusnya. Maka, orang tualah diberi kewenangan untuk mengizinkan atau tidak mengizinkan,” terangnya.

    Kepada pihak sekolah Ning Ita berpesan agar protokol kesehatan dilaksanakan secara ketat agar PTM tetap di bisa laksanakan secara optimal. “Protokol kesehatan memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau handsanitizer, menjaga jarak dan menghindari kerumunan harus benar-benar diperhatikan. Sehingga, para siswa bisa belajar dengan nyaman serta seluruh instruksi sebagai pedoman bersama dalam melaksanakan protokol Kesehatan,” pesan Ning Ita. (gia)

    Reporter : Gatot Sugianto
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan