Minggu, 19 September 2021
25 C
Surabaya
More
    Jawa TimurPasuruanHarga Kedelai Selangit, Pengrajin Tempe-Tahu Menjerit

    Harga Kedelai Selangit, Pengrajin Tempe-Tahu Menjerit

    PASURUAN (Warta Transparansi.com) – Awal tahun 2021 masih membuat para pengrajin dan penjual tahu tempe Pasuruan masih diselimuti rasa was-was,lantaran harga bahan pokok pembuatan tahu-tempe yakni kedelai harganya terus meroket. Seperti yang diketahui sebelumnya, pada akhir tahun 2020 harga kedelai dari hari ke hari mengalami kenaikan, bahkan di awal tahun pun demikian.

    Menurut pengakuan yang disampaikan Sutarjo(50) pengrajin tempe asal Desa Baujeng, Kecamatan Beji, Selasa(5/1/2021) mengatakan,” berat mas, beberapa minggu ini harga kedelai terus mengalami kenaikan. Bahkan saat ini harga kedelai di pasaran sudah mencapai Rp.9.500/kgnya,”ucapnya.

    ” agar tetap bertahan untuk menghidupi keluarga, terpaksa memproduksi tempe tidak seperti biasanya. Dimana sebelumnya dalam tiap hari bisa menghabiskan kedelai rata-rata 70kg sampai 1kwintal. Saat ini hanya sebatas 20 sampai 30kg/hari, hal ini mencukupkan uang untuk membeli kedelai sebagai bahan baku tempe. Pun demikian pula dengan harga jualnya juga terpaksa dinaikan dari biasanya,” ungkap Mbah Tarjo biasa dipanggil tetangganya.

    Baca juga :  Kejari Kab.Pasuruan, Tak Ambil Pusing Warna Partainya

    Lain halnya dengan H.Slamet pemilik pabrik tahu asal Bangil,” dengan makin tidak terkontrolnya harga kedelai akhir-akhir ini, ia mengurangi besaran produksi tahunya hingga 30% /hari.

    Sebelumnya harga kedelai dipasaran Rp.3000/kg, saat ini naik lebih dari 300% atau Rp.9500/kg. Entah apa penyebab harga kedelai sedemikian rupa, kenaikan harga kedelai ini begitu cepat dan tidak terkontrol. Otamatis keberadaannya sangat memberatkan para UMKM pada tataran bawah. Dirinya berharap agar pihak pemerintah segera melakukan langkah antisipasi dengan menggelar operasi pasar. Jika kenaikan harga kedelai ini semakin tak terkontrol, imbasnya pelaku UMKM atau pada khususnya pengrajin tempe-tahu akan mengalami kebangkrutan,” tandas H.Slamet menegaskan.

    Lain halnya Suroso pedagang tempe di pasar Gondanglegi-Beji,” harga tempe dari pengrajin sudah mengalami kenaikan rata-rata Rp.6000/kotak. Agar mendapatkan laba,.kebanyakan pedagang menaikan harga jual ke konsumen dan memperkecil potongannyanya,” jelasnya.

    Baca juga :  Kejari Kab.Pasuruan, Tak Ambil Pusing Warna Partainya

    Saat hal ini coba dipertanyakan pada Kepala Dinas Perindustrian Kab.Pasuruan Diano Vela.

    ” Menyikapi harga kedelai pasaran yang melejit ini. Pidaknya telah bekerjasama dengan instansi samping, agar harga tetap teettangka oleh masyarakat,” katanya dari sambungan telepon selularnya,Selasa sore (5/1/2020)

    Ditambahkan, dalam.waktu dekat akan kami akan menggelar operasi disejumlah pasar tradional. Dari data yang ada,setidaknya stok kedelai masih mencukupi,” pungkas Kadisperndag Kab. Pasuruan yang baru dilantik oleh Bupati Pasuruan kemarin (Senin,4/1/2021) oleh Bupati Irsyad Yusuf .(tam)

    Reporter : Henry Sulfianto
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan