Jumat, 14 Juni 2024
29 C
Surabaya
More
    Jawa TimurPasuruanBea Cukai Pasuruan Sukses Ciptakan Eksportir Baru Produk IKM

    Bea Cukai Pasuruan Sukses Ciptakan Eksportir Baru Produk IKM

    PASURUAN (Wartatransparansi.com) – Bea Cukai Pasuruan sukses menciptakan eksportir baru yang berasal dari produk IKM (industri Kecil Menengah).

    Kesuksesan tersebut dapat dibuktikan dengan ekspor perdana kapuk randu milik CV Mili Deres Unggul di Desa Suwayuwo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Jumat (04/12/2020) siang.

    Kepala Bea Cukai Pasuruan, Hannan Budiharto mengatakan, upaya menciptakan eksportir baru adalah bagian dari langkah mendorong produk UKM dalam negeri untuk diekspor. Dalam artian pihaknya akan memberi kemudahan sekaligus pembinaan UKM agar berorientasi ekspor.

    “Fasilitasi dari hulu ke hilir kita akan bantu mereka bisa meningkatkan kemampuan dan kualitas produksi. Logistik kita tampung dan ekspor secara konsolidasi sampai ke negara tujuan,” ujarnya.

    Dijelaskannya, sampai sejauh ini masih banyak IKM yang melakukan kegiatan ekspor melalui pihak ketiga alias broker. Hal itu sangat disayangkan, lantaran eksportir sendiri tak akan bisa berkomunikasi langsung dengan konsumen  atau pembeli yang ada di luar negeri.

    Baca juga :  Pastikan Bebas PMK dan LSD, Pj Bupati Pasuruan Andriyanto Pantau Penjualan Hewan Qurban

    Dengan fasilitasi dari bea cukai, maka setiap eksportir bisa menjual sendiri barang atau produknya tanpa harus memikirkan biaya tambahan yang nilainya cukup besar.

    “Contohnya ya IKM yang di Suwayuwo ini. Ketika dengan broker, ada tambahan biaya yang nilainya sampai Rp 7 juta. Nah ketika kita bantu pada dokumen perijinan dan lainnya, jatuhnya adalah efisiensi biaya,” terangnya.

    Lebih lanjut Hannan menyampaikan bahwa semenjak dirinya bertugas di Bea Cukai Pasuruan, seluruh staf diminta untuk mengidentifikasi IKM-IKM yang melakukan kegiatan ekspor barang. Rata-rata, IKM tersebut belum memiliki nomor induk bersama atau dokumen perijinan lainnya.

    Oleh karena itu, ia mengajak para IKM di Pasuruan agar berani untuk mengekspor barang sendiri. Terlebih barang atau produk tersebut sangat berkualitas dan sustainable atau memiliki nilai keberlanjutan.

    Baca juga :  Pastikan Bebas PMK dan LSD, Pj Bupati Pasuruan Andriyanto Pantau Penjualan Hewan Qurban

    “Kalau punya produk yang berkualitas dan sustainable, bisa dibantu untuk persyaratan seperti dokumen karantina, dokumen instansi lain. Semoga makin banyak ekspor dari IKM kita sendiri,” harapnya saat ditanya Suara Pasuruan.

    Di sisi lain, keberhasilan Bea Cukai Pasuruan dalam menciptakan eksportir baru mendapat apreasiasi dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Dan Cukai Jawa Timur I.

    Yanti Sarmuhidayati selaku Kabid Kepatuhan Internal Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Dan Cukai Jawa Timur I mengacungi jempol perjuangan Bea Cukai Pasuruan dalam mendorong ekspor produk IKM.

    “Kami senang melihatnya, karena akhirnya terwujud dan goal 1 perusahaan yang mengekspor kapuk dengan dibantu Bea Cukai Pasuruan,” ungkapnya.

    Ditambahkannya, dengan ekspor perdana, Bea Cukai Pasuruan terbukti mendukung program Pemerintah Pusat dalam pemulihan ekonomi nasional meski di tengah Pandemi Covid-19.

    Baca juga :  Pastikan Bebas PMK dan LSD, Pj Bupati Pasuruan Andriyanto Pantau Penjualan Hewan Qurban

    “Indonesia harus bangkit dan ekonominya harus pulih. Bea Cukai Pasuruan bagus sekali kinerjanya,” singkatnya.

    Sementara itu, Wildan Ramadhan selaku Direktur CV Mili Deres Unggul mengaku optimis bahwa permintaan kapuk randu yang harus dikirim ke Bangladesh merupakan kapuk yang berkualitas.

    Untuk mendapatkan bahan yang bagus, ia mengambil bahan bakunya dari Lombok dan Banyuwangi, dengan jumlah permintaan hingga 25 kontainer dalam satu tahun.

    “Dalam seminggu kami bisa kirim sampai dua kontainer. Dimana satu kontainer bisa menampung 5,5 ton kapuk putih berkualitas,” akunya. (hen)

    Reporter : Henry Sulfianto

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2020 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan