Sabtu, 22 Juni 2024
30 C
Surabaya
More
    OpiniTajukGaruda Select Gembleng Pemain Timnas Remaja Menuju Prestasi Dunia

    Garuda Select Gembleng Pemain Timnas Remaja Menuju Prestasi Dunia

    Oleh Djoko Tetuko – Pemimpin Redaksi Wartatransparansi.com

    Kesuksesan model pendidikan atau menggemblengnya pemain tim nasional remaja, baik ketika sukses melahirkan pemain hebat melalui kompetisi Primavera dan Baretti di Italia, maupun Garuda Select di Inggris.

    PSSI hasil kerjasama Mola TV dan SuperSoccer TV,
    setelah sukses dengan Garuda Select angkatan pertama pada 2019, kembali mengirimkan tim untuk angkatan kedua, pada 9 Oktober 2019.

    24 pemain terpilih digembleng ala Eropa di Inggris dan Italia selama lima bulan.
    Dari 24 pemain, enam nama merupakan alumni angkatan pertama, yaitu Bagus Kahfi, Bagas Kaffa, Fajar Fathurahman, Brylian Aldama, David Maulana, dan Andre Oktaviansyah. Sementara 18 lainnya pemain baru kelahiran 2003 atau tahun ini berusia 16 tahun.

    Perjalanan sepakbola Indonesia, pengalaman terbaik yang benar-benar menjadi guru ialah sepak terjang alumni PSSI Primavera dan PSSI Barreti. Pada 1993 hingga 1996, PSSI secara berkala mengirim pemain-pemain usia di bawah 19 tahun dan 16 tahun untuk menimba ilmu di Italia. Hasilnya, nama-nama seperti Kurniawan Dwi Yulianto, Aples Tecuari, Anang Maruf, Bima Sakti atau Kurnia Sandy, adalah sedikit pemain yang berhasil meningkatkan level timnas Indonesia karena pengalamannya pernah menimba ilmu di luar negeri.

    Di Italia, pemain-pemain hasil seleksi di Piala Haornas yang dilakukan oleh trio Danurwindo, Harry Tjong dan Sartono Anwar ini mengikuti kompetisi Serie C2. Selain menghadapi kesebelasan-kesebelasan Primavera Italia, PSSI Primavera ini juga dilatih pelatih asal Italia, Romano Matte.

    Lingkungan inilah yang mendukung pembelajaran para pemain Indonesia kala itu sampai akhirnya mereka sukses menjadi pemain. Kurniawan dan Kurnia Sandy sempat direkrut Sampdoria, sementara Bima Sakti sempat bermain di Helsingborg IF, Swedia. Bahkan ketiganya sempat masuk jajaran pelatih Timnas Indonesia pada Piala AFF 2018 lalu.

    Atas dasar itu pula program Garuda Select yang dicetuskan Supersoccer TV dan PSSI bisa jadi secercah harapan untuk masa depan sepakbola Indonesia. Lewat Garuda Select, sebanyak 24 pemain yang diseleksi dari Elite Pro Academy 2018 –liga resmi untuk kelompok umur 16 tahun– diberangkatkan ke Inggris. Sejak 15 Februari, mereka menimba ilmu di Inggris sampai Mei.

    Mungkin publik punya trauma akan “kegagalan” dari program serupa ketika para pemain muda berbakat Indonesia dikirim ke Uruguay (SAD), Mayoritas pemain gagal mencapai potensi terbaiknya. Tapi Garuda Select ini tampaknya lebih akan meniru PSSI Primavera ketimbang generasi SAD, cukup menjanjikan buat timnas Indonesia.

    Mengapa? Karena Inggris adalah salah satu negara sepakbola terbaik saat ini. Liga Primer Inggris disebut-sebut sebagai liga terbaik dunia. Memang Inggris bukan juara Piala Dunia. Tapi melihat PSSI Primavera, ketika itu PSSI mengirimkan pemain ke Italia ketika Serie A Italia sedang menjadi liga terbaik dunia. Ketika didatangi para pemain PSSI Primavera, timnas Italia waktu itu pun bukan berstatus juara Piala Dunia.

    Belum lagi pemain-pemain yang dipilih merupakan hasil pantauan langsung dari Dennis Wise dan Des Walker. Wise dan Walker yang merupakan mantan pemain timnas Inggris tentu punya standar khusus untuk menentukan pemain mana saja yang layak dibawa ke Tanah Britania. Apalagi tidak seperti Romano Matte yang tidak punya karier gemilang sebagai pemain maupun pelatih, Wise dan Walker merupakan mantan pemain kesebelasan besar Inggris (Chelsea dan Nottingham Forest) serta pernah bermain di Timnas Inggris cukup reguler, tidak sekadar numpang lewat.

    Wise nantinya akan bertindak sebagai Direktur Teknik, sementara Walker sebagai pelatih. Keduanya akan menjadi pembimbing para pemain Garuda Select ini selama hampir 4 bulan di Inggris.

    Para pemain akan diberi latihan intensif secara profesional, memanfaatkan sport science dan mendapatkan materi pembinaan usia muda melalui standar federasi sepakbola Inggris (FA), serta berkompetisi melawan klub profesional Inggris di setiap akhir pekan. Agenda evaluasi di akhir periode pun akan membuat para pemain menjadikan perjalanan ke Inggris ini benar-benar sebagai latihan menjalani kehidupan sepakbola profesional di Eropa. Setiap pengalaman yang didapatkan para pemain muda Indonesia ini langsung direspons dan diarahkan agar bisa jadi pembelajaran di masa depan.

    Kamis kemarin (4/12/2020), Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali, dari Situation Room, Lantai 9, Kemenpora, Senayan, Jakarta, secara virtual melepas 22 pemain yang akan mengikuti program Garuda Select Ketig auntuk menjalani pemusatan latihan di Inggris yang akan berlangsung hingga Mei 2021.

    Menpora RI mengapresiasi Mola TV yang turut membantu pemerintah dalam percepatan pembangunan sepakbola Indonesia sesuai dengan Inpres No. 3 Tahun 2019.

    Perkembangam sepakbola Indonesia memang selalu terbelakang dibanding negara ASEAN seperti Thailand, Vietnam, Myanmar dan Malaysia. Di kawasan Asia semakin tertinggal dari langganan Piala Dunia Korea Selatan, Suadi Arabia, Jepang, Qatar, Iran dan Irak apalagi China mulai bersaing dengan kompetisi profesional tirak kalah hebat.

    Oleh karena itu, Garuda Select dipadu dengan program penguatan stamina Shin Tae Young, di atas kertas akan menjadi kebangkitan sepakbola Indonesia. Semoga berkah tuan rumah Piala Dunia U-20, Mei 2021 mendatang, menjadi kebangkitan sepakbola Indonesia menuju prestasi dunia.

    Tentu saja kunci kesuksesan ke depan, juga tergantung pada budaya kompetisi di tanah air. Apabila tidak berubah, tetap mengandalkan kompetisi sandiwara dan atur mengatur. Maka program apa saja akan percuma. Karena itu, mari mengubah budaya kompetisi dengan sungguh-sungguh, bukan sekedar jago kandang, apalagi jago mengatur pertandingan. Mari belajar malu supaya mampu mencapai prestasi tertinggi dengan menajalankan pertandingan hasil berguru. (*)

    Penulis : Djoko Tetuko

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2020 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan