Sabtu, 22 Juni 2024
28 C
Surabaya
More
    Jawa TimurKediriKPU Kabupaten Kediri Hadirkan 5 Panelis di Debat Publik Putaran Terakhir

    KPU Kabupaten Kediri Hadirkan 5 Panelis di Debat Publik Putaran Terakhir

    KEDIRI (WartaTransparansi.com) – Sebagai rangkaian kegiatan Pilkada serentak Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kediri, KPU Kabupaten Kediri menggelar debat publik Pilkada putaran terakhir bertempat di Hotel Insumo Palace, Jalan Urip Sumoharjo, Kelurahan Kaliombo, Kecamatan Kota, Kota Kediri, Jawa Timur, Selasa malam (1/12)

    Dalam debat publik tersebut, mengangkat tema debat tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik. Kegiatan dihadiri oleh Komisioner KPU, Bawaslu, Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Hanindhito Himawan Pramana dan Dewi Maria Ulfa, serta menghadirkan lima panelis.

    Saat penyelenggaraan, panitia menerapkan protokol kesehatan secara ketat,yakni mengunakan mengunakan masker dan face Shield, mencuci tangan dengan handsinitizer serta menjaga jarak sebagai antisipasi penyebaran virus Corona.

    Dalam sambutannya Ketua KPU Kabupaten Kediri, Ninik Sunarmi,menyampaikan, pihaknya atas nama KPU Kabupaten Kediri menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat Kabupaten Kediri, karena pada hari ini sampai detik ini pelaksanaaan tahapan pemilihan berjalan dengan baik dan lancar.

    Baca juga :  Sejumlah LSM Kediri akan Gelar Aksi Dugaan Pungutan Liar PTSL 

    Ini merupakan salah satu indikator untuk suksesnya pemilihan menuju 9 Desember 2020. Untuk itu, izinkan kami menyampaikan salam terbaik kepada seluruh tokoh agama, seluruh tokoh masyarakat, pemerintah daerah, DPRD Kabupaten Kediri, LSM, kawan-kawan media, para petani, pedagang dan seluruh elemen masyarakat Kabupaten Kediri yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu” ujarnya

    Ketua yang akrab disapa Ninik ini juga menambahkan, kita semua adalah salah satu pelaku sejarah yang kut serta dalam kesuksesan pemilihan Bupati tahun 2020. Dan, dalam debat publik yang ketiga, disebut juga sebagai debat pamungkas karena ini yang terakhir, sesuai dengan PKPU nomor 4 tahun 2017 tentang kampanye.

    Kesuksesan serta keberhasilan pemilihan bupati ini adalah tanggung jawab kita bersama. Untuk itu, saya mengajak kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kediri untuk hadir di TPS (Tempat Pemungutan Suara). Jangan golput, apapun pilihannya tentukan dengan sebaik-baiknya” pesanya.

    Sementara dilokasi yang sama, Komisioner Divisi SDM dan Parmas, KPU Kabupaten Kediri, Nanang Qosim menjelaskan, pada penyelengaraan debat publik ketiga, mengusung tema tentang tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik. Tujuanya, agar masyarakat mendapatkan gambaran umum untuk menentukan hak pilihnya dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) dan Wakil Bupati Kediri tahun 2020, baik secara visi misi yang di uji tim panelis, hingga  masyarakat bisa menilai  program kerja dari pasangan calon.

    Baca juga :  Dugaan Pungli di PTSL Kab. Kediri Berlanjut, Sudah Bayar 600ribu Masih Minta Tambahan Lagi 300ribu

    Bertindak sebagai tim panelis, kami menghadirkan Dian Fericha (Akademisi), Kukuh Budi Mulya (Akademisi), Muflihul Hadi (Ombudsman RI Perwakilan Jatim), Iskandar Tsani (Akademisi), Yana S Hijri (Akademisi). KPU, juga menetapkan hari tenang dimulai 6 sampai 8 Desember, hingga tidak ada aktifitas kampanye.

    Namun, dari KPU tetap akan memberikan sosialisasi kepemiluan kepada masyarakat dengan sejumlah kegiatan menarik” urainya

    Sementara, Calon Bupati Hanindhito Himawan Pramana, mengatakan, dalam penyampaian materi debat adalah terkait masyarakat dengan kondisi
    disabilitas, setelah beberapa kali rangkaian kunjungan yang telah dilakukan salah satunya di organisasi Gerkatin Kabupaten Kediri.

    Kami menilai, masyarakat dengan kondisi berkebutuhan khusus mempunyai bakat dan keahlian yang bisa dimaksimalkan potensi yang dimiliki. Dan, komitmen kami jika nanti mendapatkan amanah dari warga, kami pastikan minimal dua persen masyarakat berkebutuhan khusus untuk dikaryakan di dalam pemerintahan Kabupaten Kediri” ujarnya.

    Terakhir, Pria yang akrab disapa Mas Dhito, juga mengatakan, berkaitan dengan dunia pendidikan ditengah pandemi juga menjadi perhatianya. Hal ini, kaitannya dengan akses jaringan sinyal internet. Karena di wilayah Kabupaten Kediri, khususnya di pelosok desa masih mengalami kesulitan akses internet.

    Baca juga :  Isak Tangis Gus Robert Warnai Semaan Al-Qur’an Haul Ke 32 Gus Miek

    Maka, opsi yang kami tawarkan adalah guru kurir atau guru yang akan mendatangi rumah siswa secara langsung di Balaidesa dengan memberikan modul serta materi pengajaran kepada siswa.

    Namun, bila dirasa tidak bisa mencakup secara keseluruhan, maka kami upayakan solusi alternatif lainya, yakni radio pendidikan bersinergi dengan Balai monitoring di Surabaya. Tekhnisnya, radio pengajaran akan memberikan jam tertentu dan sifatnya khusus kepada siswa untuk belajar, dengan bekerjasama dengan pemerintah desa” pungkasnya.(red/bud

    Reporter : Arya Budi

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2020 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan