Sabtu, 22 Juni 2024
28 C
Surabaya
More
    OpiniTajukKH Mifta Ikuti Jejak KH Ma’ruf Amin, KH Sahal dan KH Ali...

    KH Mifta Ikuti Jejak KH Ma’ruf Amin, KH Sahal dan KH Ali Yafie

    Oleh Djoko Tetuko – Pemimpin Redaksi Transparansi.com

    KH Miftachul Akhyar terpilih sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk periode 2020-2025 dalam Musyawarah Nasional (Munas) MUI ke X yang berlangsung 25 – 27 November 2020.

    K.H. Miftachul Akhyar, seorang ulama Kharismatik lahir di Surabaya, 1 Januari 1953 (umur 67 tahun) adalah seorang ulama yang menjabat Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2020-2025.

    Sebelumnya, sang Kiai menjabat Rais ‘Aam Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2018-2020, yang ditetapkan pada Rapat Pleno PBNU pada Sabtu, 22 September 2018 M., bertepatan dengan 12 Muharram 1440 H. Kyai Miftah menggantikan KH. Ma’ruf Amin yang resmi mengundurkan diri dari posisi Rais Aam PBNU karena maju sebagai calon wakil presiden di Pilpres 2019.

    Kiai Miftah saat ini merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah, Surabaya.

    Amanat memegang kendali sebagai Ketua Umum MUI, mengikuti jejak KH Ma’ruf Amin, KH Sahal Mahfudh, dan KH Ali Yafie, ketika mendapat amanat sebagai Ketua Umum MUI sama-sama memegang pucuk pimpinan NU dengan mendapat amanat sebagai Rais Aam Syuriah PBNU.

    Sosok Kiai Mifta hampir sama dengan KH Sahal dan KH Ali Yopie, menjadi ulama kharismatik membangun dan memperkuat di daerah masing-masing, KH Sahal di Pati dan Jateng sedangkan KH Ali Yafie di Makasar Sulsel. Sementara Kiai Mifta dari Surabaya dan dengan sosok low profile tetap saja bersama Surabaya dan Jatim, menenun sejarah panjang melanjutkan perjuangan NU dengan penuh kesantunan dan begitu bijak.

    Terakhir ketika Jatim doa bersama melawan Covid-19 dengan istighotsah dari Gedung Negara Grahadi, Kantor Wilayah PWNU Jatim, dan Ponpes Lirboyo Kediri, Kiai Mifta tetap memimpin doa bersama dengan khas kharismatik dan kesantunanya.

    Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Jumat (27/11/2020) secara sebagai santri, walaupun masih menjabat sebagai Ketua Umum Muslimat NU tanpa periode (karena permintaan seluruh anggota Muslimat NU), dengan begitu tawadhu mengucapkan selamat, dan bersyukur.

    Gubernur Khofifah menyebut bahwa terpilihnya KH Miftachul Akhyar untuk mengemban amanah baru tersebut adalah kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Jatim.

    Gubernur Khofifah menegaskan, bahwa ada harapan besar warga masyarakat Jatim dan Indonesia pada umumnya pada sosok Ketua Umum MUI yang kini dijabat oleh KH Miftachul Akhyar tersebut.

    Bahkan dengan tegas menyatakan mengutip kembali pidato beliau sesaat setelah terpilih ketua umum MUI, bahwa tugas ulama adalah berdakwah dengan mengajak bukan mengejek. Merangkul, bukan memukul. Menyayangi bukan menyaingi. Mendidik bukan membidik. Membina bukan menghina. Mencari solusi bukan mencari simpati. Membela bukan mencela. Ini referensi pendakwah, muballigh-muballighoh yang luar biasa.

    Penekanan Gubernur Khofifah dengan mengutip pidato kesantunan Kiai Mifta, menunjukkan bahwa kepemimpinan sang Kiai di MUI menjadi pertanda bahwa ke depan membangun bangsa dan negara ini, bukan sekedar kepandaian berdakwah atau menyampaikan pidato. Tetapi menyatukan suasana kebangsaan menuju cita-cita luhur dalam mewujudkan rahmatan lil alamin, dalam berbangsa dan bernegara di Negara Kesatuan Republik Indonesia. (*)

    Penulis : Djoko Tetuko

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2020 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan