Sabtu, 22 Juni 2024
28 C
Surabaya
More
    Jawa TimurMagetanCamat Barat Sesalkan Arogansi Kades Klagen Terhadap Wartawan

    Camat Barat Sesalkan Arogansi Kades Klagen Terhadap Wartawan

    MAGETAN (Wartatransparansi.com) – Sikap kooperatif dan kerjasama terhadap media massa sebagai mitra pemerintah harus dijaga, karena wartawan dalam bertugas sebagai kontrol sosial didasari oleh Undang-Undang Pers No 40 tahun 1999. Sebagai pejabat publik sudah seharusnya bisa memberikan contoh, baik etika maupun sopan santun.

    Karena pejabat publik selaku abdi masyarakat harus dapat memberikan tauladan untuk masyarakatnya sendiri.
    Seperti yang dilakukan oknum kepala desa (Kades) Klagen Kecamatan Barat Kabupaten Magetan Susi Yuliani terhadap Beni Setyawan Wartawan Media Lentera Indonesia.

    Menurut Beny dirinya mendatangi balai desa Klagen dan bertemu Kepala Desa untuk konfirmasi beberapa hal “Tapi jawaban keras dan kurang menghargai yang saya terima,”ujar Beny.

    Baca juga :  Dewan Sorot Pelaksanaan Perpres 80 oleh Pemkab Magetan

    Hal ini terjadi saat Beny Wartawan Media Lentera Indonesia menanyakan tentang anggaran publikasi yang di alokasikan di DD desa Klagen. Tetapi jawaban Kades tidak ada anggaran dan sudah diplot di salah satu media harian (menyebut nama media harian di jawa Timur).

    Ketika ditanya lebih lanjut siapa yang mengarahkannya, dijawab Orang Kecamatan dan ditegaskan lagi yang menyuruh adalah Camat. Terakhir Beni Setyawan saat meminta No telpun, malah di jawab dengan nada ketus.

    “Itu Privasi saya dan saya tidak mau memberikan no HP saya kepada anda, saya hanya memberikan no HP saya ke warga saya saja .

    Camat Barat Yok Sujarwadi ketika dikonfirmasi di kantornya (Senin ,23 /11/2020) menyayangkan sikap Kades Klagen terhadap jurnalis. “Wartawan adalah mitra pemerintah dalam memberikan informasi ke masyarakat”ujar Yok Sujarwadi .Oleh karena itu sebagai pejabat publik seharusnya welcome terhadap media . Selain itu bila ada wartawan meminta no Hp sebaiknya diberi karena itu adalah salah satu cara untuk konfirmasi dan koordinasi dengan media.”jelasnya.

    Baca juga :  Sujatno Serahkan Hewan Kurban di Masjid Agung Baiatussalam Magetan

    Sofyan Yusroni Ketua Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Magetan sangat menyayangkan kejadian seperti ini, karena bagaimanapun sebagai pejabat publik harus mengedepankan etika keterbukaan publik. Harusnya sebagai pejabat publik lebih bisa memberikan contoh bagaimana bersikap dan berbicara Sebagai pejabat publik harus mengedepakkan humanis dan ramah terhadap siapa saja.

    “Camat dan jajaran terkait harus memberikan pembinaan kepada kades arogan seperti itu,” tegas Sofyan.(rud/sal)

    Reporter : Rudi/Faisal

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2020 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan