Dra Sumarlina MM

Radio Republik Indonesia, 25 hari setelah kemerdekaan Negara Republik Indonssia, diproklamirkan sebagai radio kebangsaan dalam melanjutkan perjuangan serta mempertahankan kemerdekaan dalam peperangan fisik maupun peperangan udara.

Tanggal 11 September 1945 diproklamirkan dengan Tri Prasetya RRI, yaitu janji para angkasawan RRI. Pertama, menyelamatkan segala alat siaran radio dari siapapun; Kedua, mengemudikan siaran RRI sebagai alat perjuangan dan alat revolusi; dan ketiga, berdiri di atas segala aliran dan keyakinan, partai, atau golongan dengan mengutamakan persatuan bangsa dan keselamatan negara.

Begitu hebat dan bermartabat RRI, dan di tengah modernisasi juga melakukan berbagai konvergensi media. Tetapi di antara kemajuan itu, banyak saksi bisu dalam perjuangan berbangsa dan bernegara, maka RRI Surabaya telah mewujudkan Galeri Try Prasetya RRI.

Berikut ini wawancara WartaTransparansi dengan Kepala Stasiun RRI Surabaya Dra Sumarlina MM,yang dengan sabar dan telaten serta begitu serius menata dengan berbagai sentuhan keibuan.

Alhamdulillah malam ini (Kamis, 5/11/2020) Galeri Try Prasetya RRI di Gedung RRI Surabaya diresmikan, bagaimana perasaan Anda sebelum mengakhiri pengabdian di RRI ?

Alhamdulillah jujur saya sangat senang dan sangat bahagia, tetapi semua itu karena kecintaan terhadap RRI seperti terus saya bawa kapan pun, dan Galeri ini adalah salah satu cara saya mengingat RRI, juga genarasi mendatang yang tidak tentu dapat cerita RRI masa kini dalam mengingat dan mengenang perjuangan masa lalu.

Semangat apa hingga mampu mewujudkan Galeri ini ?

Semangat dibangunnya Galeri ini sebagai kebanggaan dan kecintaan serta kesetiaan terhadap RRI. Apalagi RRI sebagai lembaga yang lahir bersamaan dengan lahirnya Indonesia sebagai Negara Merdeka.

Apa motivasi mewujudkan Galeri ini?

RRI mengalami periodisasi perjuangan dengan penyiaran seluruh angkasawan bebagai masa;
masa revolusi dan perjuangan M, masa kemerdekaan, masa orde lama, masa orde baru, masa reformasi, mengalami transformasi dari media mainstream ke media digital yang multy platform ini tidak boleh hilang dari ingatan generasi penerus RRI ,RRI memiliki sejarah dari alat oprasional yang digunakan dari zaman revolusi sampai zaman reformasi, digitalisasi,multi platform, ini yang harus dikenal oleh generasi millenial, bahwa RRI dan generasi-generasi berikutnya tetap dikenal dan dicintai sebagai suara bangsa dan suara negara.

Apa makna dan arti Galeri ini ?

Makna dan arti dari Galeei ini, baik secara internal maupun ekxternal, bahwa dengan peralatan sederhana zaman itu, RRI Surabaya khususnya dapat memberi edukasi, informasi melalui berbagai program siaran RRI.

Mengapa begitu punya tekad kuat mewujudkan Galeri ini?

Tekad itu begitu kuat, karena mampu memberi tinggalan menyemangati bangsa dalam berjuang dan mengisi kemerdekaan.
Inilah dasar tekad membangun dan menyelesaikan Galeri di masa akhir tugas.

 

Apa saja kelebihan Galeri ini?

Ada peralatan RRI sejak RRI Surabaya berdiri yang selama ini tersimpan berserakan di gudang, dipojok pojok ruangan di bawah kolong-kolong meja dan lemari. Semua itu tidak pernah dijamah dan ditengok hingga berkarat dan berdebu karena memang barang bekas, dan dianggap rongsokan karema memang juga sudah tdk ada datanya di BMN. Semua itu sebagai barang berharga dan punya kelebihan. Inilah kita rajut dengan teman-teman, sehingga barang dengan nilai sangat berharga dapat diselamatkan, sekaligus ditata menjadi barang bersejarah yang memiliki makna da arti, bagian dari berdiri dan adanya RRI khususnya RRI Surabaya.

Ya maka jadilah Galeri yang kami beri nama sesuai komitmen atas keberlangsungan RRI atau RUH dari RRI, yang kami beri nama “TRY PRASETYA RRI”.

Jadi Galeri ini terdapat barang apa saja ?

Data perang yang dipajang berupa alat teknik dari tahun 40-an sampai tahun 70-an.
Ada juga lagu Piringan Hitam dari tahun 50 an sampai tahun 60 an.
Lagu kaset dari tahun 60 an sampai tahun 90 an.
Alat musik dari tauun 50 an sampai dengan tahun 70 an
Proklamator Sukarno-Hatta, Pahlawan Pendiri RRI Yang Mengumumkan Indonesia Merdeka ke seantero Dunia Yusuf Rono Dipuro Pejuang 10 November Bung Tomo Rill Tap yang memutar suara asli Bung Karno membacakan naskah proklamasi, Gamelan Asli tahun 60 an…Alat tulis tahun 50 an hingga tahun 70 an, ada piano tahun 60 an, lampu pemancar dan masih banyak lagi.

Bagaimana setelah malam ini dilaunching atau diresmikan ?

Alhamdulilllah ada sebuah peninggalan sejarah terselamatkan, Alhamdulillah menjadi kekayaan bagi RRI Surabaya sebagai bagian perjuangan RRI seluruh nusantara. Dan sinilah di RRI Surabaya masih tersimpan sejarah RRI, Sekali di Udara Tetap di Udara. (Djoko Tetuko)

Dra Sumarlina MM

Tempat tanggal lahir Sumenep 10 Septermber 1960
Pendidikan S2
AGAMA islam
Suami Kasman Pensiun PNS
Putra 3 orang
Cucu 7 orang
Karir ,berawal sebagai penyiar di RRI Sumenep pada tahu. 1979-1989
1989 -1998 Kasi Siaran
1998-2006 menejer pemasaran
2006- 2010 Senior Menejer Pemasaran/ Kabid LPU di RRI Jakarta
2010-2012- Kepala RRI Jember
2012-2014 Kepala RRI Gorontalo
2015- Januari – Desember Kepala RRI Makassar
2016 -2017 Kepala RRI Pekanbaru
2017-2018 Kepala RRI Yogyakarta
2018-2019 Kepala RRI Jakarta
2019- September 2020 Kepala RRI Surabaya
hoby Olah Raga dan Seni.